Niat Mulia Pemain Portsmouth
Portsmouth ME Gunawan12/03/2010 13:15 | Portsmouth
Portsmouth's English Goalkeeper David James shouts instructions during the FA Community Shield against Manchester United at Wembley Stadium, London on August 10, 2008. AFP PHOTO/Glyn Kirk
David James (© AFP 2008)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Portsmouth: Sebagai langkah lanjutan menanggulangi krisis finansial yang sedang membelit klub, Portsmouth melakukan tindakan yang cukup drastis, yaitu dengan merumahkan sekitar 85 karyawan dan staf tim (Baca: Ramai PHK di Portsmouth). Tidak hanya itu, beberapa karyawan yang beruntung tidak dipecat harus mau menerima potongan gaji seiring dengan pembatasan jam kerja. Upaya pengetatan ikat pinggang itu pun sampai pada pucuk pimpinan, Chief Executive Klub, Peter Storrie yang gajinya juga dikorting.
Menyikapi kian sulitnya kondisi tersebut, dipicu rasa solidaritas dan kebutuhan tim, sebagian pemain Pompey rela merogoh koceknya masing-masing untuyk membayar gaji delapan karyawan di Fratton Park sampai akhir musim. Mereka, dipimpin kiper senior David James dan kapten tim Hermann Hreidarsson, menilai tenaga kit men, staf katering dan cleaning services sangat vital artinya bagi upaya Portsmouth yang berambisi meraih final FA Cup dalam dua musim berturut-turut.
Meski terperosok di dasar klasemen Liga Premier, skuad asuhan Avram Grant secara mengejutkan mampu lolos ke babak semifinal FA Cup dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Fulham.
Menurut sumber, Administator Klub, Andrew Andronikou telah memblokade upaya personal David James yang bersedia membayar gaji Tug Wilson—manajer kamp latihan klub yang berusia 64 tahun—dan asisten kit man Clarke Denford, dua di antara 85 karyawan yang dipecat Rabu (10/3) lalu.
Akan tetapi, dapat disimpulkan jika semua pemain asuhan Grant telah bersatu padu untuk berupaya agar para pekerja yang telah dipecat itu dapat kembali menunaikan pekerjaannya masing-masing di Fratton Park. Untuk itu, mereka tengah membicarakan langkah resmi kepada manajemen klub guna mewujudkan hal tersebut.
“Mereka (karyawan yang dipecat) merupakan olinya mesin. Kami hanya berbicara soal iuran sekitar 1.500 pound dari setiap pemain. Tidak terlalu banyak artinya bagi mereka,” ujar sang sumber.(MEG/Daily Mail)
Menyikapi kian sulitnya kondisi tersebut, dipicu rasa solidaritas dan kebutuhan tim, sebagian pemain Pompey rela merogoh koceknya masing-masing untuyk membayar gaji delapan karyawan di Fratton Park sampai akhir musim. Mereka, dipimpin kiper senior David James dan kapten tim Hermann Hreidarsson, menilai tenaga kit men, staf katering dan cleaning services sangat vital artinya bagi upaya Portsmouth yang berambisi meraih final FA Cup dalam dua musim berturut-turut.
Meski terperosok di dasar klasemen Liga Premier, skuad asuhan Avram Grant secara mengejutkan mampu lolos ke babak semifinal FA Cup dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Fulham.
Menurut sumber, Administator Klub, Andrew Andronikou telah memblokade upaya personal David James yang bersedia membayar gaji Tug Wilson—manajer kamp latihan klub yang berusia 64 tahun—dan asisten kit man Clarke Denford, dua di antara 85 karyawan yang dipecat Rabu (10/3) lalu.
Akan tetapi, dapat disimpulkan jika semua pemain asuhan Grant telah bersatu padu untuk berupaya agar para pekerja yang telah dipecat itu dapat kembali menunaikan pekerjaannya masing-masing di Fratton Park. Untuk itu, mereka tengah membicarakan langkah resmi kepada manajemen klub guna mewujudkan hal tersebut.
“Mereka (karyawan yang dipecat) merupakan olinya mesin. Kami hanya berbicara soal iuran sekitar 1.500 pound dari setiap pemain. Tidak terlalu banyak artinya bagi mereka,” ujar sang sumber.(MEG/Daily Mail)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
