Jalan Kaki Senjata Ampuh Melawan Flu
Astrid Anastasia14/03/2010 14:24 | Kesehatan
Artikel Terkait
Liputan6.com, Seattle: Siapa yang menyangka dengan bantuan berjalan kaki kita dapat terhindar dari flu. Menurut The American Journal of Medicine, wanita lanjut usia yang sering berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit setiap hari dalam jangka waktu satu tahun, mampu menekan risiko terkena flu hingga 50 persen dibanding dengan yang tidak berolahraga.
"Sudah banyak bukti mengenai manfaat olahraga dalam mencegah terjadinya infeksi, dan terutama serangan flu,” ujar Cornelia M.Ulrich, anggota asosiasi the Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle. Ulrich dan timnya telah mengevaluasi 115 wanita yang memiliki bobot badan berlebih di sekitar area Seattle. Dan sebagai catatan, semua sukarelawan telah mengalami masa menopause serta berusia rata-rata 61 tahun.
Sebelum dilakukan penelitian, para wanita diminta untuk tidak melakukan rutinitas berolahraga. Setelah itu para sukarelawan dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, terdiri dari 53 wanita yang diminta untuk menghabiskan 30 menit setiap hari, lima kali seminggu, untuk melakukan aktivitas olahraga berintensitas sedang seperti jalan cepat. Kelompok berikut yang terdiri dari 62 wanita hanya ditugaskan untuk mengikuti kelas peregangan selama 45 menit, satu kali setiap minggunya.
Dan hasilnya, kelompok kedua cenderung memiliki resiko terkena flu lebih tinggi dua kali lipat dibanding kelompok pertama. Memang belum ada alasan yang jelas, mengapa berolahraga terbukti mampu dan berguna dalam memerangi flu. Tapi satu yang pasti, berjalan kaki bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh kita. Dan ketika sistem kekebalan tubuh kita baik maka akan mampu membentengi kita dari serang penyakit, seperti flu.(RST/ARI/www.Preventionindonesia.com)
"Sudah banyak bukti mengenai manfaat olahraga dalam mencegah terjadinya infeksi, dan terutama serangan flu,” ujar Cornelia M.Ulrich, anggota asosiasi the Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle. Ulrich dan timnya telah mengevaluasi 115 wanita yang memiliki bobot badan berlebih di sekitar area Seattle. Dan sebagai catatan, semua sukarelawan telah mengalami masa menopause serta berusia rata-rata 61 tahun.
Sebelum dilakukan penelitian, para wanita diminta untuk tidak melakukan rutinitas berolahraga. Setelah itu para sukarelawan dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, terdiri dari 53 wanita yang diminta untuk menghabiskan 30 menit setiap hari, lima kali seminggu, untuk melakukan aktivitas olahraga berintensitas sedang seperti jalan cepat. Kelompok berikut yang terdiri dari 62 wanita hanya ditugaskan untuk mengikuti kelas peregangan selama 45 menit, satu kali setiap minggunya.
Dan hasilnya, kelompok kedua cenderung memiliki resiko terkena flu lebih tinggi dua kali lipat dibanding kelompok pertama. Memang belum ada alasan yang jelas, mengapa berolahraga terbukti mampu dan berguna dalam memerangi flu. Tapi satu yang pasti, berjalan kaki bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh kita. Dan ketika sistem kekebalan tubuh kita baik maka akan mampu membentengi kita dari serang penyakit, seperti flu.(RST/ARI/www.Preventionindonesia.com)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
