Koren Bersiap Lampaui Zahovic
Timnas Slovenia Christian Dior14/06/2010 10:50 | Jelang Piala Dunia 2010
Selebrasi gol gelandang Slovenia Robert Koren ke gawang Aljazair di penyisihan Grup C PD 2010 di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, 13 Juni 2010. Slovenia unggul 1-0.AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOU
Liputan6.com Johannesburg: Jika Anda bermain sebagai seorang gelandang tengah dari negara Slovenia, maka hanya sedikit pujian yang lebih tinggi ketimbang dibandingkan dengan legenda negeri tersebut, Zlatko Zahovic. Pujian seperti nampaknya layak untuk dilayangkan pada playmaker handal Slovenia pada Piala Dunia kali ini, Robert Koren.
Bermain sebagai playmaker di timnas Slovenia racikan pelatih Matjas Kek, Robert Koren disanjung-sanjung sebagai bintang baru Slovenia yang kemampuannya setara dengan legenda sepakbola negara tersebut, Zlatko Zahovic. Zahovic merupakan salah satu pesepakbola terbaik Slovenia yang ikut serta membawa Slovenia ke putaran final PD 2002 lalu. Gelandang yang pernah membawa Valencia ke final Liga Champions tersebut, bermain buruk pada Piala Dunia 2002, dan Slovenia secara memalukan tersingkir pada fase grup akibat tiga kekalahan beruntun melawan musuh-musuh mereka.
Lain halnya dengan Slovenia di PD 2010. Di bawah pimpinan Koren di lapangan, Slovenia berhasil meraih kemenangan (1-0) di laga perdana Grup C Piala Dunia 2010 kontra Aljazair, Minggu (13/6) kemarin. Sebuah prestasi yang bahkan tidak dapat dicapai Zahovic ketika menjadi playmaker Slovenia pada PD 2002 lalu.
Meski demikian, pemain yang berhasil membawa West Brombich Albion (WBA) kembali ke divisi utama Liga Inggris ini, tetap merendah. Baginya, Slovenia tidak memiliki bintang dan lebih mengandalkan kesatuan dan kekompakan dalam tim. Gelandang pintar dan memiliki teknik tinggi ini menghabiskan empat musim terakhirnya bersama WBA, sebuah klub yang naik turun divisi di Liga Inggris. Sebelumnya Koren merumput di Liga Norwegia bersama Lillestrom dan mengasah kemampuan sepakbolanya semasa remaja di dua klub liga domestik Slovenia, Dravograd dan Celje.
Tony Mowbray, pelatih yang membawa Koren ke Liga Inggris, memuji pemain serba bisa ini setinggi langit. “Robert (Koren) melambangkan bagaimana seorang pemain profesional itu seharusnya bersikap,” ujar mantan pelatih WBA ini. “Dia berlatih di posisi manapun seorang pelatih menginginkannya. Apapun peran yang anda minta untuk dilakukannya, maka dia akan memberikan seratus persen.”
Meski sepanjang karirnya dihabiskan di klub-klub medioker tetapi di tim nasional tidak ada yang meragukan peran Koren yang sangat vital. Peran itu ditunjukan ketika mencetak satu-satunya gol kemenangan dalam laga pembuka Slovenia kontra Aljazair Minggu (13/6) kemarin. Gol Koren memastikan raihan tiga poin dan menjadikan Slovenia sebagai pemuncak klasemen grup C, setidaknya untuk beberapa hari.
Hingga pertandingan kemarin, Koren telah mengemas 45 kali caps bersama Timnas Slovenia. Kapten tim sekaligus jenderal lapangan tengah Slovenia berusia 29 tahun ini merupakan pemain yang paling berpengalaman di timnas.Sang kapten yakin bahwa kedatangan Slovenia yang hanya dianggap sebagai tim penghibur di Piala Dunia ini justru akan menjadi kunci kesuksesan Slovenia di Piala Dunia nanti.
Terbiasa direndahkan sebagai tim lemah, Koren sekarang berharap musuh-musuh Slovenia di putaran final nanti melakukan kesalahan yang sama seperti Aljazair. “Saya sering mendengar orang-orang berkata bahwa kami merupakan tim Eropa yang paling lemah di kompetisi (Piala Dunia) ini,” tuturnya. “Ini justru akan membuat kami lebih bersemangat. Percayalah.. Kami siap untuk menghadapi laga-laga berikutnya.” (CHR/dariberbagaisumber)
Bermain sebagai playmaker di timnas Slovenia racikan pelatih Matjas Kek, Robert Koren disanjung-sanjung sebagai bintang baru Slovenia yang kemampuannya setara dengan legenda sepakbola negara tersebut, Zlatko Zahovic. Zahovic merupakan salah satu pesepakbola terbaik Slovenia yang ikut serta membawa Slovenia ke putaran final PD 2002 lalu. Gelandang yang pernah membawa Valencia ke final Liga Champions tersebut, bermain buruk pada Piala Dunia 2002, dan Slovenia secara memalukan tersingkir pada fase grup akibat tiga kekalahan beruntun melawan musuh-musuh mereka.
Lain halnya dengan Slovenia di PD 2010. Di bawah pimpinan Koren di lapangan, Slovenia berhasil meraih kemenangan (1-0) di laga perdana Grup C Piala Dunia 2010 kontra Aljazair, Minggu (13/6) kemarin. Sebuah prestasi yang bahkan tidak dapat dicapai Zahovic ketika menjadi playmaker Slovenia pada PD 2002 lalu.
Meski demikian, pemain yang berhasil membawa West Brombich Albion (WBA) kembali ke divisi utama Liga Inggris ini, tetap merendah. Baginya, Slovenia tidak memiliki bintang dan lebih mengandalkan kesatuan dan kekompakan dalam tim. Gelandang pintar dan memiliki teknik tinggi ini menghabiskan empat musim terakhirnya bersama WBA, sebuah klub yang naik turun divisi di Liga Inggris. Sebelumnya Koren merumput di Liga Norwegia bersama Lillestrom dan mengasah kemampuan sepakbolanya semasa remaja di dua klub liga domestik Slovenia, Dravograd dan Celje.
Tony Mowbray, pelatih yang membawa Koren ke Liga Inggris, memuji pemain serba bisa ini setinggi langit. “Robert (Koren) melambangkan bagaimana seorang pemain profesional itu seharusnya bersikap,” ujar mantan pelatih WBA ini. “Dia berlatih di posisi manapun seorang pelatih menginginkannya. Apapun peran yang anda minta untuk dilakukannya, maka dia akan memberikan seratus persen.”
Meski sepanjang karirnya dihabiskan di klub-klub medioker tetapi di tim nasional tidak ada yang meragukan peran Koren yang sangat vital. Peran itu ditunjukan ketika mencetak satu-satunya gol kemenangan dalam laga pembuka Slovenia kontra Aljazair Minggu (13/6) kemarin. Gol Koren memastikan raihan tiga poin dan menjadikan Slovenia sebagai pemuncak klasemen grup C, setidaknya untuk beberapa hari.
Hingga pertandingan kemarin, Koren telah mengemas 45 kali caps bersama Timnas Slovenia. Kapten tim sekaligus jenderal lapangan tengah Slovenia berusia 29 tahun ini merupakan pemain yang paling berpengalaman di timnas.Sang kapten yakin bahwa kedatangan Slovenia yang hanya dianggap sebagai tim penghibur di Piala Dunia ini justru akan menjadi kunci kesuksesan Slovenia di Piala Dunia nanti.
Terbiasa direndahkan sebagai tim lemah, Koren sekarang berharap musuh-musuh Slovenia di putaran final nanti melakukan kesalahan yang sama seperti Aljazair. “Saya sering mendengar orang-orang berkata bahwa kami merupakan tim Eropa yang paling lemah di kompetisi (Piala Dunia) ini,” tuturnya. “Ini justru akan membuat kami lebih bersemangat. Percayalah.. Kami siap untuk menghadapi laga-laga berikutnya.” (CHR/dariberbagaisumber)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

