Sukses

Roberto Carlos Malaysia Ingin Foto Bareng Ronaldo di Puskas Award

Liputan6.com, Zurich - Gelandang Penang FA Mohd Faiz Subri mendapat bekal pakaian tradisional Melayu untuk menghadiri malam penghargaan Puskas Award pada Senin (9/1/2017) malam nanti di Zurich, Swiss. Baju adat tersebut diberikan oleh asosiasi nirlaba berbasis budaya Armada Malaiu Malaysia (AMM).

Penyerahan Baju Melayu-- begitu mereka menyebutnya, dilakukan oleh Ketua Umum AMM Mass Ahmad Kamal lewat prosesi adat beserta penyematan penutup kepala Mahkota Alam. Acara ini memberikan simbol tanda doa seluruh rakyat Malaysia kepada Faiz agar memenangkan Puskas Award 2016.

"Saya 'ketaq' (gugup).Kalau beruntung, saya akan membawa pulang trofi untuk Pulau Pinang dan Malaysia," ujar Faiz di Penang International Airport, seperti dilansir Bernama, pada Senin (9/1/2017) siang.

Faiz terbang ke Zurich bersama istrinya, Norzawanis Hashim dan dua anaknya, Akif Fayyadh (4 tahun) dan Muhammad Aqil Zayyan yang baru berumur delapan bulan. Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo dijadwalkan juga hadir dalam rangkaian acara FIFA Award untuk menerima Ballon d'Or 2016.

"Ronaldo selalu menjadi idola saya sejak dulu. Jika saya bertemu dengannya, saya pasti akan selfie dengan dia," katanya kepada New Straits Times.

"Emosi saya campur aduk. Saya merasa takut, gembira dan senang juga. Tekanan sangat besar tapi saya akan mencoba untuk tetap tenang karena terdaftar dalam tiga nominator terakhir merupakan prestasi bagi saya," ucap Faiz.

Faiz harus bersaing dengan dua nominasi lainnya yaitu Johnath Marlone Azevedo da Silva dari klub Corinthians Brasil dan pesepakbola wanita Daniuska Rodriguez (Venezuela) untuk memperebutkan trofi Puskas Award. Ketiganya menyingkirkan bintang Barcelona Lionel Messi dan Neymar Jr.

1 dari 2 halaman

Mirip Roberto Carlos

Faiz terpilih berkat gol yang dicetak ke gawang Pahang pada Liga Super Malaysia, 16 Februari 2016. Tendangan jarak jauh yang dilepaskannya mampu mengecoh kiper lawan. Gol ini mirip tendangan bebas Roberto Carlos pada tahun 1998. Selama ini, Faiz memang dikenal sebagai eksekutor bola mati andal.

Pemain 29 tahun tersebut menjadi orang Asia ketiga setelah Kumi Yokoyama dan Hisato Sato dari Jepang yang berhasil masuk nominasi. Sayang, kedua pendahulunya gagal pulang membawa trofi pencetak gol terbaik dunia pada tahun 2010 dan 2014.