Sukses

Soal Tuduhan Doping, Ibrahimovic Menang di Pengadilan

Liputan6.com, Manchester - Zlatan Ibrahimovic, penyerang Manchester United (MU), mendapat kabar bahagia. Pengadilan baru saja memenangkannya dalam kasus tuduhan doping yang dilakukan Ulf Karlsson, mantan pelatih kepala tim atletik Swedia.

Kala itu, Karlsson menduga Ibrahimovic telah mengonsumsi doping saat masih bermain di Juventus. Karlsson meyakini doping tersebut memiliki andil dalam peningkatan performa Ibrahimovic untuk menambah massa otot.

"Zlatan memperoleh bobot tambahan 10 kg dalam enam bulan di Juventus. Itu tidak mungkin didapat dalam waktu singkat. Saya pikir ia doping, saya yakin," tutur Karlsson kepada SportBladet pada April 2016.

Mendengar hal tersebut, Ibrahimovic tak tinggal diam. Pemain berusia 3 Oktober 1981 itu pun membawa hal tersebut ke meja hijau. Setelah diproses, pengadilan di Swedia memutuskan bahwa komentar tersebut adalah sebuah fitnah.

Meski begitu, ia hanya mendapatkan hukuman berupa denda sebesar 24 ribu kronor (2.500 euro) atas komentarnya mengenai Ibrahimovic. Ia tak mendapatkan hukuman kurungan setelah tim hukumnya meminta pengadilan untuk tak mengambil keputusan tersebut.

1 dari 2 halaman

Tidak Dihukum

"Saya senang pengadilan telah setuju dengan saya bahwa ia tidak harus dihukum atas apa yang telah dikatakannya kepada wartawan. Itu prinsip penting," kata pengacara Johan Eriksson.

Setelah meninggalkan Juventus, Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan Inter Milan. (AFP/Paco Serinelli)

Ibrahimovic bergabung dengan Juve setelah diboyong dari Ajax Amsterdam pada musim panas 2004 dengan biaya 16 juta euro. Setelah menyumbang 26 gol dari 92 laga, Ibrahimovic meninggalkan Juve yang harus terdegradasi akibat skandal calciopoli.

Artikel Selanjutnya
Ibrahimovic Bebas Gunakan Fasilitas MU untuk Pemulihan Cedera
Artikel Selanjutnya
Nasibnya di MU Tanda Tanya, Ibrahimovic Angkat Bicara