Sukses

Alasan IBL Pakai Pemain Asing

Liputan6.com, Jakarta- Indonesian Basketball League (IBL) mulai musim 2017 membuat terobosan baru. Klub-klub kini bisa memakai pemain asing. Setiap klub maksimal diperbolehkan memakai dua pemain asing.

Pengecualian hanya dialami Aspac Jakarta dan CLS Knights Surabaya. Kedua klub itu hanya mendapat satu pemain asing karena sudah memiliki pemain naturalisasi. CLS punya Jamarr Andre Johnson, sedangkan Aspac memiliki Anthony Hangrove Jr.

Kontrak pemain asing dibayarkan oleh pengelola liga. "Klub-klub hanya membayarkan biaya penginapan, makan dan transportasi untuk para pemain," terang Direktur Utama IBL, Hasan Gozali.

Para pemain asing yang akan berlaga di IBL berasal dari Amerika Serikat dan hanya satu yang dari Kanada. "Kami akan melakukan breafing kepada para pemain mengenai kebiasaan-kebiasaan di Indonesia agar mereka tidak membuat masalah. Karena mungkin banyak diantara mereka yang baru kali ini bermain di luar negeri."

Penggunaan pemain asing menimbulkan pro-kontra. Namun Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) tak mempermasalahkan pemakaian pemain asing ini.

"Saya saksi sejarah penggunaan pemain asing terakhir kali di bola basket, sewaktu Kobatama. Saat itu malah memunculkan banyak pemain lokal potensial. Jadi saya rasa kehadiran pemain asing baik untuk pemain kita," ucap Danny Kosasi, ketua Perbasi.

"Selama ini pemain kita jarang mendapat pengalaman bertanding di luar. Dengan adanya pemain asing menciptakan suasana persaingan yang lebih bagus sehingga menguntungkan pemain lokal karena dapat menyerap ilmu," lanjut Danny.