Sukses

Reli Dakar: Loeb Berbalik Ungguli Peterhansel

Liputan6.com, Buenos Aires - Sebastien Loeb memenangi tahap kedelapan Reli Dakar dan merebut kembali posisi memimpin dari rekan satu timnya di Peugeot, Stephane Peterhansel, Selasa (10/1), ketika pereli Prancis itu memimpin pada perjalanan kembali ke Argentina dari Bolivia.

Elemen waktu di tahapan dari dataran tinggi Uyuni turun ke Salta kembali dipersingkat karena cuaca buruk, yang membuat penyelenggaraan reli dakar kesulitan sejak akhir pekan.

Peterhansel, yang memimpin satu menit 57 detik sepanjang malam, mengakhiri hari dengan tertinggal 38 detik di belakang juara dunia reli sembilan kali yang memenangi stage ketiganya pada ajang tahun ini.

Bahkan mungkin Loeb, yang start setelah rekan setimnya, akan unggul lebih banyak jika ia tidak mengalami masalah di perbatasan Argentina.

"Saya benar-benar berusaha sangat keras karena hari ini stage seperti salah satu yang saya sukai, dengan jalan-jalan cepat, sedang kemarin lebih seperti padang pasir dengan bukit-bukit," kata Loeb.

"Saya ingin berusaha untuk membuat celah hari ini namun akhirnya saya mengalami tusukan di bagian akhir stage jadi saya kehilangan beberapa menit untuk mengganti roda," tambahnya.

"Saat ini pertarungan terlihat seperti berlangsung antara saya dan Stephane, namun menurut saya dua hari mendatang akan sangat, sangat berat, dan apa pun bisa terjadi di sana."  

Reli Dakar ini, yang akan berakhir di Buenos Aires pada Sabtu, menjadi salah satu ajang adu ketahanan terberat di dunia olahraga automotif.

Sebelumnya, reli berlangsung dari Paris melintasi Sahara menuju ibu kota Senegal, kemudian pindah ke Amerika Selatan pada 2009 karena alasan-alasan keamanan.

Pada kategori sepeda motor, pereli Britania Sam Sunderland menambah keunggulan keseluruhannya setelah finis di posisi ketiga pada tahapan yang dimenangi pereli Spanyol Joan Barreda.   Sunderland kini unggul nyaris 21 menit dari pereli Chile Pablo Quintanilla.

"Ini benar-benar basah, dan sulit untuk melalui beberapa tempat. Saya beberapa kali berhenti untuk mengganti kaca mata saya dan mengganti sarung tangan saya dan hal-hal kecil lain," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

"Saya tidak bisa melihat buku petunjuk jalan, saya tidak bisa melihat ke mana saya melaju," tambah Sunderland, yang mengatakan dia menyelesaikan 100 kilometer terakhir tanpa rem belakang.