Sukses

5 Bintang yang Dibuang Guardiola

Liputan6.com, Manchester - Selain menyusun strategi jitu, Manajer Manchester City (Man City) Pep Guardiola ternyata punya hobi membuang pemain bintang. Beberapa nama besar pernah disia-siakannya saat melatih Bayern Muenchen dan Barcelona.

Guardiola mempertahankan kebiasaan itu ketika pindah ke Man City. Joe Hart, Samir Nasri, Wilfried Bony, dan Eliaquim Mangala menjadi korban kedatangannya.

Daftar pemain bintang yang tidak dipakai Guardiola tidak tanggung-tanggung. Dia pernah melepas pemain terbaik sejagat, penyerang tajam banjir prestasi, serta gelandang yang baru saja memenangkan Piala Dunia.

Siapa saja pemain yang dilego Guardiola? Berikut beberapa di antaranya:

1 dari 6 halaman

Deco

Deco. (AFP/PHILIPE MARCOU)
Maestro Portugal ini sebenarnya punya andil banyak bagi Barcelona. Deco menjadi kunci keberhasilan tim menuntaskan dahaga gelar enam tahun untuk mahkota La Liga.

Namun, Deco terbuang kala Guardiola tiba pada 2008. Dia dilepas karena Guardiola lebih tertarik memberikan waktu bermain bagi produk akademi, yakni Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Deco pun dijual ke Chelsea.
 
Keputusan Guardiola terbukti tepat. Xavi dan Iniesta membawa Barcelona dominan di Spanyol, Eropa, dan dunia. Sedangkan Deco memasuki periode akhir karier di London.

2 dari 6 halaman

Toni Kroos

Toni Kroos. (AFP/CHRISTOF STACHE)
Reputasi Guardiola sebagai pelatih besar tidak cukup untuk meyakinkan Kroos agar bertahan di Muenchen. Kroos juga tidak bergemin meski Guardiola sukses mempersembahkan gelar Liga Jerman, Piala Jerman, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub pada kampanye pertamanya.

Kroos enggan memperpanjang kontrak yang berakhir tahun 2015. Guardiola pun tidak memiliki pilihan selain melepasnya ke Madrid pada 2014.

Kepergiannya patut disayangkan. Apalagi Kroos baru saja membantu Jerman memenangkan Piala Dunia 2014.

3 dari 6 halaman

Zlatan Ibrahimovic

Pep Guardiola dan Zlatan Ibrahimovic saat bekerja sama sebagai pemain dan pelatih di Barcelona. (BBC)
Dendam itu masih menyala sampai saat ini. Ya, kekesalan Ibrahimovic kepada Guardiola memang sudah menjadi rahasia umum.

Ibrahimovic dibeli Guardiola dari Inter Milan pada 2009. Dia diharapkan dapat menggantikan Samuel Eto'o yang pergi ke arah sebaliknya.

Namun, keduanya kerap berbeda pendapat. Mereka bahkan dikabarkan jarang bertegur sapa. Ibrahimovic akhirnya cuma bertahan setahun di Camp Nou dan dilepas ke AC Milan.

4 dari 6 halaman

Samuel Eto'o

Samuel Eto'o. (AFP/Filippo Monteforte)
Guardiola mungkin salah satu manajer terbaik dalam sejarah Barcelona. Tapi, hubungannya dengan beberapa anak asuhnya tidak bisa dikatakan sempurna.

Sebelum Ibrahimovic, Eto'o merupakan salah satu pemain yang kerap berselisih dengannya. Pada satu kesempatan, Eto'o bahkan mendeskripsikan Guardiola sebagai pengecut.

Eto'o menilai Guardiola tidak menghormati dirinya. Sebab, striker asal Kamerun ini menjadi andalan Barcelona bertahun-tahun sebelum Guardiola tiba.

5 dari 6 halaman

Ronaldinho

Ronaldinho. (AFP/LLUIS GENE)
Ronaldinho menjadi contoh lain buangan Guardiola. Ronaldinho dibeli Barcelona dengan mahar 30 juta euro pada 2003 setelah menjadi bintang di Paris Saint-Germain.

Lima musim bersama Barcelona, Ronaldinho menyabet dua penghargaan pemain terbaik dunia. Dia juga mempersembahkan titel Liga Champions 2005-2006.

Akan tetapi, Ronaldinho kemudian menjalani periode suram begitu Guardiola tiba. Guardiola bahkan sudah terang-terangan tak akan memakai jasa sang pemain yang akhirnya dijual ke Milan. (I. Eka Setiawan)

Artikel Selanjutnya
5 Masalah Besar yang Harus Segera Diatasi Barcelona
Artikel Selanjutnya
5 Bintang Calon Penerus Iniesta di Barcelona