Sukses

Ini 5 Stadion Futuristik Klub Eropa

Liputan6.com, London - Chelsea menjadi klub teranyar berlomba-lomba memiliki rumah baru. Sulit bergerak karena kapasitas Stamford Bridge cuma dapat menampung 42 ribu orang, stadion anyar akan memberi keleluasaan pada sisi finansial klub.  

The Blues mungkin merugi pada awalnya. Namun, peningkatan kapasitas berarti penambahan pemasukan dari penjualan tiket. Kehadiran stadion baru turut memperkuat reputasi Chelsea dalam menggaet mitra. Mereka juga bisa menjual hak penamaan stadion ke sponsor.  

Strategi ini sudah membuat klub-klub lain terdongkrak pendapatannya. Maka, tidak heran jika Chelsea bukan satu-satunya nama yang tengah membangun stadion baru.

Siapa saja mereka? Berikut beberapa di antaranya:

1 dari 6 halaman

Barcelona

Desain baru Camp Nou. (Telegraph)
Kapasitas stadion ikonik Camp Nou akan ditambah enam ribu kursi sehingga bisa menampung 105 ribu orang. Jika berjalan sesuai rencana, rumah baru Barcelona ini selesai pada 2021.

Dengan kapasitas tersebut, Camp Nou bakal menjadi stadion terbesar untuk klub sepak bola. Camp Nou menyalip Melbourne Cricket Ground yang dapat memuat sekitar 100 ribu penonton.

Namun, biaya renovasi tidak bakal murah. Klub Catalan tersebut mesti menyediakan sekitar Rp 6,5 triliun.

2 dari 6 halaman

Tottenham Hotspur

Desain interior baru White Hart Lane. (Telegraph)
Gagal memenangkan lelang untuk menggunakan London Stadium, Tottenham kembali ke rencana semula. Klub London Utara itu akan membangun rumah baru di lokasi sama tempat White Hart Lane berdiri.

Proses pembangunan sudah berjalan. Selama itu, pasukan Mauricio Pochettino harus pindah ke Wembley untuk menggelar pertandingan Eropa.

Tottenham diperkirakan sudah menggunakan stadion baru pada musim 2018-2019. Dengan kapasitas 61 ribu penonton dan biaya Rp 12,2 triliun, rumah Spurs ini diperkirakan lebih mewah ketimbang kediaman musuh bebuyutan Arsenal.

3 dari 6 halaman

Atlanta United

Rumah milik dua klub sepak bola di Atlanta. (Telegraph)
Kandang klub MLS ini menarik perhatian karena berbentuk bunga. Namun, desain unik itu pula yang membuat biaya pembangunan sangat mahal.

United, yang akan menggunakan stadion bersama klub American football Atlanta Falcon, mesti patungan untuk menutup pengeluaran mencapai Rp 19,5 triliun.

Jika Falcon bermain, stadion bernama resmi Mercedez-Benz Stadium ini bisa menampung 71 ribu orang. Namun ketika United tampil, tribune atas akan ditutup sehingga stadion cuma dihadiri 30 ribu penonton.

4 dari 6 halaman

Atletico Madrid

Stadion baru kebanggaan Atletico Madrid. (Telegraph)
Atletico dengan cepat menjadi salah satu klub besar Eropa. Rival sekota Real Madrid itu pun memanfaatkan momentum untuk memperbesar diri.

Mereka segera memiliki stadion gemerlap untuk memamerkan talenta mereka di lapangan. Seperti Allianz Arena milik Bayern Muenchen, Wanda Metropolitano menggunakan LED di bagian atap. Dengan begitu, stadion ini bisa berganti warna.

Wanda Metropolitano (67 ribu penonton) juga bisa menampung 12 ribu orang lebih banyak ketimbang Estadio Vicente Calderon. Hal itu sejalan beriringan dengan meningkatnya jumlah suporter klub.

5 dari 6 halaman

Zenit St Petersburg

Desain futuristik Krestovsky. (Telegraph)
Zenit harus menunggu lama untuk bermain di rumah baru. Pertama kali diharapkan selesai pada 2008, penyelesaian stadion bernama Krestovsky ini kemudian mundur menjadi 2011.

Namun, renovasi tidak kunjung selesai. Kini Krestovsky diharapkan siap pada 2017 sehingga dapat dipakai untuk Piala Dunia 2018.

Penantian Zenit akan terbayar lunas. Desain yang mirip pesawat luar angkasa membuat Krestovsky menjadi salah satu stadion futuristik terbaik.

  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Chelsea
  • Stadion
Artikel Selanjutnya
Inter Milan Ingin Beli San Siro
Artikel Selanjutnya
Pembangunan Stadion Tertunda, AC Milan Didenda Kontraktor