Sukses

Rahasia Fisika di Balik Tendangan Pisang yang Memesona

Liputan6.com, Jakarta - Pemain Malaysia, Mohd Faiz Subri, memenangkan penghargaan Puskas FIFA 2016 untuk gol indahnya saat Penang menghadapi Pahang di Liga Super Malaysia. Subri mencetak gol tersebut pada Februari tahun lalu lewat tendangan bebas melengkung dari luar kotak penalti.

Gol melalui tendangan melengkung atau yang juga dikenal dengan tendangan pisang ini begitu mencuri perhatian. Pada 1997, ada tendangan pisang Roberto Carlos yang juga tidak kalah indah dari milik Faiz Subri.

David Beckham juga punya tendangan bebas melengkung, yang tak jarang melahirkan gol. Bola hasil tendangnya melambung dan secara tiba-tiba berbelok hingga masuk ke gawang lawan.

Lalu, bagaimana sesungguhnya tendangan pisang bisa tercipta. Apakah kebetulan atau sang pemain benar-benar paham teknik untuk menciptakan tendangan yang membuat arah bola melengkung itu?

Para pemain yang melakukan tendangan pisang dianggap memiliki otak jenius. Setidaknya hal itu dikatakan pengamat sepak bola Keith Hanna, karena para pemain itu dapat memproses perhitungan fisika yang kompleks secara cepat sekali.

"Gustav Magnus tahun 1852 pernah meneliti kasus sebuah bola yang bergerak sambil berotasi," kata ahli fisika, Prof. Yohanes Surya saat mengunjungi kantor Liputan6.com, Kamis (9/2/2017).

1 dari 2 halaman

Efek Magnus

"Gerakan bola  yang berotasi menimbulkan aliran udara, aliran udara yang searah dengan arah rotasi bola, bergerak lebih cepat dibandingkan dengan aliran udara pada sisi bola yang lain. Semakin cepat udara mengalir, semakin kecil tekanannya," terang Yohanes.

Pria berusia 53 tahun ini menerangkan, perbedaan tekanan menimbulkan gaya yang membelokkan bola ke arah lain. Dia menambahkan, membeloknya bola akibat adanya perbedaan tekanan udara yang sering disebut efek magnus, untuk menghormati Gustav Magnus.

"Efek  magnus akan mengecil jika kecepatan gerak bola terlalu besar atau rotasinya lebih lambat. Jadi, untuk mendapat efek  magnus yang besar, seorang  harus membuat bola berputar sangat cepat, tetapi kecepatannya tidak boleh terlalu cepat," papar pria kelahiran Jakarta ini

"Ketika pemain menendang bola secara keras dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola dengan udara akan memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak berubah, maka pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam,  masuk gawang, " jelas Yohanes.

Artikel Selanjutnya
Egy Maulana 2 Gol, Timnas Indonesia U-19 Bungkam Myanmar
Artikel Selanjutnya
Tekuk Slowakia, Langkah Inggris ke Piala Dunia Kian Mulus