Sukses

4 Pemain Bintang yang Bakal Jadi Pelatih Hebat seperti Guardiola

Liputan6.com, Jakarta - Pep Guardiola adalah mantan pemain yang memilih lanjutkan karier sebagai pelatih sepak bola. Karier kepelatihannya dimulai pada 21 Juni 2007 ketika dia resmi ditunjuk sebagai pelatih Barcelona B.

Di bawah komandonya, Barcelona B meraih kesuksesan. Prestasi cemerlang itu membuat Presiden Los Blaugrana Joan Laporta resmi mengangkat Guardiola sebagai pelatih tim utama dengan menggantikan Frank Rijkaard pada 5 Juni 2008.

Pada musim awal kepelatihannya, Barcelona berhasil mengakhiri musim dengan meraih tiga gelar sekaligus, yakni La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Barcelona juga jadi tim tersubur di antara jajaran liga-liga terbaik Eropa dengan mencetak sekitar 150 gol di semua kompetisi.

Sebelum angkat koper dari Camp Nou pada 2013, Guardiola telah menyumbang 14 trofi bergengsi. 

Lantas siapa lagi yang bakal mengikuti jejak mantan gelandang hebat Barcelona di era-90? Berikut empat pemain yang bakal jadi pelatih hebat, yang dilansir dari berbagai sumber.

1 dari 5 halaman

1. Gerard Pique

Saat berada di luar lapangan, Pique mungkin bukan pemain yang akrab dengan penggemar Barcelona. Tapi jangan pernah menanyakan apa yang terjadi ketika tampil di lapangan hijau.

Pasalnya Pique mampu menerapkan perintah pelatih untuk mengawal gawang mereka dari serangan lawan. Dia pun sering kali dipandang sebagai pemain bertahan yang baik.

Sekarang Pique tengah berada di puncak kariernya. Dia pasti akan belajar mengenal taktik sebelum memutuskan pensiun dan melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Meskipun Pique sempat berujar ingin menjadi presiden Barcelona, bisa jadi kekasih Shakira ini pilih jadi pelatih terlebih dahulu. Setelah mendapatkan kesuksesan, dia baru akan pikirkan untuk jadi presiden Barcelona.

2 dari 5 halaman

2. Gianluigi Buffon

Sangat jarang untuk melihat kiper menjadi seorang pelatih. Namun, jika ada penjaga gawang yang ingin menjajal peruntungan ada satu nama yang tepat yakni Buffon. Dia dianggap pantas untuk mengisi posisi pelatih masa depan Juventus maupun timnas Italia.

Hal itu berkaca pada pengalaman yang dimiliki Buffon di mana dia telah memenangkan beberapa penghargaan dan trofi bergengsi. Salah satunya ketika kiper berusia 39 tahun itu mengantarkan Italia juara Piala Dunia 2006.

Jika Buffon benar-benar tertarik, dia bisa mengikuti jejak pendahulunya Dino Zoff. Setelah legenda Italia itu memutuskan pensiun, dia memilih berada dalam manajemen untuk belajar banyak bagaimana mengenal taktik yang akan menjadi ciri khasnya.

Jadi tidak ada alasan mengapa Buffon tidak bisa melakukan hal yang sama. Selain Dino Zoff, ada beberapa eks kiper yang turun ke jalur pelatih seperti Peter Shilton, Bruce Arena dan David James.

3 dari 5 halaman

3. Javier Mascherano

Barcelona tak pernah kehilangan stok untuk menelurkan pemain yang siap untuk menjadi pelatih hebat. Sudah banyak contoh yang meraih kesuksesan, sebut saja Pep Guardiola, Luis Enrique, Frank Rijkaard, dan sebagainya.

Selain Gerard Pique ada satu nama lagi yang dianggap ideal untuk menjadi pelatih hebat. Dia adalah Javier Mascherano. Gaya kepemimpinannya sudah tidak perlu diragukan lagi.

Bahkan ketika dia tidak mengenakan ban kapten untuk Barcelona atau tim nasional Argentina, dia adalah orang pertama yang mengeluarkan perintah kepada rekan setim untuk tetap menjaga kekompakan.

Ketegasannya ini membuat dia terlihat berwibawa, sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang sosok pelatih.

4 dari 5 halaman

4. Philipp Lahm

Lahm disebut sebagai salah satu pemain cerdas. Tidak hanya mengambil peran dalam banyak posisi, dia juga mampu memperlihatkan sikap tegas saat berada di lapangan hijau.

Mantan pemain timnas Jerman itu bahkan tak segan mengkritik pihak yang melakukan kesalahan. Mungkin dia terlahir dengan jiwa pemimpin, sehingga banyak pesepak bola yang segan untuk berduel dengannya.

Sekarang Lahm telah memutuskan bakal gantung sepatu dari dunia sepak bola pada akhir musim mendatang. Sehingga bukan tidak mungkin dia akan melanjutkan kariernya sebagai seorang pelatih.

Setidaknya, Lahm bisa berguru terlebih dahulu di Bayern Muenchen junior sebelum terjun membesut tim utama.(David Permana)

Artikel Selanjutnya
Manajer Klub Gurem Jagokan Liverpool Juara Liga Inggris
Artikel Selanjutnya
Striker Leicester Andalkan Sepatu Kulit Kanguru