Sukses

Alasan Pedrosa Ngotot Kejar Juara MotoGP

Liputan6.com, Jakarta Dani Pedrosa sudah 11 musim ikut MotoGP. Tepatnya pada 2006, dia sudah bergabung dengan Repsol Honda.Selama itu pula, Pedrosa belum pernah sekalipun menjadi juara. Prestasi terbaiknya menjadi runner up tiga kali pada 2007, 2010 dan 2012.

Sudah berganti-ganti tandem mulai dari Nicky Hayden, Casey Stoner dan Marc Marquez tapi gelar juara tak kunjung juga datang. Pedrosa malah tetap tenggelam oleh kehadiran rekan-rekan barunya di Repsol Honda.

Meski begitu, pembalap mungil ini masih saja dipercaya Repsol Honda. Pembalap kelahiran Sabadell Spanyol ini selalu punya kepercayaan diri dan semangat yang tinggi setiap kali berlomba di MotoGP.

Ini yang membuatnya selalu terpakai oleh Repsol Honda. "Saya selalu punya target untuk memperbaiki diri, menang dan menguji kemampuan. Selalu tampil maksimal, itu semangat yang saya rasakan," kata Pedrosa seperti dikutip crash.

Musim lalu, Pedrosa hanya mampu berada di posisi ke-6 klasemen MotoGP. Dia memperoleh total 155 poin dari 18 seri balapan yang dilombakan. Ini menjadi torehan terburuknya setelah 2006 (peringkat 5).

1 dari 2 halaman

Motor Pilihan Pedrosa

Pedrosa mengaku selalu ingin mendapatkan motor terbaik yang sesuai dengan gaya balapnya. Terkadang, di sebuah seri balapan, dia bisa mendapatkan itu.

Seperti yang terjadi saat mengikuti MotoGP Misano tahun lalu dimana dia bisa menjadi juara. Seperti motor pilihan Pedrosa?

"Saya suka motor yang stabil. Soalnya gaya membalap saya selalu ingin mengulang racing line sama setiap lap. Agar bisa seperti itu, Anda butuh mesin yang stabil," katanya.

"Saya berbadan ringan, jadi saya gunakan shockbreaker lunak di belakang, tapi tidak selunak di depan."