Sukses

5 Pemain Andalan PSG Asal Klub Italia

Liputan6.com, Paris - Paris Saint Germain (PSG) berhasil memporak-porandakan Barcelona 4-0 dalam babak 16 besar Liga Champions 2016/2017 yang berlangsung di Stadion Parc des Princes, Rabu dinihari WIB (15/2/2017). Secara praktis, kemenangan tersebut mengantarkan mereka satu langkah menuju babak selanjutnya.

Namun, arti kemenangan tersebut tak sebatas itu. Kemenangan Edinson Cavani dkk menegaskan bahwa mereka merupakan klub kelas atas di Eropa.

Ya, sejak dibeli oleh pengusaha asal Qatar, lima tahun silam, PSG langsung mendominasi Ligue 1--liga utama Perancis--dengan menjadi juara lima kali berturut-turut. Kekuatan mereka tak terlepas dari komposisi pemain yang mereka miliki.

Pemain-pemain bintang yang mereka beli dengan harga mahal, plus sejumlah pemain muda yang ternyata tak kalah berkualitas, membuat mereka menjadi tim yang solid.

Namun, di antara punggawa yang mereka punya, terdapat beberapa nama yang sebelumnya merumput bersama klub Italia. Kehebatan pemain-pemain asal Liga Italia bahkan dapat dikatakan menjadi tonggak utama kesuksesan PSG. Berikut lima di antaranya.

1 dari 6 halaman

1. Marco Veratti

Marco Veratti termasuk salah satu pemain yang menjadi sorotan dalam laga kontra Barcelona dini hari tadi. Umpannya kepada Julian Draxler membuat PSG unggul 2-0 di babak pertama.

Tentu tak hanya di pertandingan tersebut ia menjadi sorotan. Dalam setahun terakhir, pemain bermata biru itu terus diincar sejumlah klub papan atas Eropa. Barcelona, Chelsea, dan Juventus sudah menyiapkan dana tak kurang dari Rp 1,3 triliun untuk mendapatkan tanda tangan pemain timnas Italia tersebut.

Namun, sejauh ini pemain 24 tahun itu menolak dengan alasan ingin setia bersama PSG.

Veratti sendiri dibeli PSG dari Pescara pada Juli 2012 seharga 12 juta euro. Kala itu, Pescara masih bermain di kasta Serie B.

2 dari 6 halaman

2. Thiago Silva

Pembelian Thiago Silva termasuk satu paket belanja dengan Veratti saat itu, yakni sama-sama di musim panas tahun 2012. Bedanya, Silva didatangkan dari AC Milan dengan harga mahal, yakni 42 juta euro atau sekitar Rp 600 miliar (kurs saat ini).

Pembelian Silva tak sia-sia. Kharismanya dalam memimpin rekan-rekannya membuat pertahanan PSG sulit untuk ditembus. Ia pun dipercaya sebagai kapten PSG hingga saat ini.

Ketangguhannya di lini belakang membuat AC Milan kabarnya ingin membelinya kembali musim depan. Namun, sang pemain sudah menegaskan bahwa dirinya akan bertahan lama di Paris. Ia baru saja memperpanjang kontraknya pada Desember lalu, yang mengikatnya hingga Juni 2020.

3 dari 6 halaman

3. Javier Pastore

Javier Pastore termasuk "generasi pertama" yang datang ke PSG sejak tim ibukota Perancis itu dikuasai konglomerat Qatar.

Dibeli dari Palermo dengan harga serupa Thiago Silva, Rp 600 miliar, gelandang asal Argentina itu membuktikan dirinya sebagai pemain kelas dunia. Selama membela PSG, Pastore telah menyumbangkan 38 gol dan 49 assist dari 218 penampilan.

Bersama Veratti, Silva, dan beberapa pemain asal klub Italia lainnya, serta juga Zlatan Ibrahimovic, Pastore termasuk bagian penting PSG dalam meraih gelar juara Ligue 1 lima kali secara berturut-turut.

Hanya saja belakangan, kiprah Pastore mulai sedikit meredup seiring persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan tempat utama di lini tengah PSG. Pada laga dini hari tadi malam Barcelona, ia hanya bermain sebagai pemain cadangan, masuk pada menit ke-86 menggantikan Julian Draxler.

4 dari 6 halaman

4. Edinson Cavani

Kedatangan konglomerat Qatar memang membuat PSG gila-gilaan dalam berbelanja pemain. Seakan belum puas dengan pembelian di dua musim awal, pada Juli 2013, Les Parisian merekrut bomber tajam Edinson Cavani dari Napoli. Harga 65 juta euro tak jadi masalah bagi mereka untuk striker Uruguay itu.

Peran Edinson Cavani bagi kejayaan PSG di Perancis tak perlu diragukan. Bersama Zlatan Ibrahimovic di lini depan, Cavani seakan berlomba dalam membukukan gol bagi rentetan kemenangan PSG. Tercatat, sejak bergabung, ia sudah mengemas 113 gol dalam 179 penampilan.

Dulu, di Serie A, Cavani mencetak 104 gol dalam 138 penampilan bagi Napoli. Selain Napoli, ia juga pernah membela Palermo. Untuk Palermo, ia mencetak 38 gol dalam 117 pertandingan.

Semenjak kepergian Ibrahimovic musim panas lalu, Cavani semakin menjadi-jadi. Sejauh musim ini, di Ligue 1 saja, ia sudah mengemas 25 gol dalam 23 pertandingan. Sedangkan di Liga Champions, ia membukukan rata-rata satu gol tiap pertandingan, alias 7 gol dalam 7 pertandingan.

5 dari 6 halaman

5. Thiago Motta

Berbeda dengan pemain yang sudah disebutkan di atas, pembelian Thiago Motta bisa dikatakan tidak terlalu ambisius. Ia hanya didatangkan untuk melengkapi kekuatan lini tengah PSG yang sejatinya sudah kuat. Ia dibeli dari Inter Milan pada bursa musim dingin 2012 seharga 11,5 juta euro.

Namun Motta ternyata memberikan lebih dari yang diharapkan. Pengalamannya yang cukup banyak membuat pemain 34 tahun itu mampu bersaing dengan gelandang-gelandang lainnya yang lebih muda. Ketenangannya menjadi ciri khas yang membedakannya.

Sejak berkostum PSG, mantan pemain Inter dan Genoa itu tercatat sudah tampil sebanyak 193 kali, mencetak 11 gol dan 16 assist. Sedangkan khusus musim ini, ia sudah bermain di 32 pertandingan. (Abul Muamar)

Artikel Selanjutnya
5 Pemain yang Bisa Didatangkan Barcelona Hasil Penjualan Neymar
Artikel Selanjutnya
Petinggi AC Milan ke London, Identitas Mr X Terkuak