Sukses

5 Duet Pelatih-Asisten Sepak Bola Terbaik di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Ini adalah aturan tak tertulis di sepak bola. Di balik setiap manajer besar, ada asisten hebat yang melakukan tugas begitu baik. Nah, ada lima duet pelatih dan asisten terbaik dalam sejarah sepak bola.

Seorang asisten pelatih memang memiliki tugas yang berat. Meski berada di balik layar, mereka acap menjadi sosok yang menganalisis lawan. Mereka berbagi tugas. Jika pelatih meramu tim, asisten memiliki pekerjaan memberikan instruksi spesifik terkait apa yang diinginkan manajer kepada para pemainnya.

Terkadang ia sendiri yang menyiapkan peralatan-peralatan untuk latihan. Asisten pelatih membantu keluar bosnya dalam mengorganisasi, pelatihan dan perencanaan yang masuk ke dalam menjalankan sebuah tim sepak bola dan memastikan bahwa itu sesukses mungkin.

Lantas, siapakah duet pelatih asisten terbaik? Berikut kami sajikan daftarnya dikutip dari FTB90.

1 dari 6 halaman

Brian Clough dan Peter Taylor

Clough dan Taylor mengambil peran bersama-sama di empat klub yang berbeda, yakni Hartlepool United, Derby County, Brighton & Hove Albion, dan Nottingham Forest. Mereka dikenang karena meraih dua Piala Eropa berturut-turut, keberhasilan ini terus dikenang hingga kini.

Saat Clough menjadi pelatih karismatik yang bisa bikin pemain termotivasi untuk mencapai puncak yang tak terbayangkan, Taylor berperan sebagai pendamping setia. Dia bak pengingat Clough yang beberapa kali salah dalam menerapkan taktiknya.

2 dari 6 halaman

Jose Mourinho dan Steve Clarke

Mourinho selalu membawa "gerbongnya" ke mana pun ia pergi dalam karier kepelatihannya. Contoh saja, Silvino Louro, Andres Villas Boas, dan Rui Faria yang membantu The Special One untuk mencapai sukses di Portugal, Inggris, Italia dan Spanyol.

Namun, deretan nama di atas masih kalah dengan nama Clarke. Dia terbukti menjadi asisten Mourinho yang paling efektif dan menjadi tangan kanan Mou ini setibanya di Liga Inggris.

Kombinasi tersebut bekerja dengan baik dan bersama-sama pasangan memimpin The Blues untuk dua gelar liga berturut-turut, Piala FA, dan dua Piala Liga hanya dalam tiga musim. Sudah pantas kalau Clarke merupakan asisten terbaik bagi Mourinho.

3 dari 6 halaman

Jurgen Klopp dan Zeljko Buvac

Dijuluki sebagai "The Brain" atau sebuah otak, Buvac dan Jurgen Klopp sudah bekerja sama sejak di Mainz 05. Pasangan itu bersatu kembali di sela-sela klub yang sama pada 2001 dan tak terpisahkan sejak itu.

Di balik sosok menggebu-gebu Klopp, Buvac telah berada di samping manajer Jerman itu sejak sukses era Borussia Dortmund dan meriah dua gelar Bundesliga. Kini keduanya kembali bekerja sama di Liverpool.

4 dari 6 halaman

Arsene Wenger dan Pat Rice

Saat ini asisten Wenger adalah mantan pemainnya, Steve Bould. Tapi manajer asal Prancis ini nyatanya lebih berhasil kala bekerja sama dengan Pat Rice.

Mantan pemain Irlandia Utara itu menjadi asisten Wenger setibanya ke Highbury pada 1996. Pasangan ini bekerja dengan keajaiban dengan mengamankan dua gelar domestik.

Keduanya berada di balik keberhasilan terkenal Arsenal saat musim tak terkalahkan 2003/04. Rice mengundurkan diri pada 2012, setelah mengabdi 44 tahun dengan klub London Utara.

5 dari 6 halaman

Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane

Ini memang berlangsung hanya satu musim, tapi nyatanya jadi musim terbaik. Kombinasi Carlo Ancelotti sebagai manajer dan Zinedine Zidane sebagai asistennya menginspirasi Real Madrid saat raih La Undecima.

Mereka membawa Madrid meraih rekor 10 gelar Liga Champions, serta kemenangan Copa del Rey dramatis atas Barcelona. Zidane sendiri sempat menangani tim B Los Blancos.

Namun, dia mengambil alih pekerjaan sebagai pelatih kepala beberapa tahun kemudian. Namun duetnya dengan Ancelotti akan selalu dikenang karena membawa sejarah untuk El Real.

(I. Eka Setiawan)

Artikel Selanjutnya
Luis Milla: Ezra Walian Akan Semakin Bagus
Artikel Selanjutnya
Luis Milla: Yang Kurang dari Ezra Walian Hanya Gol