Pemain Naturalisasi akan Jalani "Fit and Proper Test"
Aribowo Suprayogi30/07/2010 14:33 | Timnas Sepakbola
Kim Jeffrey Kurniawan (kiri), Irfan Bachdim (tengah) dan Alessandro Trabucco
Artikel Terkait
Liputan6.com, Jakarta: Para pemain sepak bola naturalisasi yang ingin bermain di Indonesia harus menjalani "fit and proper test", demikian Sekjen PSSI Nugraha Besoes. "Untuk hal-hal yang bersifat teknis bagaimana pun mereka harus mengikuti fit and proper test. Sedangkan untuk masalah administrasi tentu harus diselesaikan lebih dulu," kata Nugraha di Jakarta, Jumat (30/7).
Dalam sebuah konferensi pers, Badan Tim Nasional mengumumkan tiga pemain naturalisasi masuk Pelatnas yakni Irfan Bachdim, Allesandro Trabucco dan Kim Jeffrey Kurniawan. Menurut Nugraha, tidak mudah bagi mereka untuk bisa masuk ke atmosfir persepakbolaan Indonesia, mengingat status naturalisasi telah diatur badan sepak bola dunia (FIFA), sementara pemerintah juga memiliki aturan tersendiri, Undang-undang nomor 20 tahun 2006.
Diantara peraturan yang tercantum dalam UU 20/2006 adalah bahwa kewarganegaraan seseorang dapat diperoleh dengan proses "pewarganegaraan", sementara menurut FIFA, seseorang bisa dinaturalisasi jika didukung promotor di negaranya dan memiliki dua paspor. "Masih ada ketentuan lain semisal seseorang memiliki keturunan darah dari kakek dan neneknya atau ayah dan ibunya. Sementara dalam aturan FIFA, seseorang yang sudah lima tahun berturut-turut berada di negara lain atau 10 tahun tidak berturut-turut berada di negara itu, maka dia bisa menjadi warga negara setempat," urai Nugraha.
Dari tiga pemain naturalisasi tersebut, Alessandro Trabucco kelahiran Denpasar, Bali, berusia di bawah 18 tahun sehingga menghadapi kendala masuk ke Indonesia. Trabucco yang terakhir kali bermain di klub Rimini, Italia, sedangkan Irfan Bachdim terakhir bermain di FC Utrecht Belanda sementara Kim Kurniawan bermain di FC Heidelsheim Jerman. Calon pemain naturalisasi lainnya adalah Serginho van Dijk (Belanda-Adelaide United/Australia), Donovan Partosoebroto (Belanda-SV Hoofdrof) dan Jason Oost (Belgia-KSVK United).
Ketua Badan Tim Nasional Iman Arif menegaskan, para pemain tersebut tetap harus menjalani tes fisik dan teknik sesuai program pelatih Alfred Riedl. "Kriteria mengenai teknik sepenuhnya ditentukan oleh pelatih. Intinya, timnas akan dihuni oleh pemain terbaik," ujarnya. (Ant)
Dalam sebuah konferensi pers, Badan Tim Nasional mengumumkan tiga pemain naturalisasi masuk Pelatnas yakni Irfan Bachdim, Allesandro Trabucco dan Kim Jeffrey Kurniawan. Menurut Nugraha, tidak mudah bagi mereka untuk bisa masuk ke atmosfir persepakbolaan Indonesia, mengingat status naturalisasi telah diatur badan sepak bola dunia (FIFA), sementara pemerintah juga memiliki aturan tersendiri, Undang-undang nomor 20 tahun 2006.
Diantara peraturan yang tercantum dalam UU 20/2006 adalah bahwa kewarganegaraan seseorang dapat diperoleh dengan proses "pewarganegaraan", sementara menurut FIFA, seseorang bisa dinaturalisasi jika didukung promotor di negaranya dan memiliki dua paspor. "Masih ada ketentuan lain semisal seseorang memiliki keturunan darah dari kakek dan neneknya atau ayah dan ibunya. Sementara dalam aturan FIFA, seseorang yang sudah lima tahun berturut-turut berada di negara lain atau 10 tahun tidak berturut-turut berada di negara itu, maka dia bisa menjadi warga negara setempat," urai Nugraha.
Dari tiga pemain naturalisasi tersebut, Alessandro Trabucco kelahiran Denpasar, Bali, berusia di bawah 18 tahun sehingga menghadapi kendala masuk ke Indonesia. Trabucco yang terakhir kali bermain di klub Rimini, Italia, sedangkan Irfan Bachdim terakhir bermain di FC Utrecht Belanda sementara Kim Kurniawan bermain di FC Heidelsheim Jerman. Calon pemain naturalisasi lainnya adalah Serginho van Dijk (Belanda-Adelaide United/Australia), Donovan Partosoebroto (Belanda-SV Hoofdrof) dan Jason Oost (Belgia-KSVK United).
Ketua Badan Tim Nasional Iman Arif menegaskan, para pemain tersebut tetap harus menjalani tes fisik dan teknik sesuai program pelatih Alfred Riedl. "Kriteria mengenai teknik sepenuhnya ditentukan oleh pelatih. Intinya, timnas akan dihuni oleh pemain terbaik," ujarnya. (Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
