Sukses

5 Stadion Sepak Bola Ini Sekarang Tinggal Reruntuhan

Liputan6.com, London - Stadion adalah sebuah tempat yang sangat bermakna bagi sebuah klub sepak bola. Namun, nyatanya beberapa stadion mulai ditinggalkan dan berubah jadi reruntuhan secara perlahan.

Di berbagai belahan dunia mana pun, stadion tidak hanya sekadar tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan pertandingan kandang. Tetapi juga tempat yang menghadirkan berbagai momen penting sepanjang sejarah klub tersebut.

Kendati demikian, hal itu nyatanya perlahan mulai terabaikan. Bahkan, lima stadion di bawah ini sudah tak terurus setelah ditinggalkan.

Padahal, dahulu stadion ini merupakan tempat yang cukup magis. Stadion mana saja itu? Berikut daftarnya dikutip dari Sportskeeda:

1 dari 6 halaman

Boothferry Park

1. Boothferry Park

Stadion ini dibangun pada 1956. Padahal Boothferry Park menjadi salah satu contoh modernitas.

Boothferry Park sendiri dahulu digunakan sebagai markas Hull City. Stadion ini dibuka dengan 55.019 orang menyaksikan pertandingan Piala FA Hull menghadapi Manchester United pada  musim 1948/49.

Stadion tersebut mulai terbaikan setelah Hull pindah ke KC Stadium, dan Boothferry Park perlahan pun usang. Supermarket Kwik Save and Iceland ditutup pada tahun 2007, pembongkaran dimulai pada 2008 dan lampu sorot dibongkar seluruhnya di tahun 2011. Sekarang tempat itu dijadikan wilayah perumahan.

2 dari 6 halaman

Lluis Sitjar Stadium

2. Lluis Sitjar Stadium

Estadio Lluis Sitjar merupakan markas klub Segunda, RCD Mallorca. Stadion ini menjadi tuan rumah Mallorca selama lebih dari 50 tahun.

Akan tetapi, Mallorca meninggalkan stadion pada tahun 1999 ke Stadion Iberostar yang merupakan markas mereka saat ini. Setelah itu, perlahan LLuis Sitjar mulai terabaikan

Bahkan, stadion ini tidak hanya dipenuhi dengan rumput liar. Tetapi juga dengan kondisi bangunannya yang sudah kotor, sehingga menambah kesan kotor.

3 dari 6 halaman

Estadio Insular

3. Estadio Insular

Mirip dengan RCD Mallorca, Estadio Insular adalah markas La Liga, UD Las Palmas selama lebih dari 50 tahun. Kapasitasnya sederhana dengan 21.000 pentonton, tapi sudah melambangkan periode paling sukses klub.

Di akhir tahun 1960-an, Las Palmas memiliki periode paling sukses dengan finis di posisi tiga La Liga pada musim 1967-1968 dan akan melangkah lebih jauh di 1968-69 dan itu saat Las Palmas bermarkas di sini.

Promosi ke divisi 1 di 2015/16, itu adalah pertama kalinya mereka bermain di liga teratas sejak meninggalkan Estadio Insular pada tahun 2003. Kini, mereka berharap dengan bisa mengulangi sukses itu di markas anyarnya, Estadio Gran Canaria.

4 dari 6 halaman

Central Dynamo Stadium

4. Central Dynamo Stadium

Central Dynamo bisa menampung lebih dari 36.000 pendukung Dynamo Moskva. Stadion ini menjadi rumah bagi Dynamo Moskva selama 80 tahun.

Stadion ini juga salah satu tempat dari Olimpiade 1980. Dynamo Mosva sendiri telah memenangkan 11 gelar divisi 1 bersama dengan tujuh Piala Rusia dan Piala UEFA Cup Winners di 1971-1972 dengan stadion legendaris inisebagai markanya.

Entah mengapa, setelah meninggalkan stadion ini pada tahun 2008, Dynamo Moskow belum mencicipi trofi lagi. Stadion ini mulai terabaikan setiap hari karena usia dan pemeliharaan yang buruk, dan akhirnya dibongkar pada tahun 2011.

5 dari 6 halaman

Stadion Za Luzankami

5. Stadion Za Luzankami

Stadion Za Luzankami adalah kandang dari klub Ceko, FC Zbrojovka Brno selama 50 tahun. Pada satu titik pada tahun 1960, stadion ini dianggap yang terbesar di Ceko dan juga memegang rekor kehadiran tertinggi di  sana dalam pertandingan antara Brno vs Slavia Praha.

Stadion ini ditutup pada tahun 2001 karena stadion tidak memenuhi kriteria FIFA. Seperti waktu telah berlalu, stadion ini dalam keadaan rusak, dengan pohon-pohon dan semak-semak yang tumbuh di dalamnya dan orang-orang tunawisma yang tinggal di tribun. (I. Eka Setiawan)