Sukses

Buruk di Tes Pramusim MotoGP, Rossi Tetap Punya Peluang Juara

Liputan6.com, Jakarta Secara keseluruhan, rapor Valentino Rossi jauh dari ekspektasi dalam setiap edisi tes pramusim MotoGP 2017. Namun, bukan berarti pembalap Movistar Yamaha itu dicoret dalam daftar kandidat juara dunia.

Pada tes terakhir MotoGP di Sirkuit Losail, Qatar, 11-13 Maret 2017, Rossi memang sempat mendapatkan hasil bagus pada hari kedua. Namun, jika catatan waktu terbaik semua pembalap dikalkulasi sejak hari pertama hingga terakhir, The Doctor hanya menempati posisi keenam.

Ia selalu kalah cepat dari rekan setim anyarnya, Maverick Vinales, yang dinobatkan sebagai raja tes pramusim MotoGP 2017. Rossi sendiri kerap mengeluhkan kinerja ban sebagai permasalahan utamanya. Mengenai hal itu, bos Suzuki Ecstar Davide Brivio tetap percaya dengan kapasitas Rossi.

"Seperti kami, ia harus sedikit berjuang, mengakhiri musim dingin dengan beberapa keraguan," kata Brivio seperti dikutip GPOne.

"Tampaknya, ia memiliki beberapa masalah teknis yang menghalanginya untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Tapi, ia dan timnya sangat berpengalaman, punya banyak data untuk menyelesaikan masalah." 

Berbeda dengan Rossi, Vinales telah mengejutkan banyak pihak dengan performanya sepanjang tes pramusim MotoGP 2017. Catatan waktunya selalu menjadi yang terbaik di antara semua pembalap.

1 dari 2 halaman

Terkejut Vinales

Itu yang membuat Vinales disebut-sebut sebagai calon kuat juara dunia MotoGP 2017 bersama pembalap Repsol Honda, Marc Marquez. Bahkan, Brivio yang sebelumnya menjadi bos Vinales ikut terkejut dengan pencapaian mantan pembalapnya tersebut.



"Saya akan jujur, Maverick telah mengejutkan saya. Saya tidak pernah meragukan kecepatannya, tapi saya tak menduga ia bisa menyelesaikan setiap tes di tempat pertama. Saya terkejut seberapa cepat ia beradaptasi dengan Yamaha," papar Brivio.

"Maverick akan menjadi salah satu favorit. Ia akan bertarung untuk gelar, bukan hanya musim ini, tapi untuk 10 tahun ke depan. Pertarungannya dengan Marquez akan menjadi episode jangka panjang," Brivio menambahkan.

Artikel Selanjutnya
MotoGP: Ketika Rencana Rossi Berantakan
Artikel Selanjutnya
MotoGP Belanda: Start Posisi 21, Ini Pembelaan Lorenzo