Sukses

Buntut Pelemparan, KAI Ancam Suporter Larang Naik Kereta Api

Liputan6.com, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyesalkan insiden pelemparan batu terhadap gerbong kereta api, yang diduga dilakukan oknum suporter sepakbola. Jika kejadian serupa terus menerus terjadi, pihak PT KAI akan melarang suporter menggunakan kereta api.

Humas PT KAI Daop 2 Joni Martinus ‎mengatakan, peristiwa pelemparan batu oleh oknum suporter itu, membahayakan penumpang lainnya yang juga berada di dalam gerbong kereta api. Dia berharap para suporter sepakbola bisa lebih dewasa dengan tidak membahayakan keselamatan orang lain.

"Ini kan berbahaya, jika memang benar ada suporter bola di dalam kereta, kenapa tidak berpikir juga bahwa di sana pun terdapat penumpang umum. ‎Seharusnya suporter bola di Indonesia lebih dewasa, dan tindakan seperti ini sangat tidak dibenarkan," jelas dia kepada liputan6.com.

Hingga saat ini, kata Joni, pihaknya masih melakukan penghitungan kerugian yang dialami akibat peristiwa pelemparan tersebut. Dia mengatakan, beberapa kaca gerbong pecah akibat lemparan batu.

"Ada banyak kaca kereta pecah, siapa yang mau tanggung jawab jika seperti ini," ujar Joni.

Berkaitan dengan insiden yang terjadi Jumat dini hari, (24/3/2017), PT KAI pun meminta maaf kepada penumpang. Dia berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi.

"Bisnis kami ini kan melayani masyarakat dengan keselamatan dan kenyamanan adalah hal yang paing utama. Untuk itu, hal-hal seperti ini sungguh sangat tidak patut dan menganggu kenyamanan pengguna jasa kami. Bisa jadi kami ke depannya melarang suporter menggunakan kereta api, karena tindakan anarkis ini sangat merugikan PT KAI," jelas Joni.

Seperti diketahui, insiden ini terjadi pada kereta api yang ditumpangi pendukung Persija Jakarta, Jakmania. Pelemparan terjadi saat rombongan Jakmania hendak ke Cilacap.

Usai kejadian terhadap suporter itu, Kepolisian Bandung menangkap sembilan pelaku pelemparan terhadap kereta jurusan Pasar Senen(Jakarta)-Kroya (Purwokerto) yang ditumpangi pendukung itu.(Aditya Prakasa)

Artikel Selanjutnya
VIDEO: Perjalanan KRL Bogor-Depok Terganggu Akibat Kabel PLN Putus
Artikel Selanjutnya
Ada Gangguan PLN, Penumpang KRL Bogor-Depok Menumpuk