Diego Salahkan Marotta
Juventus ME Gunawan02/09/2010 17:54 | Juventus
Selebrasi gol gelandang VfL Wolfsburg Diego Ribas ke gawang Mainz 05 di Volkswagen Arena, 28 Agustus 2010. AFP PHOTO / JOHN MACDOUGALL
Diego Ribas da Cunha (© AFP 2010)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Turin: Hanya semusim Diego Ribas da Cunha menjalani petualangannya di kompetisi Serie A Italia bersama Juventus. Diwarnai “tarik-ulur”, akhirnya pada 27 Agustus lalu, Diego didepak Bianconeri yang menjualnya ke VfL Wolfsburg dengan fee transfer 15,5 juta euro, rekor fee bagi Wolves. Jumlah yang lebih rendah 10 juta euro dibanding dana yang harus dikeluarkan Juve saat memboyong Diego dari Werder Bremen pada 26 Mei 2009.
Keputusan Bianconeri mendapat kritikan pedas dari Diego. “Strategi Juve di bursa transfer benar-benar dipenuhi kesalahan. Mereka merugi dan kehilangan sejumlah pemain bintang. Saya berharap di masa depan mereka mau memahami jika kualitas tim tidak hanya tergantung dari pemain lokal. Anda tidak bisa meraih gelar dengan kebijakan seperti itu,” ketus Diego.
Diego menunjuk General Manager Sport Giuseppe Marotta sebagai biang keladi kebijakan Juventus. Sebab, di mata Diego, dirinya masih dibutuhkan Luigi Del Neri, allenatore Juve. “Ia (Del Neri) dengan jelas mengatakan bahwa ia masih membutuhkan keberadaan saya. Di lain pihak, Marotta bersikap sebaliknya. Jika Marotta mau melego saya, seharusnya itu dilakukan dua bulan yang lalu. Sebab, dengan begitu prosesnya tidak rumit dan Juve pun bakal mendapatkan solusi yang lebih baik,” ujar Diego berapi-api.
Lebih jauh, Diego menilai Marotta tak punya kapabilitas untuk menangani klub sekaliber Juventus. “Faktanya, Marotta tidak bersikap baik terhadap saya maupun dengan para pemain juara lainnya seperti (Mauro) Camoranesi atau (David) Trezeguet. Ia tidak punya pengalaman. Seharusnya (skuad) Juventus bisa lebih kuat,” tandas Diego.(MEG/Soccernet)
Keputusan Bianconeri mendapat kritikan pedas dari Diego. “Strategi Juve di bursa transfer benar-benar dipenuhi kesalahan. Mereka merugi dan kehilangan sejumlah pemain bintang. Saya berharap di masa depan mereka mau memahami jika kualitas tim tidak hanya tergantung dari pemain lokal. Anda tidak bisa meraih gelar dengan kebijakan seperti itu,” ketus Diego.
Diego menunjuk General Manager Sport Giuseppe Marotta sebagai biang keladi kebijakan Juventus. Sebab, di mata Diego, dirinya masih dibutuhkan Luigi Del Neri, allenatore Juve. “Ia (Del Neri) dengan jelas mengatakan bahwa ia masih membutuhkan keberadaan saya. Di lain pihak, Marotta bersikap sebaliknya. Jika Marotta mau melego saya, seharusnya itu dilakukan dua bulan yang lalu. Sebab, dengan begitu prosesnya tidak rumit dan Juve pun bakal mendapatkan solusi yang lebih baik,” ujar Diego berapi-api.
Lebih jauh, Diego menilai Marotta tak punya kapabilitas untuk menangani klub sekaliber Juventus. “Faktanya, Marotta tidak bersikap baik terhadap saya maupun dengan para pemain juara lainnya seperti (Mauro) Camoranesi atau (David) Trezeguet. Ia tidak punya pengalaman. Seharusnya (skuad) Juventus bisa lebih kuat,” tandas Diego.(MEG/Soccernet)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
