Lintah, Dewa Penolong Saha
Everton ME Gunawan02/09/2010 20:07 | Everton
Striker Timnas Prancis Louis Saha di sesi konferensi pers di kamp latihan timnas di Clairefontaine-en-Yvelines, barat daya Paris, 31 Agustus 2012, jelang laga kualifikasi Euro 2012. AFP PHOTO / BORIS HORVAT
Louis Saha (© AFP 2010)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Paris: Sepanjang kariernya di lapangan hijau, Louis Saha kerap diganggu cedera pada lututnya. Nyeri itu dirasakan Saha terutama saat membela Manchester United selama empat setengah musim, 2004-2008. Itulah sebabnya, di bursa transfer musim panas 2008, Sir Alex Ferguson setengah terpaksa melego Saha ke Everton. Di Goodison Park, Saha diikat kontrak khusus selama dua musim, yaitu dibayar per pertandingan.
Tak dinyana, peruntungan Saha bersama The Toffees berubah. Buktinya, selain menjadi pemain kepercayaan David Moyes, setelah beberapa tahun tersingkir kini Saha kembali mendapat kesempatan memperkuat Timnas Prancis di laga perdana kualifikasi Euro 2012 Grup D melawan Belarusia di Stade de France, Saint-Dennis, Jumat (3/9) malam waktu setempat atau Sabtu (4/9) dinihari WIB.
Rupanya, kondisi fisik Saha mulai fit. Lututnya mulai membaik. Usut punya usut, “keajaiban” yang terjadi pada lutut Saha disebabkan pengobatan kuno ala Mesir yang telah berusia 5.000 tahun, yaitu dengan menggunakan lintah. Terapi medis yang antik itu dilakukan Saha di kampung kelahiran neneknya di Kepulauan Guadeloupe.
“Saya mengunjungi kakek dan nenek saya yang tinggal di Guadeloupe. Lalu, di sana, saya meletakkan sejumlah lintah pada lutut saya yang kerap membengkak. Ajaibnya, rasa nyeri dan pembengkakan itu mulai berkurang. Dan, kini saya rasa kondisi lutut saya telah membaik,” ujar Saha.
Setelah hanya mencetak enam gol dari 24 penampilannya di Liga Premier di musim 2008-09, setahun kemudian Saha mampu menoreh 13 gol dari 33 partai premiership. Di sela-sela kiprahnya di Goodison Park yang terbilang memuaskan, pada Februari lalu, Saha meneken kontrak baru selama dua musim atau sampai akhir musim 2011-2012.(MEG/The Sun)
Tak dinyana, peruntungan Saha bersama The Toffees berubah. Buktinya, selain menjadi pemain kepercayaan David Moyes, setelah beberapa tahun tersingkir kini Saha kembali mendapat kesempatan memperkuat Timnas Prancis di laga perdana kualifikasi Euro 2012 Grup D melawan Belarusia di Stade de France, Saint-Dennis, Jumat (3/9) malam waktu setempat atau Sabtu (4/9) dinihari WIB.
Rupanya, kondisi fisik Saha mulai fit. Lututnya mulai membaik. Usut punya usut, “keajaiban” yang terjadi pada lutut Saha disebabkan pengobatan kuno ala Mesir yang telah berusia 5.000 tahun, yaitu dengan menggunakan lintah. Terapi medis yang antik itu dilakukan Saha di kampung kelahiran neneknya di Kepulauan Guadeloupe.
“Saya mengunjungi kakek dan nenek saya yang tinggal di Guadeloupe. Lalu, di sana, saya meletakkan sejumlah lintah pada lutut saya yang kerap membengkak. Ajaibnya, rasa nyeri dan pembengkakan itu mulai berkurang. Dan, kini saya rasa kondisi lutut saya telah membaik,” ujar Saha.
Setelah hanya mencetak enam gol dari 24 penampilannya di Liga Premier di musim 2008-09, setahun kemudian Saha mampu menoreh 13 gol dari 33 partai premiership. Di sela-sela kiprahnya di Goodison Park yang terbilang memuaskan, pada Februari lalu, Saha meneken kontrak baru selama dua musim atau sampai akhir musim 2011-2012.(MEG/The Sun)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
