Villa Coret Eriksson
Aston Villa ME Gunawan03/09/2010 11:35 | Aston Villa
Direktur Sepakbola Notts County, Sven Goran Eriksson dalam konferensi persnya di Nottingham, 22 Juli 2009. AFP PHOTO/PAUL ELLIS
Sven-Goran Eriksson (© AFP 2009)
Artikel Terkait
Liputan6.com, Birmingham: Aston Villa mencoret nama pelatih beken Sven-Goran Eriksson dari daftar kandidat manajer permanen klub dan menjadi suksesor Martin O’Neill yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 9 Agustus lalu. Muncul nama mantan manajer Liverpool, Gerard Houllier, yang ditimbang sebagai kandidat serius untuk menjadi Direktur Sepakbola Klub yang akan bekerja bersama caretaker Kevin MacDonald.
Sejauh ini, Villa telah berupaya mendekati dan menilai sejumlah sosok yang dinilai pantas dan kapabel menduduki kursi manajer yang kosong, di antaranya Eriksson dan Alan Curbishley, mantan manajer West Ham United (Baca: Kontak Curbishley, Wawancarai Eriksson). Dalam perkembangan terakhir, Houllier berada di pole position.
Namun, sejak meninggalkan Olympique Lyonnais pada 2007, Houllier, 62 tahun, tidak lagi terlibat dalam manajemen klub. Hal itu dipicu dari penyakit jantung yang dideritanya. Karenanya, Villa besar kemungkinan tidak akan mendaulat Houllier sebagai manajer tim yang sehari-hari berurusan langsung dengan pemain dan klub.
Langkah mencari kompromi atau jalan tengah pun tengah ditimbang, yaitu menduetkan Houllier dan MacDonald. Pola seperti itu diusulkan mantan manajer Villa, Graham Taylor, saat bertemu dengan Chief Executive Klub Paul Faulkner. Dalam benak Taylor, MacDonald cukup cakap dalam menjalankan tugas sebagai first team coach.
Lagipula, saat diwawancarai owner klub Randy Lerner, MacDonald menyiratkan kesediaannya untuk bekerja bersama-sama seorang figur yang lebih berpengalaman. Meski telah mencoret nama Eriksson, Villa diyakini masih tetap mencantumkan Curbishley dalam daftar kandidat manajer baru.(MEG/Guardian/The Sun)
Sejauh ini, Villa telah berupaya mendekati dan menilai sejumlah sosok yang dinilai pantas dan kapabel menduduki kursi manajer yang kosong, di antaranya Eriksson dan Alan Curbishley, mantan manajer West Ham United (Baca: Kontak Curbishley, Wawancarai Eriksson). Dalam perkembangan terakhir, Houllier berada di pole position.
Namun, sejak meninggalkan Olympique Lyonnais pada 2007, Houllier, 62 tahun, tidak lagi terlibat dalam manajemen klub. Hal itu dipicu dari penyakit jantung yang dideritanya. Karenanya, Villa besar kemungkinan tidak akan mendaulat Houllier sebagai manajer tim yang sehari-hari berurusan langsung dengan pemain dan klub.
Langkah mencari kompromi atau jalan tengah pun tengah ditimbang, yaitu menduetkan Houllier dan MacDonald. Pola seperti itu diusulkan mantan manajer Villa, Graham Taylor, saat bertemu dengan Chief Executive Klub Paul Faulkner. Dalam benak Taylor, MacDonald cukup cakap dalam menjalankan tugas sebagai first team coach.
Lagipula, saat diwawancarai owner klub Randy Lerner, MacDonald menyiratkan kesediaannya untuk bekerja bersama-sama seorang figur yang lebih berpengalaman. Meski telah mencoret nama Eriksson, Villa diyakini masih tetap mencantumkan Curbishley dalam daftar kandidat manajer baru.(MEG/Guardian/The Sun)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
SEA Games 2011
RD: Target Saya Medali Emas
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, memuji permainan anak asuhnya. "Kita punya peluang memenangkan pertandingan dengan Malaysia," tegasnya.
Polling Bola
