Sukses

MotoGP: Ducati Belum Menyerah Bantu Lorenzo

Liputan6.com, Assen - Jorge Lorenzo masih jauh dari status sebagai kandidat juara dunia MotoGP 2017. Saat para pembalap sudah sibuk bersaing, ia justru masih kesulitan beradaptasi dengan setelan motor Ducati Desmosedici GP 17.

Padahal, Ducati sendiri berharap bisa membawa mereka menjadi tim yang kembali disegani di MotoGP 2017. Saking percayanya, Ducati menjadikan X-Fuera sebagai salah satu pembalap dengan bayaran tertinggi di MotoGP.

Sayang, harapan mereka sampai saat ini belum terkabul. Hingga balapan ketujuh, baru satu podium yang disumbangkan pria berusia 30 tahun itu. Itu pun hanya podium ketiga di MotoGP Spanyol.

"Jorge adalah seorang juara. Ia akan merespon dan kami juga membantunya untuk mencapai hasil seperti Andrea (Dovizioso). Ini semua bagian dari permainan. Saya sangat optimistis Lorenzo lebih memahaminya soal bagaimana ia harus naik motor ini. Dan kami memahami apa yang ia butuhkan untuk meningkatkan hasil," kata bos Ducati, Gigi Dall'Igna, dikutip Speedweek.

Di luar podium ketiga MotoGP Spanyol, lima dari enam balapan lain dilewati Lorenzo dengan finis di luar lima besar. Rapor merah itu diukir Lorenzo pada MotoGP Qatar, Argentina, Prancis, dan Italia. Bahkan di Argentina ia gagal mencapai garis finis.

Beruntung, Lorenzo bisa finis di podium keempat MotoGP Catalunya. Namun, hasil itu tak membuat perubahan signifikan pada posisinya di klasemen MotoGP 2017. Ia masih tertahan di urutan ketujuh dengan raihan 59 poin, terpaut 52 poin dari Maverick Vinales yang bertengger di puncak klasemen.

1 dari 2 halaman

Dovizioso Lebih Baik

Berbeda dengan Lorenzo, Andrea Dovizioso justru mampu mengangkat nama Ducati ke posisi atas MotoGP 2017. Dari tujuh balapan, sudah tiga podium yang didapat pembalap berusia 31 tahun itu. Bahkan, dua di antaranya adalah kemenangan di Italia dan Catalunya.

Momen saat pembalap Ducati, Andrea Dovizioso memenangkan balapan MotoGP Catalunya 2017. (Josep LAGO / AFP)

Tren positif itu yang membawa Dovizioso melesat ke urutan kedua klasemen MotoGP 2017. Dengan koleksi 104 poin, ia hanya terpaut tujuh angka dari Vinales.

"Dua pembalap itu meminta hal yang sama, hanya dengan cara yang berbeda. Mereka menyetujuinya, itu pertanda baik. Kami terus bekerja. Jika kami menyerah, kami tak akan menang di Mugello dan Barcelona. Rencana pengembangan meliputi beberapa bagian baru untuk pertengahan musim," tegas Dall'Igna.

Artikel Selanjutnya
MotoGP: Vinales Harus Cerdas Kendalikan Emosi
Artikel Selanjutnya
MotoGP: Bos Yamaha Bandingkan Lorenzo dan Vinales