Sukses

Punya Kekurangan Fisik, 5 Pesepak Bola Ini Justru Sukses

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pesepak bola dituntut harus punya fisik yang kuat. Mereka harus bisa berduel, berlari dan terus adu fisik selama 90 menit penuh dengan lawan.

Namun, hal itu tak berlaku untuk lima pemain di bawah ini. Meski memiliki kekurangan secara fisik, namun mereka mampu menutupinya dengan kreativitas di lapangan.

Siapa saja mereka? Berikut adalah daftarnya dikutip Sportskeeda:

1.) David Silva

Proyek Arab Manchester City mulai terbentuk setelah kedatangan mantan pemain Valencia tersebut. Sebelum dia, arus masuk pertama di Etihad terdiri dari orang-orang seperti Jo, Robinho, Santa Cruz, Emmanuel Adebayor dan seterusnya.

Kedatangan David Silva menandai dimulainya era baru City. Silva dikenal punya kemampuan magisnya pada bola. Pemain asal Spanyol itu jua memiliki sekantong kreativitas dan keterampilan.

Namun, jika ada satu hal yang kurang, itu adalah kekuatan. Dia memiliki perawakan kecil dan tidak butuh banyak kekuatan untuk cemerlang. Meski begitu, dia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang serang terbaik di Liga Inggris dan membuka gerbang era baru revolusi Spanyol.

Lihat pemain berikutnya di halaman berikut:

1 dari 5 halaman

2.) Jesus Navas

Jesus Navas (EPA/Peter Powell)
Jika bukan karena masalah kecemasannya, Jesus Navas mungkin memiliki karier yang lebih gemilang daripada yang dia miliki sejauh ini. Meskipun demikian, dia telah memenangkan semuanya, kecuali Liga Champions.

Ketika Manchester City mendatangkannya pada tahun 2013, beberapa penggemar khawatir apakah ia bisa menyesuaikan dirinya. Tapi dia melakukannya dengan baik.

Dia memiliki kecepatan sprint yang luar biasa dan ketangkasan untuk melewati bek. Melihat dia berlari, pasti akan membuat Anda bertanya-tanya bagaimana dia tidak jatuh setiap saat embusan angin bertiup. Mungkin keringanan ini yang membuatnya bisa berlari begitu cepat.

2 dari 5 halaman

3.) Juan Mata

Juan Mata (Nick Potts/PA via AP)
Setelah kepindahan David Silva ke Manchester City, klub-klub Liga Inggris mulai mengalihkan fokus mereka ke arah bakat Spanyol. Silva telah membuktikan, kecil fisik bukan berarti kecil kemampuan.

Pemain Valencia berikutnya kemudian datang, yakni Juan Mata. Pemain Spanyol itu bergabung dengan Chelsea di tahun 2011 dan menjadi favorit fans dalam dua musim beruntun. Dia adalah pemain terbaik Chelsea dan memainkan peran penting dalam memenangkan Liga Champions.

Namun akhirnya dia terdepak karena tak masuk dalam skema Jose Mourinho yang menganggap Mata tak bisa bertahan. Tapi takdir memiliki cara misterius dan keduanya sekali lagi bekerja sama di United.

3 dari 5 halaman

4.) Angel Di Maria

Angel Di Maria (AFP/Franck Fife)
Mereka menjulukinya El Fideo, karena kakinya yang sangat kurus dan panjang. Ketika menerima bola dan berlari dengan kecepatan penuh, Di Maria justru membalikkan kritik.

Di Maria adalah salah satu pemain yang sangat menyenangkan untuk ditonton. Kegigihan dalam permainannya adalah sesuatu yang harus ditiru oleh setiap pemain muda. Hal itulah yang buat Carlo Ancelotti membangun mesin pemenang di Madrid.

Real Madrid menjual Di Maria untuk mengakomodasi James Rodriguez. Tapi Di Maria kemudian sukses di Paris Saint-Germain. Banyak yang memberi label waktunya di United sebagai kegagalan, tapi kenyataannya Louis van Gaal tidak tahu bagaimana menggunakannya secara pas.

4 dari 5 halaman

5.) Neymar

Neymar (AP/Michel Euler)
Rekan satu tim baru Di Maria ini sama lemahnya. Neymar baru saja memecahkan rekor transfer dunia 222 juta euro dengan pindah ke Paris Saint-Germain.

Neymar menyilaukan Eropa dengan penampilannya di Barcelona dan memenangkan segalanya. PSG menurutnya, merupakan tantangan baru yang dibutuhkan.

Bagi Barcelona, kepindahannya menjadi kejutan karena ia dibeli sebagai pengganti Messi. Meski sangat terampil, sosok Brasil yang sangat kurus membuatnya mudah terjatuh secara fisik.

I. Eka Setiawan

 

Artikel Selanjutnya
Bek Muda Persib Suka Meniru Dani Alves
Artikel Selanjutnya
Neymar Ajari Pemain PSG Prinsip Dasar Sepak Bola