Sukses

Beruang Madu Diminta Cari Markas Baru

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Unit Refinery V Kalimantan meminta kepada Persiba Balikpapan untuk segera mengosongkan Stadion Parikesit. Sikap ini membuat pengurus Persiba berpikir keras mencari penggantinya mengingat kompetisi Liga 1 putaran kedua telah bergulir lagi.  

Pertamina memang tidak bisa menunda lagi pengosongan Parikesit. Sebab di lokasi tersebut dipakai untuk pengembangan kilang Balikpapan dan proses pembangunan segera dimulai.

"Kami yakin pengurus Persiba sudah mengantisipasi ini karena di surat perjanjian yang ditandatangani kedua pihak menyatakan, sewaktu-waktu Pertamina akan menggunakan atau membongkar stadion Parikesit, Persiba akan segera meninggalkan lapangan itu." kata Area Manager Communication and Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova.

Sebenarnya Persiba sudah meninggalkan Parikesit sejak awal tahun 2017. Selain karena memang akan digunakan oleh pemilik lapangan, yakni Pertamina Kalimantan, stadion tersebut juga sebenarnya tidak layak untuk menggelar pertandingan selevel Liga 1.

Beruang Madu kemudian sempat bermarkas di Stadion Gajayana, Malang. Namun tampil di luar Balikpapan membuat Persiba seakan tercabut dari akarnya. Minimnya pendukung yang mendampingi mereka saat tampil di kandang membuat cakar Beruang Madu tumpul

Jelang berakhirnya putaran pertama, manajemen pun memutuskan untuk kembali lagi tampil di Parikesit. Persiba lalu kembali meminjam lapangan Parikesit dari Pertamina dengan kesepakatan peminjaman sampai dengan 30 Juni 2017. Peminjaman tersebut sebenarnya cukup beresiko karena di dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Ketua Umum Persiba, H.Syahril HM Taher, disebutkan bahwa apabila sewaktu-waktu Pertamina akan membongkar lapangan Parikesit, Persiba bersedia untuk meninggalkan lapangan tersebut.

Lewat dari tenggat waktu yang disepakati, Persiba tidak juga meninggalkan Parikesit. Tanpa izin tertulis, dari pemilik, lapangan itu kembali digunakan untuk menjamu dua lawannya di Gojek Traveloka Liga 1 yaitu PSM pada 13 Juli 2017 dan Persela pada 23 Juli 2017.

"Dalam surat-surat juga selalu menyebutkan bahwa pihaknya (Persiba Balikpapan) memahami bahwa pengembangan kilang adalah proyek strategis nasional yang menyangkut pemenuhan kebutuhan energi nasional." ujar Alicia menambahkan.

 

 

Artikel Selanjutnya
VIDEO: Mengembara untuk Mencari Pasangan, Burung Ini Bernasib Buruk
Artikel Selanjutnya
Misteri Teror Monyet yang Resahkan Warga Boyolali