Sukses

5 Alasan MU Sulit Juara Liga Inggris 2017/18

Liputan6.com, Jakarta - Musim ini mungkin jadi yang paling dinantikan sepanjang masa oleh pencinta Liga Inggris, khususnya Manchester United (MU). Sebab, pergerakan di bursa transfer sangat sibuk dan MU sukses datangkan beberapa nama tenar.

Pasukan Jose Mourinho ini mendatangkan beberapa nama yang menjadi pelengkap puzzle tim. Romelu Lukaku, Nemanja Matic, dan Victor Lindelof diprediksi bakal jadi amunisi yang mengerikan buat mereka.

Jelas, judul artikel ini membuat kecewa fans MU. Tapi faktanya, meski sudah gelontorkan banyak uang, Red Devils sedikit ketinggalan dalam persiapan klub.

Jika dibandingkan Liverpool, Chelsea, Arsenal atau Manchester City, MU kerap tidak mendapatkan pemain yang dibidik. Salah satunya yaitu Alvaro Morata, James Rodriguez dan Ivan Perisic.

Untuk lebih jauhnya, kami mencoba menguraikan alasan mengapa MU tak akan juara Liga Inggris musim ini. Berikut kami sajikan kami kutip dari Sportskeeda:

1 dari 6 halaman

5. Skuat Tidak Memiliki Keseimbangan

Ini mungkin sedikit kontroversial. Tapi, andai ditilik lebih dalam, skuat United terdapat celah menganga. Kedatangan Victor Lindelof menambah kekuatan pertahanan, tapi pada lini tengah dan serangan mereka tidak memiliki kekuatan yang diperlukan untuk bersaing jauh di Liga Inggris.

Sebagian besar pemain di lini tengah tidak memberi mereka banyak variasi taktik. Kedatangan Nemanja Matic membantu. Tapi dia sama sekali tidak mewakili pemain yang United butuhkan. Ketiadaan pemain kompeten dari sayap juga menjadi perhatian, itulah sebabnya mereka menginginkan Ivan Perisic.

Ada nama Henrikh Mkhitaryan sebenarnya yang bisa bermain dalam peran itu. Tapi, dia lebih baik berada di tengah.

Mereka membutuhkan satu pemain untuk memperbaiki masalah ini dan seseorang seperti Emil Forsberg atau Ivan Perisic bisa jadi jawaban. Saat ini, sepertinya tak ada sinyal United akan kembali datangkan pemain pada 18 hari tersisa di pasar

2 dari 6 halaman

4. Juan Mata Jarang Dimaksimalkan

Sesuatu yang hilang. Inilah pemikiran yang pasti muncul di benak fans yang menyaksikan laga Piala Super Eropa antara Manchester United dan Real Madrid. Tim tampak sangat tergesa-gesa dan tak memperlihatkan transisi yang bagus.

Perbedaan antara kelas di dua tim tampak jelas. Hal ini membuat kesimpulan bahwa Mourinho perlu menambahkan pemain kreatif lain dalam tim untuk bergabung dengan titik-titik lemah skuat.

Mereka sejatinya sudah memilikinya dalam diri Juan Mata. Namun, desakan Mourinho untuk memiliki tim yang ketat bahkan dengan mengorbankan kebebasan kreatif adalah sesuatu yang membuat Mata tersingkir.

Sebenarnya, pemain Spanyol tersebut telah sering digunakan di United daripada di Chelsea oleh Mourinho. Tapi, dia masih belum jadi yang utama seperti kala perkuat Chelsea sebelum kedatangan Mourinho.

3 dari 6 halaman

3. Lukaku adalah Striker Utama

United boleh dibilang sangat berjudi memplot Romelu Lukaku sebagai penyerang utama sepanjang musim. Dia mungkin telah menjadi pencetak gol konsisten di Liga Inggris bersama Everton. Tapi ini adalah pertama kalinya dia bermain sebagai striker reguler untuk klub papan atas.

Tekanan bermain di Old Trafford bisa jadi masalah. Di Everton, dia tidak harus bermain dengan harapan memimpin klubnya juara Liga Inggris. Ini tentu sesuatu yang lain dengan MU.

Melawan Real Madrid, dia mengalami permainan yang buruk. Hal itu karena dia melewatkan sejumlah kesempatan terbuka untuk cetak gol dan sering kali salah dalam sentuhan pertamanya.

Bisakah Lukaku membuktikan kehebatannya bersama MU? Ini pantas dinanti saat Lukaku diturunkan sebagai starter di laga pembuka melawan West Ham pada Minggu (13/8/2017).

4 dari 6 halaman

2. Manchester City Punya Skuat yang Lebih Baik

Manchester City telah diperkuat dengan sangat baik dan memiliki skuat yang lebih apikdaripada rival abadinya itu. Sementara itu, Tottenham Hotspur mungkin tidak memiliki skuat terbaik, tapi starting XI mereka masih lebih baik dari tim pilihan Jose Mourinho.

Sementara United percaya diri finis di atas Spurs karena kedalaman skut yang superior, mengalahkan Manchester City akan menjadi tugas yang benar-benar sulit. Pep Guardiola telah membuat beberapa aksi cemerlang di bursa transfer yang telah membuat City jauh lebih unggul daripada tim lainnya.

Jose Mourinho mungkin juga menghabiskan banyak uang untuk menandatangani Victor Lindelof, Romelu Lukaku dan Nemanja Matic. Namun skuatnya tidak terlihat sekuat dan seimbang seperti Manchester City.

Pertandingan persahabatan pramusim bukanlah sesuatu yang harus dilakukan dengan serius. Namun cara City mengalahkan Real Madrid bisa dilihat sebagai sinyal bahaya.

5 dari 6 halaman

1. Mourinho Tidak Tahu Starting XI Terbaikny

Musim baru sekarang di depan mata dan sepertinya Jose Mourinho belum mengetahui XI terbaiknya. Pramusim telah datang dan pergi, Manchester City, Tottenham dan bahkan Arsenal tahu kombinasi mana yang terbaik, tapi pasukan Mourinho belum perlihatkan hal itu.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, saat melawan Real Madrid, Setan Merah tampak tak punya transisi yang bagus dan jauh dari apa yang Anda harapkan. Meskipun tidak dapat disangkal bahwa Man United memiliki beberapa pemain terbaik, Mourinho belum menemukan sistem yang cocok.

The Special One mencoba gunakan tiga bek di Piala Super Eropa, tapi tidak terlihat seperti sistem yang berjalan baik, terutama tanpa Eric Bailly dalam pertahanan. Jelas ini menjadi pekerjaan rumah besar yang wajib segera diselesaikan Red Devils andai tak mau artikel ini jadi kenyataan.

I. Eka Setiawan

Artikel Selanjutnya
Mourinho Incar Rekor MU Milik Ferguson di Liga Champions
Artikel Selanjutnya
5 Alasan Mengapa MU Bisa Juara Liga Champions Musim Ini