Sukses

72 Ikon Tampil di Festival Prestasi Indonesia 2017

Liputan6.com, Jakarta - Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-Pancasila) menyelenggarakan Festival Prestasi Indonesia, di Jakarta Convention Center pada tanggal 21 dan 22 Agustus 2017. Acara ini digelar untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72.

Maka itu, panitia pun memilih 72 sosok yang dianggap bisa menjadi ikon bagi prestasi di Indonesia.

“UKP-Pancasila mencoba mengarusutamakan visi sejarah yang lebih optimis dengan ikut membangun tradisi mengapresiasi kinerja positif dan prestasi 72 putra-putri bangsa,”kata Kepala UKP-Pancasila Yudi Latif, dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Menurut salah satu tim seleksi Nia Sjarifuddin, salah satu kriteria untuk menjadi ikon prestasi adalah pernah memperoleh penghargaan atau juara tingkat nasional dan internasional. “Kriteria lain adalah sang ikon affirmatif dan representatif,” ujar Nia.

Adapun kategori yang ditetapkan ada empat: saintis dan inovator, olahraga, seni budaya, dan pegiat sosial. Alan Budikusuma, pemain buku tangkis Indonesia yang meraih medali emas dalam nomor tunggal putra pada Olimpiade Barcelona 1992, jadi salah satu yang dipilih menjadi ikon prestasi olahraga. Begitu juga sang istri, Susy Susanti.

Selain mengapesiasi 72 orang ikon berprestasi, Festival Prestasi Indonesia juga menyelenggarakan pagelaran seni Pancasila Gemilang. “Tujuannya memberikan apresiasi atas karya-karya terbaik putra bangsa dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk memajukan bangsa,” ujar Ketua Panitia Festival Prestasi Indonesia El-Zastrouw.

Dalam acara Festival Prestasi Indonesia, kurator dan sutradara Jay Subiyakto juga akan menampilkan Erwin Gutawa, juara vokal internasional 2017 Liyodra, K.H. Mustofa Bisri dan sejumlah seniman lainnya.

Saksikan video menarik di bawah ini:

1 dari 3 halaman

Daftar 72 Ikon Prestasi Indonesia


1. A'ak Abdullah Al-Kudus, Aktivis lingkungan hidup
2. Ahmad Arif, lahir Rembang (Jawa Tengah), 1977. Wartawan dan penulis buku.
3. Ahmad Bahruddin, Pendiri lembaga pendidikan alternatif Qoryah Tayyibah bagi anak-anak putus sekolah di Salatiga.
4. Alan Budi Kusuma, Legenda Bulu Tangkis Indonesia.
5. Audrey Yu Jia Hui, Penulis buku Mencari Sila Kelima
6. Baihajar Tualeka, Pendiri Lembaga Pemberdayaan Perempuan & Anak (LAPPAN)
8. Bayu Santosa. Disainer grafis, pemenang kontes disain sampul album Maroon 5 (grup band asal California, AS)
9. Bonifasius Mau Taek. Pendiri Forum Pemuda Pelopor Pembangunan Perbatasan (FP4), NTT.
10. Brigadir Muhammad Saleh, Anggota Polri penggerak pendidikan bagi anak-anak desa di Bombana, Sulawesi Tenggara.

11. Ciciek Farha & Supohardjo, Inspirator anak-anak desa.
12. Chandra Sembiring, dokter Indonesia pertama yang bertugas di pegunungan Everest, Himalaya.
13. Eng Eniya Listiani Dewi, Sukses melakukan rekayasa teknologi sel bahan bakar (fuel cell) sebagai sumber energi alternatif. Penerima ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award 2006, dan Habibie Award 2010.
14. Herawati Supolo Sudoyo, Peletak dasar pemeriksaan DNA forensik untuk identifikasi pelaku bom bunuh diri. Pendiri Lembaga Biologi Molekuler Eijikman (1993).
15. Yudi Utomo Imardjoko, ilmuwan nuklir Indonesia
16. Lie A. Dharmawan, dokter ahli bedah
17. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, tokoh bangsa
18. Eka Kurniawan, Novelis muda
19. Eko Supriyanto. Maestro Seni Tari Indonesia. Penari Indonesia yang terlibat dalam tur keliling penyanyi Madonna, Drowned World Tour(2001).
20. Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi nasional

21. Franki Raden, musisi dan etnomusikolog. Composer & Music Director.
22. Garin Nugroho, Sutradara dan produser film terkemuka Indonesia.
23 Handi Mulya, Chef spesialis dekor kue
24. Heri Dono, Pelukis dan kreator seni instalasi.
25. Herwin Hamid, Guru SMP 6 Kendari Sultra.
26. I Gusti Kompyang Raka, maestro seni musik Bali
27. Bambang Irianto, inisiator gerakan sosial kampung Glintung Go Green, Malang (Jatim).
28. Joey Alexander, pianis jazz muda
29. Komang Sastrawana, Atlet karate cilik Indonesia.
30. Lia Putinda Anggawa M, aktivis lingkungan hidup.

2 dari 3 halaman

Daftar 72 Ikon Prestasi Indonesia

31. Lilyana Natsir, Atlet bulu tangkis Indonesia.32. Liem Swi King, Legenda Bulu Tangkis Indonesia.
33. Lintang Pandu Pratiwi, ilustrator buku anak.
34. Lisa Rumbewas, Atlet putri angkat besi Indonesia.
35. Luthfi Bima Putra, Peraih medali emas International Mathematics Competition (IMC) di Singapura, 2016.
36. Lynna Chandra, Pendiri Yayasan Rumah Rachel
37. Masril Koto, Inisiator lembaga keuangan mikro agrobisnis (LKMA) Prima Tani38. Muammar ZA. Qori dan hafiz terbaik Indonesia.
39. Michael Gilbert, telah mengoleksi delapan medali emas di berbagai olimpiade sains (matematika, fisika, kimia), di Swiss, Argentina, Bulgaria, dan Hongkong.
40. Muhammad Gunawan, Pendaki gunung41. Muhammad Winesqi Nibras, peraih medali emas Festival Kreativitas Seni, Daijon, Korea Selatan, 2016.
42. Nano Riantiarno. Dramawan senior.43. Nisa Wargadipura & Ibang. Pasangan pendiri dan penggerak Sekolah Ekologi, Pesantren At-Thariq
44. Nyoman Nuarta, pematung45. Oka Rusmini. Sastrawan perempuan Indonesia.46. Hj. Suraidah, bidan yang menjadi inisiator pendidikan anak usia dini (PAUD) di perbatasan Indonesia–Malaysia
47. Tim Robotika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Memborong medali dalam berbagai kategori pada Fire Fighting Robot Contest 2017 di Trinity College, Hartford, AS.
48. Riri Fitri Sari, Guru Besar Perempuan Termuda di Indonesia
49. Khairol Anwar, Pemegang paten 4G berbasis OFDM.
50. Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Peraih medali emas pada Trinity Collage Robot Competition, 2017.
51. Putu Wijaya. Sastrawan dan dramawan.
52. Rahayu Supanggah, komponis
53.Romo Carolus, pendiri Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS)
54. Romo Kirdjito, Peneliti budaya air.
56. Sabar Gorky, Pemanjat
57. Septianus George Saa, Pemenang Lomba first step to Nobel Prize in Phisics 2004. Sedang melanjutkan S2 di Birmingham, Inggris.
58. Sri Wahyuni. Atlet angkat besi nasional Indonesia.
59. Suraiya Kamaruzzaman, aktivis perempuan.
60. Suryono, satu-satunya petani yang menjadi pembicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB di Maroko.


61. Susi Susanti. Legenda Bulutangkis Indonesia.
62. Syahrozad Nalfa Nadia, peraih medali emas Olimpiade Robot Internasional (Singapura, 2016)
63. Tontowi Ahmad, atlet bulutangkis pasangan ganda campuran Liliyana Natsir.
64. Taruna Ikrar, Dokter dan ilmuwan bidang farmasi, jantung, dan syaraf.
65. Taufik Hidayat, legenda bulutangkis Indonesia.
66. TGH Hasanain Juaini, tokoh pendidikan berbasis lingkungan. Penerima Ramon Magsaysay 2011
67. Tiara Savitri, penyintas Lupus, dan penulis buku “Aku dan Lupus” yang sangat memotivasi para Odapus
68. Tim Paralayang Indonesia.
.69. Wregas Banutedja, film-maker muda Indonesia,
70. Wuri Wuryani, bekerja sebagai Analytical Chemist Inspector di Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW), Belanda (1997–2008),
71. Yogi Ahmad Erlangga, pemecah rumus matematika Helmholtz.
72. Zaenal Beta, pelukis dengan bahan dari tanah liat pertama di dunia.

Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
Eunha GFriend Nyanyikan Lagu Band Indonesia Mocca