Sukses

Ini Rintangan Terbesar MU di Liga Champions

Liputan6.com, Manchester - Setelah absen di musim 2016/2017, Manchester United (MU) akan kembali berlaga di Liga Champions. Pelatih Jose Mourinho pun diharapkan bisa membawa MU kembali berjaya di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

MU sendiri berhak tampil di Liga Champions 2017/2018 setelah menjadi juara Liga Europa musim lalu. Meski sudah menikmati dua gelar Liga Champions, petualangan kali ini jelas akan lebih sulit bagi The Special One.

Saat ini, Liga Champions tengah didominasi tim-tim Spanyol. Buktinya, empat musim terakhir, tim Spanyol yang selalu menjadi juara. Bahkan, sudah dua kali pula partai final mempertemukan dua tim Spanyol. Hanya Juventus satu-satunya tim di luar Spanyol yang mampu mengganggu dominasi mereka.

"Kita harus mengakui adanya perbedaan dengan negara lain, tapi tidak ada yang bisa dilakukan. Real Madrid tahun lalu bermain dengan tim kedua di La Liga. Juventus karena mereka telah juara di Italia mereka pun bisa tampil dengan tim kedua," ungkap Mourinho, dilansir Manchester Evening News.

"Bagi tim Inggris itu tidak mungkin karena persaingan berjalan ketat hingga akhir musim. Tak ada jeda musim dingin. Di negara lain ada libur musim dingin. Itu sangat berarti dan saya akui bahwa saya menyukainya," jelas Mourinho.



Selain itu, pelatih yang juga membawa MU juara Piala Liga Inggris itu bicara mengenai keringanan yang didapat tim-tim di negara lain. Saat perwakilan dari tim Italia dan Spanyol akan bermain di Liga Champions, biasanya jadwal kompetisi domestik mereka dimajukan sehari.

"Lalu ada fakta kami harus bermain dua hari sebelum pertandingan di Eropa berulang kali. Dan negara lain justru melindungi klub mereka. Itu selalu terjadi. Tapi tak ada keluhan," katanya.

Artikel Selanjutnya
Ferguson: Juventus Ancaman Utama bagi Real Madrid
Artikel Selanjutnya
Guardiola: Liga Inggris Bukan yang Tersulit