Sukses

Terpuruk di MotoGP San Marino, Ini Penjelasan Pedrosa

Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, mengklaim dirinya tak tampil maksimal di MotoGP San Marino karena gagal mendapatkan tekanan ban yang sesuai.

Dani Pedrosa mengawali balapan MotoGP San Marino dari grid nomor tujuh. Namun, pada balapan yang berlangsung di lintasan basah itu, Pedrosa kemudian akhirnya tercecer.

Pedrosa harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-14 setelah finis lebih lambat 98 detik dari Marc Marquez yang menjadi juara. Pedrosa menilai, turunnya tekanan pada ban membuat grip yang dihasilkan hampir tidak ada sehingga dia tak bisa bersaing pada balapan tersebut.

"Ada perbedaan tekanan ban karena sudah jelas Anda harus balapan dengan tekanan yang minimum. Di bawah tekanan yang minimum, tentu saja Anda tidak akan bisa memulai hal-hal kimiawi yang ada di ban sehingga tidak bisa bekerja dengan semestinya," kata Pedrosa seperti dikutip Crash, Kamis (14/9/2017).

"Ketika Anda sudah mencapai tekanan yang minimum, barulah bisa bekerja dengan suspensi, putaran gas, yang bereaksi pada putaran rantai. Namun, jika hal itu tidak terjadi, maka Anda tidak akan bisa bersaing," ujar pebalap asal Spanyol itu.

Tambahan dua poin yang diraih di MotoGP San Marino tak mengubah posisi Dani Pedrosa di peringkat kelima klasemen sementara musim 2017. Pedrosa mengoleksi 150 poin atau tertinggal 49 angka dari Marc Marquez di puncak klasemen. Di sisa lima seri lagi, peluang Pedrosa untuk jadi juara dunia terbilang cukup sulit.

Artikel Selanjutnya
Marquez Tak Berani Pasang Target Juara MotoGP San Marino
Artikel Selanjutnya
Rossi Cedera, Dovizioso Rival Utama Marquez Juara MotoGP 2017