Sukses

Timnas Indonesia U-19 Kalah Adu Penalti, Ini Alasan Indra Sjafri

Liputan6.com, Yangon - Pada final Piala AFF U-18 2013, adu penalti menjadi momen yang mengantarkan timnas Indonesia U-19 menjadi juara. Sayang, kali ini adu penalti justru membuat mereka gagal ke final Piala AFF U-18 2017.

Sejatinya, kegagalan timnas Indonesia U-19 kali ini lebih diakibatkan faktor ketidakberuntungan dan kesalahan salah satu pemainnya. Mereka disebut tak beruntung karena tak ada satu pun dari banyak peluang yang bisa dimaksimalkan.

Sedangkan faktor kesalahan individu dilakukan Saddil Ramdani. Baru masuk sebagai pengganti Feby Eka Putra di pengujung babak pertama, ia harus keluar lapangan akibat kartu merah.

Meski tampil dengan 10 pemain, faktanya skuat Garuda Nusantara mampu mengimbangi permainan Thailand. Mereka memaksa Thailand melanjutkan pertarungan hingga drama adu penalti. Sayang, momen ini justru gagal dimaksimalkan Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan.

"Kami punya pilihan lima pemain, tapi ada satu pemain karena cedera tidak bisa jadi kami ganti. Jadi waktu di Karawaci dan Yogyakarta pun kami sudah menyiapkan mereka. Tapi ada satu pemain yang terpaksa kami ganti seperti Witan (Sulaeman) yang nggak bisa nendang," kata Indra Sjafri.



Dalam adu penalti itu sendiri, Indra memilih Muhammad Iqbal, Nurhidayat Haji, Muhammad Rifad Marasabessy, Egy Maulana, dan Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah sebagai eksekutor timnas Indonesia U-19. Sayang, hanya Egy Maulana dan Luthfi yang menjalankan tugasnya dengan baik.

Indra juga menjelaskan alasan di balik pergantian Feby dan masuknya Saddil. "Kalau tidak diganti mungkin akibatnya bisa lebih fatal. Ia sudah memaksakan diri sejak 15 menit bermain dan mulai terasa cedera lamanya. Tanpa menunggu babak pertama habis kami langsung ganti."

Ikuti pengembangan dan perkembangan olahraga Indonesia di sini....

Artikel Selanjutnya
Myanmar Tak Akui Ketangguhan Timnas Indonesia U-19
Artikel Selanjutnya
Top 10 Bola: Kesuksesan Timnas Indonesia U-19 Hajar Myanmar