Sukses

International Tour de Banyuwangi Ijen Akan Kenalkan Budaya Lokal

Liputan6.com, Banyuwangi - International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang akan berlangsung 27 hingga 30 September 2017 akan lebih kental dengan budaya lokal. Selain melintasi keindahan alam, para pembalap juga bakal memulai balapan di sejumlah lokasi ikonik. Bahkan, salah satu lokasi start ditempatkan di Pondok Pesantren Darussalam.

"Kita akan kenalkan budaya pesantren ke publik global. Ini memang saya minta khusus, sekaligus menjadi kampanye ke dunia bahwa Islam adalah agama yang toleran. Pesantren yang menjadi basis pendidikan keislaman di Indonesia tetap menyebarkan nilai-nilai toleransi," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (24/9/2017).

Anas juga meminta setiap liasion officer atau pendamping pembalap untuk mengantongi materi terkait posisi pesantren dalam menyemai nilai-nilai toleransi. "Para LO wajib menjelaskan hal ini, biar dunia internasional tahu bagaimana toleransi ditegakkan di Indonesia."

"Para santri nanti telah siap menyambut hangat para pembalap. Ratusan pembalap dari berbagai negara dan wisatawan yang datang kami ajak mencoba tradisi berpakaian sarung dan berkopiah ala Indonesia. Kami jelaskan pula makna sarung dan apa itu kopiah yang fungsinya berbeda dengan topi. Pasti ini pengalaman baru bagi mereka," tambah bupati berusia 44 tahun ini.

Anas menjelaskan, kompetisi balap sepeda ini dirancang dari awal berkonsep sport tourism, di mana event balap sepeda dibalut dengan pariwisata. Untuk itu, selain persiapan teknis terus dimatangkan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah atraksi seni-budaya.

"Karena Tour de Banyuwangi Ijen menjadi balap sepeda terbaik di Indonesia, tentunya ini menjadi perhatian banyak pihak. Dan ini kami manfaatkan sebagai sarana promosi internasional bagi Indonesia, khususnya Banyuwangi," papar Anas.

1 dari 2 halaman

4 Etape

International Tour de Banyuwangi Ijen tahun ini bakal melintasi empat etape jalanan sepanjang 533 kilometer. Balap sepeda ini akan diikuti 20 tim dari 29 negara. Balapan ini pun telah mendapat nilai ekselen dari Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI), yang menjadikan ITdBI sebagai balapan terbaik di Indonesia.

Selain budaya pesantren, para pembalap dan wisatawan juga disuguhi sejumlah destinasi seperti Pantai Watudodol, Bangsring Underwater, Dusun Kakao di Kecamatan Glenmore Banyuwangi, dan tentu saja kaki Gunung Ijen yang kawahnya dikenal memancarkan fenomena api biru. Di lokasi start dan finis tiap etape juga akan disuguhkan beragam atraksi seni yang berbeda setiap harinya.

"Banyuwangi siap memberikan kompetisi yang tidak hanya bergengsi, tapi juga menantang dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pembalap tersebut. Karena, kami memadukannya dengan budaya. Jadi ini ajang balap sepeda internasional yang unik. Publik luar senang karena baru kali ini lihat ada balap sepeda, tapi di sepanjang rute ada salawatan, tari, sampai musik lokal," pungkas Anas.

Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
Catat Dulu Jadwal Festivalnya Sebelum Beli Tiket Pesawat ke Bali