Sukses

4 Pelatih dengan Masa Tersingkat di AC Milan Sejak 2014

Liputan6.com, Jakarta - Serie A musim 2017/2018 baru memainkan enam pertandingan. Namun, AC Milan, klub raksasa yang telah menggelontorkan dana 230 juta euro untuk belanja pemain musim panas lalu, sudah kalah dua kali.

Terakhir, Minggu (24/9/2017), klub asuhan Vincenzo Montella itu dihajar tim medioker Sampdoria dua gol tanpa balas di Stadion Luigi Ferraris. Akibat kekalahan itu, kursi kepelatihan Montella kini mulai diributi fans AC Milan.

Di Twitter, Milanisti ramai menuliskan tanda pagar (tagar) #Montellaout, sebagai bentuk kekecewaan mereka. Mereka ingin pelatih 41 tahun itu dipecat lantaran dianggap tidak mumpuni untuk menukangi klub sebesar AC Milan.

Sejatinya, kepelatihan Montella cukup baik dibanding beberapa pelatih sebelumnya. Meski belum mampu mengantarkan AC Milan kembali berkompetisi di Liga Champions, setidaknya ia meloloskan I Rossoneri ke Liga Europa.

Selain itu, mantan pelatih Sampdoria itu juga sudah mempersembahkan gelar Super Coppa Italiana Januari lalu.

Jika dirunut ke belakang, pelatih AC Milan sering berganti sejak tahun 2014, tepatnya sejak Massimiliano Allegri diberhentikan di bulan Januari. Sejak saat itu, sebelum Montella datang, sudah ada empat pelatih yang diberhentikan dalam waktu yang terbilang singkat, di mana umur kepelatihan mereka tak lebih dari satu musim.

 

 

1 dari 5 halaman

1. Clarence Seedorf (16 Januari 2014 - 9 Juni 2014)

Clarence Seedorf ditunjuk sebagai pelatih AC Milan pada 16 Januari 2014, menggantikan Massimiliano Allegri yang dipecat setelah bertahan selama tiga setengah musim. Penunjukan Seedorf sebagai pelatih baru cukup mengejutkan banyak pihak kala itu karena ia baru saja pensiun sebagai pensiun sebagai pemain dua hari sebelumnya (14 Januari 2014).

Clarence Seedorf (AFP/Fabio Muzzi)

Banyak pihak yang meragukan kemampuan Seedorf dalam melatih waktu itu. Dan benar saja, mantan pemain AC Milan di era 2002-2012 itu hanya bertahan selama enam bulan dan memimpin dalam 22 laga. Di akhir musim 2013/2014, ia langsung dipecat karena hanya mampu membawa I Rossoneri finis di peringkat delapan.

Selepas gagal di Milan, Seedorf sempat dipercaya melatih klub Tiongkok, Shenzhen FC pada 7 Juli 2016. Namun, lagi-lagi mantan pemain Timnas Belanda itu gagal. Ia hanya bertahan lima bulan dan diberhentikan pada 4 Desember di tahun yang sama. Setelah itu sampai sekarang, Seedorf tidak lagi melatih.

 

2 dari 5 halaman

2. Filippo Inzaghi (9 Juni 2014 - 16 Juni 2015)

Setelah gagal bersama Seedorf, AC Milan kemudian menyongsong musim 2014/2015 dengan menyewa jasa mantan pemainnya yang lain, Filippo Inzaghi. Sebelum itu, mantan penyerang I Rossoneri itu sempat melatih tim muda Milan selama dua tahun (2012-2014). Atas dasar itu pula ia dipercaya melatih tim senior.

Filippo Inzaghi (AFP/Giuseppe Cacace)

Namun kenyataannya Inzaghi gagal. Di bawah kepemimpinannya, prestasi Milan bukannya malah membaik, tetapi justru semakin melorot. Jika musim sebelumnya Diavolo finis di peringkat kedelapan, musim 2014/2015 Milan berakhir di posisi 10 klasemen. Tak ayal, manajemen AC Milan pun tak pikir panjang untuk memecatnya.

Setelah itu, Inzaghi sempat menganggur setahun. Baru kemudian musim panas tahun 2016, ia mendapat pekerjaan sebagai pelatih Venezia, klub Serie B. Sejauh ini, dari 49 laga yang sudah dijalani, Venezia menang 30 kali, seri 13 kali, dan kalah 6 kali. Kontraknya diharapkan berakhir Juni 2018.

3 dari 5 halaman

3. Sinisa Mihajlovic (16 Juni 2015 - 12 April 2016)

Musim 2015/2016, AC Milan kembali tampil dengan pelatih baru, yakni Sinisa Mihajlovic. Karena dianggap sudah cukup berpengalaman melatih, serta lama bermain di Serie A saat masih menjadi pemain, pria berkebangsaan Serbia itu pun dipercaya mampu mengembalikan Milan kembali berjaya.

Mihajlovic memang menghabiskan banyak waktunya di Italia sejak masih berstatus pemain. Dulu, sebagai pemain ia pernah membela AS Roma (1992-1994), Sampdoria (1994-1998), Lazio (1998-2004), dan terakhir Inter Milan (2004 - pensiun 2006).

Sinisa Mihajlovic (Reuters/Alessandro Garofalo)

Selepas pensiun, sebelum melatih AC Milan, ia sudah lebih dahulu melatih Inter Milan (Juli 2006-Juni 2008), Bologna (November 2008-April 2009), Catania (Desember 2009-Mei 2010), Fiorentina (Juni 2010-November 2011), Timnas Serbia (Mei 2012-November 2013), dan Sampdoria (November 2013 - Juni 2015).

Namun, di Milan, nasib Mihajlovic tak jauh beda dari Filippo Inzaghi. Bahkan ia dipecat dua bulan sebelum musim berakhir, atau tepatnya pada 12 April 2016. Waktu itu Serie A masih menyisakan 7 laga lagi.

Kini, Mihajlovic tengah berjuang bersama Torino. Ia mencoba mengubah Torino dari sekadar tim medioker menjadi salah satu tim yang mampu bersaing untuk memperebutkan posisi empat besar.

 

4 dari 5 halaman

4. Cristian Brocchi (12 April 2016 - 30 Juni 2016)

AC Milan menunjuk Cristian Brocchi tepat di hari yang sama, 12 April 2016, usai memecat Sinisa Mihajlovic. Sama seperti Filippo Inzaghi dan Clarence Seedorf, Brocchi juga mendapatkan kepercayaan melatih karena dianggap punya kedekatan dan kepekaan terhadap klub sebagai mantan pemain dan pelatih tim junior.

Christian Brocchi

Ya, sebelum dipercaya sejenak melatih tim senior, Brocchi juga sempat merasakan melatih tim muda AC Milan selama tiga tahun.

Namun, lagi-lagi landasan itu keliru. Brocchi tidak menunjukkan tanda-tanda bisa membawa Milan kembali berjaya. Di akhir musim, atau tepatnya 30 Juni 2016, ia langsung diberhentikan dan diganti dengan Vincenzo Montella.

 Usai dipecat Milan, Brocchi kemudian sempat melatih Brescia di Serie B, di rentang 10 Juli 2016 hingga 12 Maret 2017. Kini, sejak 12 Juni lalu, ia bekerja di klub Tiongkok JS Suning sebagai asisten pelatih. (Abul Muamar)

Artikel Selanjutnya
Eks Bek AC Milan Siap Berkhianat
Artikel Selanjutnya
Bonucci Datang, Bek Ini Pilih Tinggalkan AC Milan