Sukses

AC Milan, Butuh Waktu atau Proyek Gagal?

Liputan6.com, Milan - AS Roma membuat AC Milan jadi pecundang di markasnya sendiri. Tim asuhan Vincenzo Montella takluk 0-2 dari Giallorossi di San Siro dalam lanjutan Liga Italia.

Itu menjadi kekalahan ketiga Rossoneri di Liga Italia sejauh musim ini berlangsung. Sebelumnya, AC Milan sempat kalah dari Lazio (1-4) dan Sampdoria (0-2).

Padahal, kompetisi Liga Italia baru berjalan tujuh pertandingan, tapi AC Milan sudah kalah tiga kali. Performa ini tentu tidak sesuai ekspektasi, mengingat mereka telah mendatangkan 11 pemain baru untuk mengarungi musim 2017-2018.

Kekalahan itu membuat kursi kepelatihan Montella mulai memanas. Kapasitasnya mulai diragukan untuk membesut Leonardo Bonucci dan kawan-kawan.

Tapi, Montella masih percaya mampu memperbaiki anak-anak asuhannya. Menurut mantan pelatih Sampdoria ini, permainan AC Milan masih dalam level tinggi.

"Saya jauh lebih khawatir setelah pertandingan Sampdoria, di mana saya tidak tahu apa yang telah terjadi. Saya pikir AC Milan bermain sesuai level dengan Roma, bahkan saat bermain 10 orang, kami tidak berantakan," katanya.

"Kekalahan ini adalah inti sepakbola, karena sedikit kejadian dan keberuntungan bisa membuat perbedaan besar. Saya melihat jalan itu bukan lagi perjuangan yang berat," ujar pelatih berusia 43 tahun.

Jaminan posisi Montella masih aman juga diutarakan Direktur Olahraga AC Milan, Massimiliano Mirabelli. Menurut Mirabelli, Rossoneri masih butuh waktu untuk membangun tim untuk tampil lebih konsisten.

"Kami baru menjalani tujuh pertandingan. Kami punya tim yang baru, jadi tidak ada pelatih yang punya sentuhan magis. Anda tidak dapat memperoleh hasil baik dengan begitu saja," papar Mirabelli.

"Kami punya sekelompok pemain yang perlu menjadi sebuah tim. Jadi sejauh yang kami perhatikan, Montella sudah bekerja dengan baik. Kami hanya perlu berharap bahwa kerja keras akan membawa hasil penting," ujar Mirabelli kepada Sky Sport Italia.

Tidak konsistennya penampilan AC Milan diyakini karena terlalu banyak pemain yang masuk. Keseimbangan tim Rossoneri menjadi sedikit terganggu dengan kedatangan 11 pemain anyar.

Bukan hanya itu, 11 pemain tersebut tentu tidak bisa langsung nyetel dengan rekan-rekan setim barunya. Perlu waktu dan adaptasi agar penampilan Giacomo Bonaventura dan kawan-kawan dapat sesuai ekspektasi.

Selain itu, keterpaksaan Montella menerapkan formasi tiga bek karena kedatangan Bonucci juga dipercaya penyebab penampilan inkonsisten AC Milan. Kabarnya, Montella tidak pernah berencana memakai formasi tiga bek.

"Vincenzo Montella tidak ingin beralih ke sistem pertahanan tiga bek. Tetapi, dia terpaksa mengubah rencananya dengan kedatangan Bonucci. Namun, hal tersebut tidak cukup," beber mantan Direktur Olahraga Napoli, Pierpaolo Marino, seperti dilansir Rai Sport.

"Saya pikir Milan merasa menyesal membeli Bonucci. Saya pikir jika Massimiliano Mirabelli dan Marco Fassone bisa memutar kembali waktu, mereka akan menghabiskan uang tersebut untuk membeli striker papan atas daripada Bonucci," terangnya.

Menjadi pertanyaan besar bagaimana kelanjutan penampilan Rossoneri di masa depan. Apakah AC Milan memang hanya perlu waktu untuk mendapat performa terbaiknya atau mereka proyek gagal karena gagal membangun tim dari pembelian pemain yang salah.

Artikel Selanjutnya
Urusan Transfer, AC Milan Jadi Paling Royal di Italia
Artikel Selanjutnya
Striker AC Milan Selangkah Lagi Gabung Torino