Sukses

Timnas Argentina di Ujung Tanduk

Liputan6.com, Jakarta - Lionel Messi dan kawan-kawan gundah. Sebabnya, Timnas Argentina belum juga menggenggam tiket menuju putaran final Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia. Bahkan Tim Tango--julukan Argentina--terancam tersingkir bila tak hati-hati pada laga pamungkas grup.

Hingga saat ini, Timnas Argentina masih berada di urutan keenam klasemen sementara Grup CONMEBOL dengan koleksi 25 poin dari 17 pertandingan. Mereka masih perlu naik satu setrip untuk mendapat kesempatan ke babak playoff dan dua setrip lagi bila ingin melenggang ke Rusia. 

Semua akan ditentukan Rabu pagi (11/10/2017) saat Argentina bersua Ekuador di Estadio Olímpico Atahualpa, Quito, Selasa (10/10/2017) waktu setempat.  Ini merupakan batu sandungan terakhir yang harus dilewati Argentina di babak kualifikasi Zona CONMEBOL.

Kemenangan jadi lagu wajib bagi Argentina dalam duel ini. Sebab, hasil imbang,  apalagi kalah, justru membuat langkah Lionel Messi dan kawan-kawan menuju Rusia jauh lebih suram. 

Namun menang saja juga bukan jaminan. Sebab Argentina, masih bergantung dengan hasil laga lainnya. Bila ingin segera menggenggam tiket putaran final, Argentina harus merebut tiga poin lawan Ekuador dan Peru serta Chile memperoleh hasil buruk di laga terakhirnya.

Kondisi ini tentu jadi ironi bagi timnas Argentina. Sebab terakhir kali La Albiceleste gagal melaju ke putaran final terjadi pada 1970 lalu. Sejauh ini, Argentina bahkan sudah mengoleksi dua gelar juara dunia (1978 dan 1986) serta melahirkan pemain fenomenal Diego Maradona. 

 

1 dari 3 halaman

Ramai-ramai Bela Messi

Meski peluang Argentina belum tertutup, tidak sedikit yang meragukan kemampuan Tim Tango untuk bangkit. Apalagi dalam tiga laga terakhir, Timnas Argentina hanya mampu merebut hasil imbang. Terakhir, La Albiceleste dipaksa bermain 0-0 oleh timnas Peru. 

Lionel Messi yang selama ini jadi andalan lini depan Argentina pun jadi sasaran. Pemain asal Barcelona itu dianggap kerap kehilangan daya magis bila memperkuat negaranya. Apalagi penampilan Messi bersama klubnya, Barcelona justru bertolak belakang. Pemain yang berjuluk La Pulga tersebut terbilang subur di awal musim dengan koleksi 11 gol. 

Namun, Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, menganggap beban tidak semata-mata berada di pundak Messi. Sebab menurutnya, daya magis Messi baru keluar bila mendapat dukungan dari pemain lainnya. Menurut Tabarez, Messi masiht tetaplah salah seorang pemain hebat. 

"Saya tidak melihat kegagalan Messi di Timnas sebagai noda dan seharusnya tidak seperti itu. Ada banyak pemain hebat dalam sejarah sepak bola yang tidak juara Piala Dunia dan mereka tidak ternoda oleh itu, setidaknya bagi saya. Selain itu, Messi masih bermain, Anda tidak bisa tahu apa yang akan terjadi," kata Tabarez seperti dilansir Soccerway.

Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli, juga sama. Dia juga masih berharap banyak terhadap pemain yang sempat memutuskan pensiun dari Timnas Argentina itu. Dia berharap, Messi mampu mengeluarkan kemampuannya seperti saat Argentina imbang 0-0 melawan Peru. 

"Dia bermain sangat bagus saat bersua Peru. Penetrasi, umpan, dan daya jelajahnya luar biasa. Dia tak salah, karena rekan-rekannya akan maksimal kala bersua Ekuador," kata sang entrenador, di situs resmi Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Selasa (10/10/2017).

2 dari 3 halaman

Harapan Kempes

Mantan pemain Argentina, Mario Kempes, berharap pasukan Jorge Sampaoli mampu melewati adangan Ekuador. Pria yang ikut memenangkan gelar Piala Dunia 1978 tersebut melihat Argetina gagal melaju ke Rusia sebagai malapetaka dalam dunia sepak bola.

"Piala Dunia tanpa Argentina dan Lionel Messi adalah malapetaka," kata Kempes kepad Super Deportivo Radio de Santa Fe seperti dilansir Soccerway.com.

"Satu-satunya yang bakalan senang bila Messi tidak pergi ke Piala Dunia, hanyalah fans Maradona. Sebab hanya dengan cara itu, mereka mengatakan dia yang terbaik," katanya.

Kempes juga membantah bila timnas Argentina demam panggung. "Saya tidak habis pikir dengan anggapan yang mengatakan mereka bermasalah dengan psikologi," katanya.

Menurut Kempes, para skuat Argentina tidak dihuni pemain minim pengalaman. Dengan demikian, mental bertanding mereka juga sudah terlatih baik saat kandang atau tandang.

"Jika Anda bilang kepada saya mereka merupakan pemain-pemain yang baru dipanggil, saya mungkin percaya mereka punya masalah psikologi berrmain," katanya.

"Tapi dalam situasi ini, tidak ada masalah mental. Ada 90 menit bagi Sampaoli untuk menunjukkan bahwa dia adalah penyelamat sejati karena semua orang mengatakan bahwa dia adalah penyelamat bagi Argentina," ujar mantan pemain dan pelatih Pelita Jaya itu.

Lantas sanggupkah Timnas Argentina lolos dari lubang jarum?

Artikel Selanjutnya
Top 10 Berita Bola: Menyambut Era Emas Baru Timnas Spanyol
Artikel Selanjutnya
3 Calon Bintang Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF