Sukses

Aturan Baru MotoGP 2018/2019

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Grand Prix telah merilis beberapa aturan baru yang bakal dipatuhi semua produsen dan pembalap MotoGP pada 2018 mendatang. Keputusan itu sudah disepakati dari hasil pertemuan yang dihadiri sejumlah petinggi yakni Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sport), Paul Duparc (FIM), Herve Poncharal (IRTA), Takanao Tsubouchi (MSMA), Carlos Ezpeleta (Dorna), Mike Trimby (Sekretaris IRTA) dan Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi).

Dari hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa tim produsen tidak akan diberikan keleluasaan untuk menjalani pengujian motor. Pasalnya, Komisi GP hanya memberikan waktu pengujian tertutup kepada seluruh tim selama lima hari.

Perubahan ini dilakukan mengingat ada kekhawatiran bahwa tim menggunakan pengujian pribadi selama lima hari untuk mendapatkan keuntungan set-up untuk mengumpulkan data jelang balapan akhir pekan. Inilah yang disalahartikan oleh tim mengingat mereka tidak untuk mengembangkan motor.

Karena itu, Komisi GP mencoba untuk melakukan perubahan regulasi dan pengujian akan dilarang saat liburan musim panas pada tahun depan. Jadwal tes pra-musim 2018 akan berlangsung di Sepang, Buriram dan Losail. Buriram telah menggantikan Phillip Island untuk mengumpulkan data (terutama data ban) menjelang MotoGP Thailand bulan Oktober. Namun begitu, tempat Buriram 'dikenal', mungkin tempat paling logis untuk dikeluarkan dari jadwal uji 2019.

Keputusan untuk melarang pengujian selama pra-musim lantaran ada peningkatan jumlah pada kalender musim depan. Thailand bergabung dalam kalender pada tahun 2018, sementara Finlandia pada 2019. Dan, ada beberapa negara yang tertarik untuk mendatangkan sirkus MotoGP, salah satunya Indonesia.

Berikut Daftar Regulasi yang Diterbitkan komisi Grand Prix:

1 dari 3 halaman

Regulasi Teknis Musim 2018

- Sistem Airbag

- Semua wearpack pembalap mulai musim 2018 harus dilengkapi dengan sistem airbag yang memiliki tujuan utama meminimalisir adanya cedera ketika terjadi kecelakaan

- Tes Mesin Triumph (Moto2)

- Setiap tim di kelas Moto2 dapat menguji coba mesin Triumph paling lama 10 hari per tim. Tim tersebut boleh menurunkan berapapun banyaknya pembalap yang mereka miliki saat melakukan uji coba

- Jatah Wild Card untuk kelas MotoGP

- Setiap tim yang ingin menggunakan jatah wild card dibatasi jumlahnya sebanyak 3 motor. Spesifikasi teknis mesin, ECU, serta elektronik lainnya harus sama seperti produsen motor

2 dari 3 halaman

Regulasi Pengetesan Mesin Musim 2018

- Tes Pra musim untuk kelas MotoGP tetap dilakukan yakni dua hari setelah race final Valencia dan 3 hari di tiga tempat yang berbeda (Malaysia, Thailand, Qatar) dimana masing-masing hanya ada satu hari pengujian.

- Setelah mesin disegel, maka setiap tim hanya boleh melakukan pengujian selama 5 hari saja. Selain itu pengetesan sebelum race hanya diperbolehkan sebanyak 3 kali.

- Sisanya, tim yang melakukan pengetesan hanya bisa melakukan pengujian di sirkuit yang pernah dilalui sebelumnya, dengan catatan setelah melewati masa waktu 14 hari. Adapun pengetesan pada jeda musim panas dimana para pembalap tidak diperkenankan berlaku mulai tanggal 16 Juli sampai 2 Agustus 2018.

Regulasi Pengetesan Mesin Musim 2019

- Terdapat beberapa pengurangan seperti jumlah lokasi yang semula 3 tempat maka di musim 2019 nanti untuk ujicoba hanya digunakan 2 sirkuit saja. Belum ada kepastian sirkuit manakah yang dihilangkan dari jadwal sebelumnya.

- Selain itu, tes privat hanya bisa dilakukan selama 5 hari saja. Dua hari pengetesan harus dilakukan setelah race terakhir Valencia sampai dengan tanggal 30 November 2018, maka sisanya para tim hanya mendapat 3 hari jatah ujicoba pada musim 2019.

(David Permana)

Artikel Selanjutnya
Tampil Sebagai Debutan, Zarco Ingin Tembus 5 Besar MotoGP
Artikel Selanjutnya
MotoGP: Rossi Putuskan Masa Depan pada 2018