Sukses

3 Striker Gaek Serie A yang Masih Tajam

Liputan6.com, Jakarta - Striker-striker hebat menghuni Serie A. Mereka tidak hanya bermain untuk para raksasa besar, tetapi juga hadir di klub kecil.

Membela tim masing-masing, para penyerang itu berlomba mengoleksi gol untuk membantu tim masing-masing meraih hasil positif, sekaligus untuk menjadi top scorer.

Dari sederet striker tajam di Serie A, cukup banyak yang masih berusia di bawah 25 tahun. Seperti misalnya Paulo Dybala dan Mauro Icardi. Keduanya masih berusia 23 tahun dan masing-masing sudah mencetak 11 gol.

Pada umumnya, striker mencapai produktivitas tinggi pada rentang usia 25-31 tahun. Di usia itu, para penyerang biasanya sudah lebih matang dan tenang.

Ciro Immobile misalnya. Berusia 27 tahun, Immobile menunjukkan melesakkan 14 gol dalam 11 laga. Tak cuma itu, ia juga menyuplai enam assist bagi rekan-rekannya di Lazio.

Namun, di antara mereka, patut pula diperhitungkan beberapa striker gaek yang masih aktif bermain. Usia mereka sudah berada di atas angka 32 tahun. Para penyerang ini menunjukkan belum habis. Berikut tiga striker veteran Serie A yang masih tajam musim ini.

1 dari 4 halaman

Cyril Thereau

Cyril Thereau. (AP/Maurizio Degl'Innocenti)

Striker Fiorentina, Cyril Thereau sudah berusia 34 tahun 7 bulan. Namun, bukannya makin tumpul, ia justru semakin tajam musim ini. Ia sudah mencetak tujuh gol dalam 12 pertandingan di Serie A dan Coppa Italia sejauh ini.

Untuk diketahui, Thereau baru pindah ke Fiorentina saat Serie A sudah berlangsung dua pekan. Proses transfernya rampung pada 31 Agustus, atau hari terakhir jendela transfer musim panas lalu. Striker berkebangsaan Prancis itu dibeli La Viola dengan harga yang sangat murah, yakni 1,5 juta euro.

Namun, Fiorentina mendapat manfaat yang berharga dari perekrutan Thereau. Meski harganya murah, ia mampu berperan sebagai mesin gol yang masih apik. Sebaliknya, tandemnya yang masih muda, Giovanni Simeone (21 tahun), yang digadang-gadang sebagai pengganti Nikola Kalinic yang pindah ke AC Milan, justru masih belum menemukan permainan terbaiknya. Putra Diego Simeone itu baru mencetak tiga gol sejauh ini.

Thereau sendiri sudah lama merumput di Serie A. Musim ini adalah musim ketujuh baginya. Di awal kedatangannya, ia bermain untuk ChievoVerona selama empat tahun (2010-2014). Secara keseluruhan, penyerang yang juga pernah bermain untuk Anderlecht dan Steaua Bucharest itu sudah mengemas 65 gol di Serie A sampai sejauh ini.

2 dari 4 halaman

Fabio Quagliarella

Selepas kepergian Patrik Schick (ke AS Roma) dan Luis Muriel (ke Sevilla), Fabio Quagliarella kini mengambilalih peran sebagai mesin gol di Sampdoria. Setelah sempat melempem selama beberapa tahun terakhir, musim ini mantan striker Juventus itu kembali menemukan kembali ketajamannya.

Quagliarella sudah mencetak tujuh gol serta menyumbang tiga assist dalam 10 penampilan di Serie A. Satu gol terakhirnya ia ciptakan saat menumbangkan rival sekota, Genoa, Sabtu (5/11/2017).

Fabio Quagliarella. (AFP/Miguel Medina)

Padahal, musim lalu, Quagliarella cuma mencetak 12 gol dalam 37 penampilan untuk Sampdoria. Catatan itu membuatnya sama sekali tidak diperhitungkan. Akan tetapi, striker Italia berusia 34 tahun itu membuktikan, bahwa dirinya belum habis.

Dengan adanya gelaran Piala Dunia tahun depan di Rusia, Quagliarella tampaknya masih menyimpan tekad untuk dapat kembali dipanggil masuk ke dalam skuat Timnas Italia. Apalagi, Piala Dunia tahun depan kemungkinan akan menjadi kesempatan terakhir baginya sebelum pensiun.

Baru-baru ini, atas ketajamannya, Quagliarella dikabarkan akan dibajak kembali Napoli pada bursa transfer musim dingin nanti.

3 dari 4 halaman

Giampaolo Pazzini

Gianpaolo Pazzini. (AP/Filippo Venezia)

Kesempatan bermain bagi Giampaolo Pazzini ternyata belum habis. Setelah tampil di Serie B musim lalu, ia kembali lagi ke Serie A bersama Hellas Verona pada 2017-2018. Mantan striker Inter Milan dan AC Milan itu pun lantas unjuk gigi.

Meski usianya sudah menginjak angka 33 tahun, dan hanya bermain di klub kecil dan tanpa bintang, Pazzini tetap tidak kesulitan mencetak gol. Dia sudah menyarangkan empat gol.

Pazzini pernah berjaya sewaktu membela Fiorentina (2005-2009) dan Sampdoria (2009-2011). Ia membukukan 82 gol bagi kedua klub tersebut dan dipanggil ke Timnas Italia.

Itu pula yang membuat Inter Milan kepincut padanya di tahun 2011, dan membelinya seharga 18 juta euro. Setahun kemudian, ia pindah ke AC Milan dengan nilai transfer 12,5 juta euro. Namun, bersama dua klub kota mode tersebut, ia gagal bersinar. (Abul Muamar)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Kinerja Striker Tentukan Keberhasilan AC Milan
Artikel Selanjutnya
Inter Milan Serius Kejar Mustafi dan Sissoko