Sukses

Kedodoran, 5 Perubahan Ini Wajib Dilakukan Real Madrid

Liputan6.com, Madrid - Kesuksesan dua musim terakhir bagi Real Madrid saat ini cuma jadi kenangan. Bukan tanpa sebab, musim ini, mereka beberapa kali kedodoran dan kian tertinggal dari Barcelona di puncak klasemen La Liga.

Saat ini, Los Blancos terpaut 8 poin di belakang Barcelona. Ini merupakan defisit yang mencolok dan tak pernah terjadi dalam kurun satu dekade terakhir.

Apalagi, Real Madrid baru saja takluk 1-3 dari Tottenham Hotspur di Liga Champions. Jelas, hal itu menandakan kalau ada yang salah dari taktik Zinedine Zidane.

Tampaknya apa yang diterapkan pelatih asal Prancis itu mulai bisa terbaca para lawannya. Nah, ada lima hal yang wajib diubah oleh Zidane agar Real Madrid tak kian tertinggal dalam perebutan juara.

Apa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

 

1 dari 6 halaman

5. Mengubah Cara Main Isco dan Asensio untuk Ronaldo

Salah satu statistik terkini adalah Cristiano Ronaldo memiliki tingkat konversi terburuk di antara pemain depan di liga Top 5 Eropa. Dia sudah lesakkan 40 tembakan, dan hanya berhasil satu gol liga.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan Isco dan Marco Asensio yang mendapatkan banyak pujian. Keduanya telah pergi mencari gol beberapa kali musim ini.

Isco contohnya, yang sudah kemas empat gol dan tiga assist dalam sembilan laga La Liga. Nah, keduanya tentu harus membantu Ronaldo agar lebih ke dalam, tak lagi fokus mencetak gol tapi penyalur bola.

Zidane bisa menempatkan Isco pada posisi gelandang deep. Sedangkan Asensio lebih ke sayap agar bisa mengirimkan umpan-umpan silang ke posisi Ronaldo.

2 dari 6 halaman

4. Pendekatan Defensif yang Lebih Konservatif

Sungguh mengejutkan melihat keberanian pemain Real Madrid yang bereaksi terhadap kekalahan melawan Girona dan Tottenham. Sergio Ramos, Casemiro dan Cristiano Ronaldo usai laga mengatakan bahwa semuanya 'baik', 'tidak perlu panik' dan Madrid hanya tidak beruntung.

Zinedine Zidane menghadapi ujian sulit dalam karier manajerialnya, tapi ada jawabannya, yakni Madrid perlu memilih gaya defensif yang lebih konservatif. Fullbacks tumpang tindih adalah permainan mendasar bagi Madrid, dan harus dibenahi agar tak menumpuk pada satu posisi.

Casemiro perlu mengendalikan dirinya sendiri. Dia acap terlalu maju dan akibatnya ketika masa transisi terjadi, Sergio Ramos dipaksa untuk maju, dan hanya Nacho/Varane yang bisa menutupinya. Sebagian besar masalah bisa dipecahkan jika Casemiro kembali ke disiplin defensifnya musim lalu.

3 dari 6 halaman

3. Butuh Striker Cadangan di Bursa Transfer Januari

Aneh rasanya menganggap klub sekaya Real Madrid memiliki skuat tipis, dan itu di tempat vital, yakni posisi penyerang sentral. Borja Mayoral sama sekali tidak cukup baik untuk menjadi pilihan kedua, terutama pada usianya.

Cedera Karim Benzema membuat skuat besutan Zidane kritis. Dia akhirnya menggeser Ronaldo mengisi posisi yang lebih menyerang dan menunggu di depan.

Timo Werner akan menjadi striker ideal bagi Real Madrid. Lebih dari sekadar pelapis Karim Benzema, Werner punya insting mematikan dan sangat cepat.

4 dari 6 halaman

2. Gunakan Opsi Lain di Lini Tengah

Zinedine Zidane dari musim lalu dipuji karena keahliannya dalam rotasi. Tapi sekali lagi pelatih Prancis itu menyukai James Rodriguez, Danilo dan Alvaro Morata untuk jadi pilihan utama saat rotasi.

Musim ini, Achraf Hakimi dan Borja Mayoral adalah pilihan Zidane sebagai cadangan, jadi tentu saja, ada keengganan untuk memutar posisi tersebut. Yang agak membingungkan adalah desakan Zidane untuk bertahan dengan kombinasi lini tengah Casemiro, Luka Modric dan Toni Kroos yang memang sangat bagus.

Modric dan Kroos pada khususnya, sudah tak lagi muda dan menurun akhir-akhir ini. Mateo Kovacic cedera, tapi Zidane akan benar-benar lebih baik menawarkan Dani Ceballos kesempatan untuk mengesankan.

Pemain Spanyol itu akan menawarkan lebih banyak energi dan kesegaran untuk lini tengah Madrid. Merotasi Ceballos sepanjang musim dengan Modric dan Kroos akan menawarkan kesempatan kepada Los Blancos untuk tetap tangguh saat akhir musim ini tiba.

5 dari 6 halaman

1. Tinjau Gaya Bermain Satu Formasi

Gaya permainan Madrid sangat tertebak. Bola dialirkan melalui Fullback, dan mengirim umpan silang ke kotak penalti. Ronaldo biasanya memanfaatkan itu dengan kepala atau kakinya.

Gaya bermain Madrid sudah agak basi dan dapat diprediksi oleh lawan. Mereka pasti akan langsung memotong umpan diagonal yang dimainkan oleh Modric atau Kroos ke pemain fullback.

Ironisnya, Zidane membuat beberapa perubahan taktis penting pada bagian penting dalam karirenya, seperti di babak kedua melawan Bayern Muenchen dalam leg pertama musim lalu. Dia tahu apa yang dibutuhkan.

Mungkin saatnya Zidane beralih dari 4-3-3 ke 4-4-2 atau 3-4-3. Tempat terbaik untuk memecahkan masalah adalah di lapangan latihan, dan Zidane tahu apa yang harus dilakukannya. (Eka Setiawan)

Artikel Selanjutnya
Real Madrid Tak Butuh Gianluigi Donnarumma
Artikel Selanjutnya
Ferguson: Real Madrid Dominasi Eropa Hingga 2021