Sukses

Penyebab Kekalahan Italia Versi Andrea Pirlo

Liputan6.com, Milan - Legenda AC Milan dan Juventus, Andrea Pirlo turut mengomentari situasi yang tengah dihadapi Timnas Italia saat ini.Ya, Italia harus berjuang untuk mengalahkan Swedia dengan selisih minimal dua gol dalam leg kedua babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2018.

Di leg pertama, tim asuhan Giampiero Ventura kalah 0-1 di markas Swedia. Pertandingan leg dua akan digelar di San Siro, Milan, Selasa dini hari WIB (14/11/2017).

“San Siro? Itu tentunya dapat membantu Italia karena bermain di depan pendukung sendiri. Meski begitu, tidak ada orang yang mencetak gol dari bangku penonton, itu tergantung pada pemain di lapangan,” ujar Pirlo kepada Sky Sport, seperti dilansir calciomercato.

Soal kekalahan di leg satu di Stockholm, di mana banyak pihak di Italia yang menilai kepemipinan wasit tidak adil, Andrea Pirlo menanggapi dingin. Sebaliknya ia menilai justru Italia sendiri yang tampil kurang baik di pertandingan tersebut.

“Wasit? Saya kira tidak ada yang perlu diprotes karena dia melakukan apa yang seharusnya. Saya kira Italia bermain ketakutan kemarin itu sehingga itulah kenapa mereka tidak bermain sesuai level mereka,” paparnya.

Pelatih Italia, Giampiero Ventura sendiri tengah berada di ujung tanduk. Kemungkinan besar ia akan dipecat jika gagal meloloskan Italia.

“Ini tidak akan mudah bagi Ventura. Beliau harus mampu menyemangati timnya untuk bertempur di hari Senin. Tekanan ada pada dirinya dan pada pemain Italia yang akan tampil. Sekali lagi saya katakan, kepemimpinan wasit sudah baik menurut saya. Bermain di Eropa tidak seperti main di Italia. Kita tidak akan menerima panggilan untuk hubungan yang minim. Semua orang harus berbuat lebih baik,” kata Andrea Pirlo.

 

 

 

1 dari 3 halaman

Sarankan Formasi 4-3-3

Mengingat banyaknya pemain yang akan absen, termasuk Marco Verratti yang mendapat sanksi akumulasi kartu kuning, Pirlo meminta Ventura untuk menerapkan pola 4-3-3. Sebelumnya Ventrua bereksperimen dengan menerapkan skema 3-5-2. Padahal biasanya, ia selalu menerapkan pola 4-2-4.

“Sebaiknya lakukan pendekatan yang lebih menyerang, bermain dengan pola 4-3-3 untuk memberi ruang yang lebih banyak bagi Lorenzo Insigne sehingga dia bisa memberikan umpan kepada tiga pemain di atas,” lanjut Pirlo.

Pirlo mengaku kecewa dengan penampilan Verratti pada leg satu di markas Swedia. Bintang Paris Saint Germain itu tidak bermain sebagus di klubnya.

“Dia memang memberikan umpan-umpan bagus di babak pertama, tapi setelah itu dia kehilangan permainan. Barangkali setelah kartu kuning dia takut untuk melakukan tekel lagi, kartu dia takut mendapat kartu merah. Dia jelas tidak bermain seperti biasanya di bermain di Paris Saint-Germain,” terang Pirlo.

2 dari 3 halaman

Buffon Terancam Pensiun Lebih Cepat

Sementara itu, situasi ini membuat kiper Italia, Gianluigi Buffon terancam pensiun lebih cepat dari timnas. Padahal selama ini, ia bertekad menyudahi kariernya usai gelaran Piala Dunia 2018.

“Ini mungkin akan menjadi pertandingan terakhirnya Gigi Buffon bersama Timnas Italia selagi Italia berharap hasil yang lebih baik di hari Senin,” ucap Pirlo menanggapi.

Buffon sendiri juga sepakat dengan Pirlo. Ia tidak sependapat dengan pelatihnya bahwa timnya kalah karena tidak beruntung.

“Kami tahu kami kalah, tapi kami juga tahu kami masih punya 90 menit lagi untuk membalikkan keadaan yang sulit ini. Kami harus memiliki keyakinan di hari Senin, dan lagipula kami sudah kalah. Pertandingan itu ditentukan oleh insiden dan tidak ada waktu menghabiskan energi untuk membahas detailnya,” ujar kiper 39 tahun itu. (Abul Muamar)

Artikel Selanjutnya
17 Pemain AC Milan Dipanggil Timnas
Artikel Selanjutnya
Keok dari Spanyol, Barzagli Minta Timnas Italia Cepat Bangkit