Sukses

Inilah 4 Pelatih Tertua di Seri A, Salah Satunya dari Inter Milan

Liputan6.com, Milan - Liga Italia Serie A musim ini menyajikan kompetisi yang sengit. Di papan atas, dominasi Juventus dalam enam musim terakhir mulai menemui jalan terjal.

Napoli yang selalu berada di belakang mereka, kali ini tancap gas dan terus tampil konsisten dan belum terkalahkan. I Partenopei memenangkan 11 laga dari 13 pertandingan yang sudah berjalan. Dua laga lainnya berakhir imbang.

Tak hanya Napoli, Inter Milan yang terseok-seok dalam beberapa musim terakhir, juga sudah kembali ke jalurnya. Bersama Napoli, Inter termasuk tim yang belum mengalami kekalahan sejauh ini.

Selain Inter Milan, tak ketinggalan AS Roma dan Lazio, yang mengekor di peringkat empat dan lima klasemen. Selisih masing-masing tim tak lebih dari dua poin.

Ketatnya persaingan di Serie A musim ini tidak terlepas dari peran para pelatih. Keberadaan mereka sangat menentukan performa tim-tim yang berkompetisi. Dari segi usia, saat ini ada sembilan pelatih di Serie A yang berusia di bawah 50 tahun.

Sementara 11 lainnya berusia lebih dari 50 tahun. Dan dari 11 pelatih itu, hanya empat yang usianya di atas 55 tahun, salah satunya Luciano Spalletti, allenatore Inter Milan. Mereka inilah pelatih tertua yang ada saat ini. Selain Spalletti, siapa lagi lainnya:

 

1 dari 5 halaman

1. Maurizio Sarri (58 tahun 10 bulan)

Tua atau muda usia pelatih, memang tidak menentukan. Yang lebih menentukan adalah bagaimana sang pelatih meramu strategi yang tepat. Contohnya bisa dilihat dari apa yang dilakukan Maurizio Sarri di Napoli.

Pelatih berusia 58 tahun itu mampu memimpin pasukan I Partenopei menjadi klub yang disegani di Italia dalam beberapa musim terakhir. Musim ini Napoli bahkan kokoh berada di puncak klasemen dan tanpa tergoyahkan.

(Luca Zennaro/ANSA via AP)

Sarri mulai melatih Napoli sejak musim panas 2015. Ia masih terikat kontrak hingga Juni 2020. Karena kepiawaiannya bersama Napoli, banyak kalangan yang membicarakannya. 

Di bawah asuhannya, Napoli bahkan disebut-sebut sebagai tim yang memainkan sepakbola terbaik di Eropa saat ini. AC Milan yang terseok-seok meskipun sudah belanja habis-habisan, sempat dikabarkan ingin mendatangkan Sarri untuk menggantikan Montella. Meskipun belakangan kabar ini tenggelam.

 Pengalaman kepelatihan Sarri sebenarnya tidak begitu mentereng. Sebelum ditunjuk sebagai pelatih Napoli, ia hanya pernah menukangi klub-klub kecil macam Empoli (2012-2015), Sorrento (Juli 2011- Desember 2011), Alessandria (Juli 2010-Juni 2011), dan Perugia (September 2008-Februari 2009).

 

2 dari 5 halaman

2. Luciano Spalletti (58 tahun 8 bulan)

Usia Luciano Spalletti dengan Sarri tak beda jauh. Keduanya sama-sama lahir di tahun 1959, dan hanya beda dua bulan. Jika Sarri lahir 10 Januari, Spalletti 7 Maret 1959.

Sama seperti Sarri, Spalletti juga sukses menukangi Inter Milan musim ini. Baru didatangkan musim panas lalu, pelatih berkepala plontos itu langsung membawa angin segar di San Siro. Ia mampu menyatukan para pemain Inter Milan yang di musim-musim sebelumnya kehilangan kekompakan. Berkat tangan dinginnya Inter bisa bercokol di peringkat dua klasemen dan belum terkalahkan.

Luciano Spalletti  (Filippo Venezia/ANSA via AP)

Sebelum menangani Inter, Spalletti sukses bersama AS Roma dalam dua periode. Di periode pertama di tahun 2005 hingga 2009, I Giallorossi dibawanya bersaing di papan atas dan menembus Liga Champions. Demikian juga di periode kedua (Januari 2016 sampai Mei 2017). AS Roma selalu menempel Juventus di puncak klasemen meskipun belum berhasil menjadi juara.

Beberapa klub lainnya yang pernah dilatih Spalletti antara lain Udinese (Maret-Juni 2001 dan Juli 2002-Juni 2005) dan Zenit Saint Petersburg (Desember 2009-Maret 2014).

 

 

3 dari 5 halaman

3. Gian Piero Gasperini (59 tahun 10 bulan)

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini merupakan pelatih tertua kedua di Liga Italia saat ini. Ia akan menginjak usia 60 tahun 26 Januari mendatang. Meski demikian, kepelatihannya tidak bisa diremehkan. Musim lalu ia bahkan mengantarkan Atalanta finis di posisi empat klasemen akhir Serie A.

Gian Piero Gasperini (AFP PHOTO DAMIEN MEYER)

Dengan skuat yang didominasi pemain muda, Gasperini tidak mengalami hambatan. Sebaliknya ia mampu menyulap para pemain muda itu menjadi bintang. Misalnya seperti Roberto Gagliardini, Franck Kessie, Andrea Conti, dan Mattia Caldara. Para pemain itu kini sudah diamankan oleh klub-klub raksasa macam Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.

Dengan sisa kontrak yang masih berlaku hingga Juni 2020, Gasperini memulai musim ini dengan langkah yang tertatih-tatih. Penampilan Atalanta tidak sebagus musim lalu. Meski demikian, di Liga Europa mereka masih menjaga tren positif. Berada satu grup dengan klub tangguh macam Olympique Lyon dan Everton, mereka mampu memimpin klasemen Grup E dengan delapan poin dari empat laga.

Mengawali karier kepelatihannya sebagai pelatih tim muda Juventus selama sembilan tahun (1994-2003), Gasperini juga pernah melatih Crotone, Genoa, Inter Milan, dan Palermo.

 

 

4 dari 5 halaman

4. Luigi Delneri (67 tahun 2 bulan)

Pelatih tertua di Serie A tak lain adalah Luigi Delneri. Namun sayangnya, ia baru saja dipecat oleh Udinese, kemarin, menyusul rentetan hasil buruk yang didapat musim ini. Udinese baru mengumpulkan 12 poin dari 12 laga yang sudah dimainkan. Kekalahan 0-1 dari Cagliari di kandang sendiri akhir pekan lalu menjadi akhir petualangannya.

 Luigi Del Neri (AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO)

Adapun Delneri sudah cukup kenyang akan pengalaman. Era keemasannya adalah saat melatih Chievo Verona di tahun 2000 hingga 2004. Setelah itu ia pernah melatih FC Porto, AS Roma, Atalanta, Sampdoria, hingga Juventus. 

Delneri menjadi pelatih keempat di Serie A yang dipecat musim ini, setelah Massimo Rastelli (Cagliari), Marco Baroni (Benevento), dan Ivan Juric (Genoa). Usai memecat Delneri, Udinese langsung menunjuk Massimo Oddo untuk menggantikannya. Oddo terakhir melatih Pescara musim lalu. (Abul Muamar) 

Artikel Selanjutnya
4 Pemain Terbaik Belgia di Liga Inggris
Artikel Selanjutnya
Ibrahimovic dan Pemain Top yang Gagal Juara Liga Champions