Sukses

Siklus Berputar, Waktunya Liga Inggris Berjaya di Eropa

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki lima wakil, Liga Inggris dalam posisi terbaik untuk kembali merajai Eropa. Kesempatan semakin besar melihat kesulitan beberapa tim raksasa pada Liga Champions musim ini.

Seluruh wakil Liga Inggris memimpin klasemen sementara di fase grup, dengan tiga di antaranya memastikan tiket 16 besar. Mereka adalah Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Chelsea.

Manchester United (MU) segera menyusul. Pasukan Jose Mourinho itu akan tetap lolos walau maksimal kalah selisih dua gol pada laga terakhir melawan CSKA Moscow, 5 Desember mendatang.

Liverpool juga dalam posisi kuat walau pertahanan sangat rapuh. The Reds cukup bermain imbang kontra Spartak Moscow untuk mengamankan tiket di perdelapan final.

"Kami punya lima tim yang tampil bagus di fase grup," ujar mantan gelandang Chelsea, Frank Lampard, dilansir Soccerway.

"Beberapa tahun terakhir menjadi periode sulit bagi tim Liga Inggris. Saya pikir, baru sekarang kita akan melihat kekuatan mereka," ucap juara Liga Champions 2012 tersebut.

1 dari 3 halaman

Periode Keemasan

Inggris tercatat menorehkan periode keemasan sekitar satu dekade lalu. Terhitung pada 2006/2007 hingga 2008/2009, mereka sukses mengirim tiga tim ke semifinal. Puncaknya terjadi pada 2007/2008 dengan menciptakan all-English final dan MU keluar sebagai juara.

Tottenham Hotspur mengamankan posisi juara Grup H. (AFP/John Macdougall)

Setelah itu, Inggris tidak lagi diwakili banyak tim di putaran-putaran akhir kompetisi. Maksimal hanya satu tim lolos ke sana. Salah satunya, Chelsea, sukses memenangi edisi 2011/2012.

Nestapa kemudian menggelayuti kinerja Inggris. Pada 2012/2013 hingga 2016/2017, hanya dua tim yang mampu melaju ke semifinal. Mereka adalah Chelsea (2013/2014) dan Manchester City (2015/2016).

2 dari 3 halaman

Performa Saat Ini

Peluang tim Liga Inggris kembali ke masa kejayaan terbuka melihat kinerja praa rival. Salah satunya bahkan memanfaatkan hal itu untuk memuncaki grup. Tim yang dimaksud tidak lain Tottenham Hotspur.

Setelah kalah agregat 0-5 dari Real Madrid pada 8 besar Liga Champions 2010/2011, Spurs tidak terkalahkan dari dua laga Grup H. Mereka bermain 1-1 di Santiago Bernabeu sebelum berjaya 3-1 pada laga di kandang.

Barcelona makin menunjukkan ketergantungan terhadap Lionel Messi. Bayern Munchen sudah memecat pelatih dan kembali ke masa lalu dengan menunjuk Ottmar Hizfeld. Sementara, lini belakang Juventus tidak terlihat setangguh biasanya.

Terbilang hanya Paris Saint-Germain yang impresif. Lini depan mereka begitu menakutkan menyusul pembelian Neymar dan Kylian Mbappe.

Tentu, kinerja para tim ini tidak berarti apa-apa karena kompetisi sesungguhnya baru bergulir pada Februari tahun depan, ketika babak 16 besar dimulai. Di sinilah alasan mengapa Liga Inggris tidak boleh lekas puas dan terus mengembangkan diri.

Artikel Selanjutnya
Top 10 Berita Bola: Menyambut Era Emas Baru Timnas Spanyol
Artikel Selanjutnya
5 Liga Eropa dengan Peringkat Terbaik Satu Dekade Terakhir