Sukses

3 Transfer Pemain Paling Kontroversial di Liga Inggris

Liputan6.com, London - Transfer saga membuat pemain seringkali menjadi dibenci fans klub lamanya. Cerita-cerita kontroversial kerap hadir menyertai kepindahan pemain ke klub lain, Liga Inggris dinilai paling bising.

Apalagi bila pemain tersebut ternyata hengkang ke klub rival. Tentu saja hal itu semakin menjadi bumbu kepindahan pemain tersebut selama bursa transfer dibuka.

Luis Figo di Liga Spanyol menjadi sosok kontroversial ketika hengkang dari Barcelona ke Real Madrid. Di Liga Italia, Gonzalo Higuain jadi target ejekan fans Napoli ketika memilih hijrah ke Juventus.

Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi yang paling boros untuk urusan belanja pemain. Tak jarang kisah-kisah transfer pemain menghiasi halaman depan media-media lokal.

Para pemain yang hijrah dianggap sebagai pengkhianat dan jangan harap mendapat sambutan hangat saat bertandang dengan klub baru mereka. Kepindahan mereka seperti dosa yang tak termaafkan bagi para fans.

Berikut 3 transfer pemain paling kontroversial di Liga Inggris seperti dilansir Sportskeeda:

1 dari 4 halaman

3. Carlos Tevez (Manchester United ke Manchester City)

Carlos Tevez tidak hanya membuat satu kisah kontroversial kepindahan kontroversial dalam kariernya di Inggris, tapi dua. Yang pertama saat pindah ke Manchester United dari West Ham United.

Kemudian keputusannya meninggalkan Manchester United untuk berkostum rival sekota, Manchester City. Alasan Tevez berkhianat adalah karena dia tidak sabar untuk mendapatkan kontrak permanen dari The Red Devils.

Tevez berbicara banyak di media soal masalahnya dan Sir Alex Ferguson tidak senang dengan hal itu. Akhirnya dia pindah ke Manchester City yang menawarinya kontrak lima tahun.

Di markas The Citizens, poster besar Tevez dengan kostum biru langit telah dipajang sebelum dia benar-benar pindah. Tevez langsung dibenci fans MU. Ini jadi kepindahan pertama pemain MU ke City sejak Terry Cooke melakukannya pada 1999.

2 dari 4 halaman

2. Sol Campbell (Tottenham Hotspur ke Arsenal)

Persaingan klub sepak bola London Utara lekat dengan Tottenham Hotspur dan Arsenal. Bagi Tottenham, siapa pun klub boleh jadi juara Liga Inggris, kecuali Arsenal.

Mereka akan berusahan menjegal The Gunners. Rivalitas kedua tim sudah mendarah daging. Apa jadinya bila pemain bintang The Lilywhites menyeberang ke Arsenal?

Hal ini dilakukan Sol Campbell pada musim panas 2001. Bahkan Campbell merupakan kapten Tottenham, yang ikut mengantarkan trofi Piala Liga 1999.

Tottenham sudah menawarinya perpanjangan kontrak dengan gaji tertinggi, tapi Campbell mengaku ingin bermain di Liga Champions. Sembilan tahun membela Tottenham, ia rusak dengan hijrah ke Arsenal. Campbell pun kemudian dijuluki Judas.

3 dari 4 halaman

1. Ashley Cole (Arsenal ke Chelsea)

Ashley Cole merupakan bagian penting dari Arsenal ketika tidak terkalahkan pada musim 2003-2004. Cole sudah memenangi sejumlah trofi bersama The Gunners, tapi uang Chelsea membuat tergiur.

Cole kala itu mengklaim Arsenal tidak menawarkannya uang yang pantas. Dia pun menolak tawaran perpanjangan kontrak dan memilih hijrah ke Stamford Bridge.

Transfernya disertai ejekan dari fans Arsenal, terutama karena uang yang jadi penyebabnya. Chelsea menawari 5 juta pound sterling plus William Gallas dan Arsenal setuju melepas Cole.

Chelsea dan Arsenal sama-sama klub asal Kota London. Fakta ini menyebabkan Cole jadi musuh besar Arsenal, mengingat dia pemain jebolan akademi The Gunners.

Artikel Selanjutnya
Tim Termahal usai Bursa Transfer Musim Panas 2017
Artikel Selanjutnya
5 Pemain Termahal Liga Inggris di Musim Panas 2017