Sukses

5 Pemain yang Mengabdi Seluruh Kariernya di Satu Klub

Liputan6.com, Jakarta - Kepindahan pemain merupakan hal umum dalam sepak bola modern. Tapi bagaimana bila bicara kesetiaan?

Loyalitas dalam sepak bola dewasa ini mulai sulit didapatkan. Uang menjadi faktor utama di tengah inflasinya harga pemain akhir-akhir ini.

Akan tetapi, uang ternyata bisa dikalahkan oleh kecintaan si pemain terhadap suatu klub. Di Indonesia ada nama Choirul Huda yang mengabdikan seluruh kariernya untuk Persela Lamongan.

Nah, bagaimana dengan pemain di Eropa? Berikut lima nama yang menghabiskan kariernya di satu klub.

1 dari 6 halaman

Carles Puyol

Carles Puyol menghabiskan seluruh karier seniornya di Barcelona. Namun anehnya, dia tidak termasuk di antara tiga pemain top dengan penampilan terbanyak untuk bersama klub Catalonia itu.

Carles Puyol. (AFP/Josep Lago)

Pada saat mengakhiri kariernya di Barcelona dan sepak bola, Puyol sudah dicap legenda. Selama kariernya di sana, dia telah memenangkan nyaris segalanya, termasuk enam gelar La Liga, tiga Liga Champions, dan dua Piala Dunia Antarklub.

Bek legendaris ini memenangkan total 20 gelar. Dia memainkan total 592 pertandingan untuk tim utama, dan mencetak 18 gol.

2 dari 6 halaman

Paolo Maldini

Menyaksikan permainan Paolo Maldini adalah sebuah perjalanan tersendiri. Bek legendaris Italia itu sangat berbakat dan memiliki kemampuan serbabisa, sebagai bek kiri dan bek tengah.

Maldini dianggap bek yang sangat cerdas sehingga jarang sekali melahirkan pelanggaran. Dia mengabdi seluruh kariernya untuk AC Milan.

Paolo Maldini. (AFP/Filippo Monteforte)

Bersama I Rossoneri, dia memainkan 902 laga dan mencetak 33 gol. Dia mengakhiri kariernya dengan 23 gelar, lima di antaranya Liga Champions yang membuatnya sangat dihormati Milanisti di seluruh dunia.

3 dari 6 halaman

Paul Scholes

Mantan maestro lini tengah Manchester United ini terkenal dengan umpan-umpan yang akurat pada masa jayanya. Dia dianggap sebagai inspirasi gelandang modern di sepak bola Inggris.

Paul Scholes. (AFP/Andrew Yates)

Fans Setan Merah bahkan membandingkannya dengan pemain seperti Xavi dan Andrea Pirlo. Kenyataannya dia memang gelandang Manchester United yang paling hebat di era modern.

Paul Scholes memainkan total 718 pertandingan bersama tim yang bermarkas di Old Trafford itu dan mencetak 155 gol. Dia juga memiliki beberapa penghargaan dengan total jumlah 25 gelar dalam rentang waktu dua dekade.

4 dari 6 halaman

Francesco Totti

Francesco Totti. (AFP/Vincenzo Pinto)

Semua pemain dalam daftar ini telah berakhir atau akan mengakhiri karier dengan setidaknya 20 trofi. Tak seperti Totti. Namun, dia tetap saja menjadi salah satu pemain yang paling dihormati.

Dia dianggap paling istimewa berkat kesetiaannya bersama AS Roma. Padahal, di sana Totti hanya meraih lima trofi dengan klubnya. Namun, cinta dan rasa hormat yang dia dapatkan untuk ini tidak dibatasi angka.

Totti sebenarnya bisa dengan mudah pergi ke klub lain dan meningkat setidaknya tiga kali lipat jumlah trofinya. Namun dia malah memilih untuk tetap bertahan dengan cinta.

5 dari 6 halaman

Lionel Messi

Lionel Messi belum menyelesaikan kariernya. Tapi dengan kontrak yang membuatnya bermain untuk Barcelona sampai 2021, dia diprediksi akan habiskan kariernya di sana.

Banyak yang prediksi Messi ingin sekali akhiri kariernya dengan klub masa kecil, Newell's Old Boys. Namun, hanya waktu yang bisa mengungkapkan apakah itu benar-benar akan terjadi.

Pada usia 30 tahun, La Pulga sudah menjadi pemain dengan penampilan terbanyak di Barcelona, hanya di belakang Xavi dan Andres Iniesta. Pada 2021, jika bisa menjaga kebugarannya, ia pasti akan menjadi pemegang rekor-rekor Barcelona termasuk pencetak gol terbanyak.

Bintang Argentina itu telah memenangkan 29 trofi dalam kariernya bersama Barcelona. Jumlah itu jelas akan kian melejit dalam beberapa tahun ke depan. (Eka Setiawan)

Lionel Messi. (AP Photo/Manu Fernandez)

Artikel Selanjutnya
Gabung MU, Wonderkid Asal Spanyol Mengaku Bangga
Artikel Selanjutnya
5 Pemain Bintang Ini Pantas Dapat Klub Lebih Baik