Sukses

Selain Mauro Icardi, Ini 4 Pemain Kunci Inter Milan

Liputan6.com, Milan - Inter Milan kembali ke jalur yang benar. Setelah beberapa musim terakhir selalu terpuruk, raksasa Italia itu tancap gas berkat tangan dingin pelatih Luciano Spalletti. Di ajang Serie A, dari 15 pertandingan yang sudah berjalan, mereka meraih 12 kemenangan dan tiga kali imbang.

Kemenangan telak 5-0 yang terakhir diraih saat melawan Chievo Verona pun mengantarkan Inter Milan ke puncak klasemen dengan 39 poin, menggusur Napoli yang kalah 0-1 dari Juventus. Hasil itu sekaligus menjadikan mereka satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Serie A musim ini.

Di samping sentuhan magis Spalletti, peran para pemain tentu yang paling menentukan. Salah satunya ditunjukkan Mauro Icardi. Penyerang Argentina itu merupakan kunci kehebatan Inter Milan saat ini. Performanya berbanding lurus dengan laju I Nerazzuri. Gol-gol yang ia ciptakan pun sering menjadi penentu kemenangan bagi timnya.

Satu gol tambahan yang dicetaknya ke gawang Chievo Minggu kemarin, membuatnya kini memimpin daftar top scorer dengan 16 gol. Jumlah golnya sudah melampaui torehan penyerang Lazio, Ciro Immobile yang sudah memimpin selama beberapa pekan.

Namun, tentu saja bukan Icardi seorang yang layak dianggap sebagai kunci kesuksesan Inter Milan. Dari 10 pemain lainnya yang tampil reguler, setidaknya ada empat pemain lagi yang sangat berjasa membawa La Beneamata ke puncak. Siapa saja mereka? Berikut informasi selengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

 

1 dari 5 halaman

1. Samir Handanovic

Inter Milan memang tidak seproduktif Juventus atau Napoli dalam membobol gawang lawan. Namun sebaliknya, I Nerazzuri menjadi tim paling sedikit kebobolan musim ini. Dari 15 pertandingan, gawang mereka baru kebobolan sepuluh kali.

Tentu saja itu berkat Samir Handanovic. Kiper Slovenia itu semakin tua semakin matang. Ia tak tergantikan di bawah mistar gawang Inter Milan dan tercatat sudah membuat enam penyelamatan musim ini.

Samir Handanovic (AFP/Fredrik Von Erichsen)

Bangkitnya Inter Milan musim ini pun membuat Handanovic mengurungkan niatnya untuk hengkang. Ya, musim lalu, kiper 33 tahun itu menyatakan tidak betah di San Siro karena tak pernah merasakan gelar dan bermain di Liga Champions.

Namun kini, harapannya itu kembali muncul. Handanovic pun sepakat memperpanjang kontraknya bersama Inter baru-baru ini. Ia diikat hingga Juni 2021.

“Saya merasa istimewa menjadi kiper utama Inter. Suatu kehormatan bisa bermain untuk Inter dan menjadi bagian dari sejarah klub ini,” ujar Handanovic usai membubuhkan tanda tangannya, seperti dikutip dari Calciomercato.

 

2 dari 5 halaman

2. Milan Skriniar

Di lini belakang, Inter Milan patut bersyukur memiliki Milan Skriniar. Bek yang baru direkrut dari Sampdoria musim panas lalu itu membuat lini pertahanan Inter menjadi kokoh. Didampingi bek senior, Joao Miranda, Skriniar tampil percaya diri dalam mengawal pertahanan I Nerazzuri.

Milan Skriniar . (AFP Photo/Miguel Medina)

Meski baru direkrut, Skriniar mampu beradaptasi dengan cepat. Bek berusia 22 tahun itu tak tergantikan tampil sebagai starter dalam 15 pertandingan yang sudah dimainkan. Ia pun selalu bermain selama 90 menit penuh.

Hebatnya lagi, Skriniar termasuk bek yang tidak kasar atau curang dalam menjaga pertahanan. Ia baru sekali menerima kartu kuning sejauh ini. Tak cuma hebat dalam bertahan, Skriniar sesekali juga ikut membantu serangan. Buahnya, ia berhasil mencetak tiga gol. Gol terakhirnya tercipta saat menghadapi Chievo, Minggu lalu (3/12/2017).

3 dari 5 halaman

3. Matias Vecino

Matias Vecino merupakan pemain termahal yang direkrut Inter Milan di bursa musim panas lalu. Ia dibeli dari Fiorentina seharga 24 juta euro. Awalnya, fans Inter Milan ragu dengan kebijakan belanja klub kesayangannya. Tidak ada nama besar yang direkrut. Namun keraguan itu dijawab oleh Vecino.

Pemain Inter Milan, Matias Vecino (kanan) berebu bola dengan para pemain Bologna pada lanjutan Serie A di The Dall' Ara Comunal Stadium, Bologna, (19/9/2017). Inter bermain imbang 1-1 lawan Bologna. (AFP/Andreas Solaro)

Meski bukan pemain tenar, Vecino sanggup memenuhi kepercayaan pelatih Luciano Spalletti. Ia selalu diturunkan sebagai starter sejak awal musim ini. Hanya sekali ia tak main, yakni di pertandingan terakhir melawan Chievo, Minggu lalu. Itu pun karena alasan cedera.

Vecino memang belum banyak memberi kontribusi berupa gol atau assist. Ia baru menyumbang satu gol dan dua assist. Namun kehadirannya di lini tengah Inter, membuat permainan klub tersebut menjadi seimbang. Absennya ia kemarin pun sempat membuat Spalletti panik. Beruntung, Jaoo Mario dan Roberto Gagliardini tampil bagus menggantikan perannya.

4 dari 5 halaman

4. Ivan Perisic

Dan, satu lagi pemain yang tak bisa dilupakan adalah Ivan Perisic. Peran winger Kroasia itu sama vitalnya dengan Mauro Icardi dalam urusan membongkar pertahanan lawan. Musim ini ia sudah mencetak tujuh gol serta enam assist dalam 15 penampilan.

Ivan Perisic   (AFP/Miguel Medina)

Perisic menjadi bintang kemenangan telak 5-0 Inter Milan atas Chievo Minggu lalu (3/12/2017). Pemain berusia 28 tahun itu mencetak hattrick pada laga tersebut. Permainannya yang terus berkembang membuatnya semakin betah bersama Inter. Ia mengaku sudah tidak lagi memikirkan berganti klub karena ingin meraih prestasi bersama La Beneamata.

Usai mencetak hattrick kemarin, Perisic langsung menatap laga melawan Juventus akhir pekan nanti.

“Kami berada di puncak klasemen dan sekarang kami harus melakoni ‘derby’ ini. Saya pikir Inter harus selalu bermain untuk menang dan kami akan ke Turin untuk merebut kemenangan,” ujar pemain yang diincar Manchester United musim panas lalu itu.

(Abul Muamar)

Artikel Selanjutnya
Kinerja Striker Tentukan Keberhasilan AC Milan
Artikel Selanjutnya
Inter Milan Rampungkan Transfer Yann Karamoh