Sukses

Under Armour Charged Run Bali 2017

Liputan6.com, Jakarta Serangkaian gempa pada September 2017 mengawali peristiwa erupsi Gunung Agung, Bali, pada 25 November 2017. Dua hari setelah peristiwa erupsi, aktivitas Gunung Agung dinyatakan berstatus awas.

Aktivitas Gunung Agung menurun dan mulai stabil pada sekitar 12 Desember 2017, tetapi warga tetap diminta untuk tetap waspada karena masih ada kemungkinan aktivitas Gunung Agung meningkat lagi.

Aktivitas Gunung Agung tersebut membuat sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju Bali dibatalkan. Pada 27 November 2017, misalnya, setidaknya 402 dari dan menuju Bali dibatalkan. Penerbangan dibatalkan antara lain karena ruang udara di atas Denpasar tertutup abu vulkanik.

Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara (Bandara) I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, peristiwa erupsi Gunung Agung membuat jumlah turis yang datang ke Bali menurun hingga sekitar 50 persen dibanding pada saat kondisi normal.

"Sejauh ini perkembangan Bandara Ngurah Rai kita tahu bersama, penumpang itu turun sekitar 40-50 persen. Dari 60 ribu penumpang tinggal tersisa 30-40 ribu penumpang," ucap Yanus di Kuta, Bali, Rabu (13/12/2017).

Di tengah situasi tak menentu itu, Under Armour tidak melakukan perubahan rencana pengembangan bisnis. Pada 4 Desember 2017, Under Armour tetap melaksanakan agenda peresmian gerai baru, di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Bali. Gerai seluas 150 meter persegi ini menyediakan berbagai perlengkapan olahraga kelas dunia.

Gerai Under Armour Beachwalk Shopping Center, Kuta, Bali dibuka pada Senin (4/12/2017).

Lima hari setelah meresmikan gerai di Beachwalk, Under Armour menggelar perlombaan Under Armour Charged Run Bali 2017. Under Armour Charged Run adalah kegiatan olahraga unik, yang menantang orang untuk menguji kecepatan, kekuatan, kelincahan, daya tahan otot dan jantung mereka hingga pada batasnya. Perlombaan dibagi menjadi dua kategori yaitu pria dan wanita.

Peserta yang berjumlah sekitar 300 orang dari dalam dan luar negeri tampak antusias mengikuti perlombaan. Sejumlah tantangan, antara lain track dan field pasir, membuat peserta berharap Under Armour menggelar lomba tersebut pada 2018 dan ingin berpartisipasi kembali.

Kehadiran Brand Ambassador Under Armour Ade Rai dan master zumba Liza Natalia pada acara Under Armour Charged Run Bali 2017 membuat suasana semakin meriah.

"Saya merasa beruntung dan gembira.Saya berharap bisa berpartisipasi dalam perlombaan ini tahun depan dan bisa melihat pemandangan seperti ini adalah sesuatu yang luar biasa," ujar peraih second runner-up kategori putri, Adinda Sukardi, yang mengikuti lomba dalam keadaan lutut cedera.

Sejalan dengan semangat yang muncul dari Under Armour Charged Run Bali 2017, pemerintah Bali juga tetap menjalankan sejumlah agenda pariwisata, meski jumlah turis menurun. Festival Nusa Penida, misalnya, tetap digelar di Pantai Mahagiri, Desa Jungutan Batu, Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali.

"Nusa Penida jauh dari Gunung Agung, jadi aman untuk dikunjungi. Pembangunan pariwisata perlu semangat dan mulat sarira. Lepaskan ego," ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di sela acara pembukaan Festival Nusa Penida, Rabu, 6 Desember 2017.

Ilustrasi Under Armour Charged Run Bali 2017. Under Armour Charged Run Bali 2017 digelar di Kuta, Bali, Sabtu (9/12/2017).

 

(Adv)

Artikel Selanjutnya
Cara Jitu Hilangkan Noda Hitam pada Ketiak dengan Bahan Alami
Artikel Selanjutnya
Hotel Ini Pinjamkan Anjing Peliharaan untuk Tamu yang Kesepian