Sukses

4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Barcelona Musim Ini

Liputan6.com, Barcelona - Barcelona ternyata tak mengalami goncangan besar setelah ditinggal pelatih Luis Enriquez yang mengundurkan diri dan Neymar hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG) pada musim panas 2017. Blaugrana menunjukkan bahwa mereka tim yang solid.

Hingga pekan ke-18 Liga Spanyol 2017-2018, Barcelona masih nyaman di puncak klasemen sementara. Mereka sudah memiliki 48 poin, unggul sembilan angka dari Atletico Madrid yang ada di peringkat kedua.

Dari 18 laga, Barcelona belum pernah menelan kekalahan. Sebanyak 15 laga dapat dimenangkan dan sisanya berakhir imbang.

Ernesto Valverde yang ditunjuk menggantikan Luis Enrique mampu menjawab kepercayaan itu. Eks pemain Barcelona tersebut sejauh ini sukses meracik taktik untuk Lionel Messi dan kolega.

Berikut 4 hal yang perlu diketahui tentang Barcelona di musim ini seperti dinukil daro Sokka:

1 dari 5 halaman

4. Punya Kiper Terbaik di Dunia

Kiper Barcelona Marc-Andre ter Stegen tampil saat melawan Atletico Madrid di Camp Nou, Barcelona, 21 September 2016. (AFP/Pau Barrena)

Diboyong dari Borussia Monchengladbach di musim panas 2014, Marc-Andre ter Stegen kalah bersaing dengan Claudio Bravo sebagai penjaga gawang utama Barcelona. Minimnya menit bermain membuat kiper asal Jerman itu sempat ingin hengkang.

Hijrahnya Bravo ke Manchester City pada musim panas 2016 memberi kesempatan kepada Ter Stegen lebih banyak mengawal gawang Barcelona. Musim ini, pemain 25 tahun itu telah membuktikan dirinya pantas menjadi kiper uttama.

Dari 18 pertandingan Liga Spanyol sejauh musim 2017-2018, gawang Barcelona yang dikawal Ter Stegen baru kebobolan tujuh gol. Dengan penampilannya yang mengesankan, Ter Stegen seolah memastikan kini pertahanan Barcelona lebih kokoh.

2 dari 5 halaman

3. Paulinho Tepat untuk Barcelona

Paulinho dan Lionel Messi merayakan kemenangan usai melawan Deportivo La Coruna pada lanjutan La Liga Santander di Camp Nou stadium, Barcelona, (17/12/2017). Barcelona menang 4-0. (AP/Manu Fernandez)

Barcelona merekrut Paulinho dari Guangzhou Evergrande pada bursa transfer musim panas 2017. Gelandang asal Brasil itu dibeli dengan harga 40 juta euro atau sekitar Rp 630 miliar.

Pembelian Paulinho menjadi bahan olok-olok media dan warganet. Pemain berusia 29 tahun itu dinilai bakal menjadi blunder transfer El Barca.

AKan tetapi, eks pemain Tottenham Hotspur itu membuktikan penilaian itu salah. Sejauh ini, Paulinho telah mencetak tujuh gol dan dua assist.

Paulinho dan Neymar jelas berbeda, baik cara bermain maupun perannya. Neymar yang dijual ke Paris Saint-Germain (PSG) pada musim lalu selalu ingin menjadi perhatian. Sementara Paulinho ingin membantu timnya.

3 dari 5 halaman

2. Messi Tak Terbantahkan

Bintang Barcelona Lionel Messi.(AFP/Oscar Del Pozo)

Barcelona tidak bisa menghentikan langkah Neymar untuk bergabung ke Paris Saint-Germain (PSG) pada musim panas 2017. Bintang asal Brasil itu pindah ke Paris setelah PSG membayar klausul pelepasannya sebesar 222 juta euro.

Kehilangan Neymar membuat lini serang Barcelona dikhawatirkan akan kehilangan ketajamannya. Namun, Lionel Messi dapat menjawab keraguan itu,

Pemain yang dijuluki La Pulga itu tampil cemerlang sejauh musim 2017-2018. Di Liga Spanyol, Messi telah mengemas 16 gol dan 8 assist dari 18 pertandingan.

Barcelona pun nyaman berada di puncak klasemen dengan 48 poin, unggul sembilan angka dari saingan terdekatnya Atletico Madrid.

4 dari 5 halaman

1. Barcelona Telah Berevolusi

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde. (AP Photo/Manu Fernandez)

Saat dilatih Pep Guardiola dari 2008-2012, Barcelona menunjukkan gaya permainan sepak bola indah. Dengan gaya tiki taka, Guardiola membuat permainan Blaugrana sangat ditakuti lawan.

Namun, sepak bola saat ini jauh lebih mengutamakan hasil dibanding permainan indah. Dan setelah ditinggal Guardiola, Barcelona tidak hanya menghadapi kenyataan ini, tapi juga telah menyempurnakan seni untuk menemukan keseimbangan di antara keduanya.

Barcelona yang telah kita lihat sejauh musim ini masih memiliki dasar-dasar yang ditanamkan Guardiola. Namun, mereka juga tampaknya belajar bahwa selalu ada lebih dari satu cara untuk meraih kemenangan. Ideologi inilah yang ditanam Luis Enrique dan kemudian dilanjutkan Ernesto Valverde dalam tingkat yang berbeda sejauh musim ini.

Artikel Selanjutnya
Legenda Real Madrid Tak Sabar Lihat Duet Ronaldo - Neymar
Artikel Selanjutnya
Sihir Neymar Cocok Main Bareng Ronaldo