Sukses

Kedubes Amerika Bantu Pembinaan Sepak Bola Wanita di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta- Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai salah satu negara tangguh di sepak bola putri. Mereka pernah tiga kali menjuarai Piala Dunia dan empat kali merebut emas Olimpiade.

Tak salah jika Negeri Paman Sam menjadi kiblat sepakbola putri. Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar di Indonesia membantu pembinaan sepak bola putri dengan mendatangkan salah satu pesepakbola wanita kelas dunia, Joanna Lohman. 

Joanna sepanjang pekan ini berkunjung ke Indonesia untuk memberikan coaching clinic kepada pelajar tingkat SMP dan SMA, mahasiswa hingga beberapa kelompok sepak bola seperti Women Footie Indonesia dan U-18 Asian Soccer Association (ASA).

"Kaget banyak juga wanita di Indonesia yang suka bermain sepak bola. Saya senang melihat kalian. Teruslah giat berlatih dan cari pelatih yang tepat yang bisa membimbing ke arah lebih baik," kata Joanna dalam diskusi di @America, Jakarta.

"Kalian juga harus belajar bahasa Inggris biar bisa mendapat beasiswa ke luar negeri. Sepak bola wanita sudah berkembang. Dengan ikut main bola saja sudah membantu bola wanita berkembang."

1 dari 2 halaman

Karier Joanna

Dalam kesempatan tersebut, Joanna juga berbagi pengalamannya selama menekuni karier sebagai pesepakbola profesional.

"Saya sejak muda sudah ingin menjadi pemain sepak bola. Alasannya karena bisa menjadi bagian dari tim. Saya suka bekerja sama. Orang tua saya mendukung. Saya senang lari-lari jadi mereka menyuruh main sepakbola," terang Joanna.

"Dulu tidak ada kompetisi bagi wanita untuk jadi pemain profesional. Tapi saya terus mengikuti. Momennya datang usai Amerika memenangi Piala Dunia 1999. Saya diundang ke White House dan melihat Mia Hamm. Saya makin yakin ingin menjadi seperti mereka," tegas Joanna.

Joanna saat ini bermain untuk Washington Spirit di American National Women's Soccer League. Dia menempati posisi sebagai gelandang. Sebelumnya Joanna pernah membela Washington Freedom dan Philadelphia Independence.

 

Artikel Selanjutnya
Menlu AS Gantikan Donald Trump yang Menolak Pergi ke London?
Artikel Selanjutnya
Antisipasi Rudal Korea Utara, AS Suplai Misil ke Jepang