Sukses

Ubah Statuta di KLB, 5 Hal Ini Jadi Fokus PSSI

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu agenda dari Kongres Tahunan PSSI adalah menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan tujuan mengubah statuta. Dalam hal ini, ada lima hal yang menjadi fokus PSSI dan dibeberkan Wakil Ketua Umum, Joko Driyono.

Setelah dibuka Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, Kongres Tahunan yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (13/1/2018), pun langsung menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Agenda amandemen statuta PSSI itu sendiri hanya berlangsung 20 menit.

Terkait perubahan statuta itu sendiri diumumkan Joko. Ia membeberikan lima hal penting yang berkaitan dengan perubahan statuta. Lima hal itu adalah soal hirarki organisasi, badan hukum anggota PSSI, lembaga pengembangan sepak bola, struktur voter, perubahan jumlah Komite Tetap.

"Terkait hirarki organisasi, dalam statuta PSSI menambahkan klausul baru soal Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot). Hal itu tercermin dalam pasal 2a," kata Joko.

Hal lain yang menjadi fokus PSSI dalam perubahan statuta adalah meniadakan konflik terkait dualisme klub-klub anggota PSSI. Nantinya, setiap klub yang berlaga di kompetisi PSSI harus memiliki badan hukum. Badan hukum itu juga harus ter-connect dengan PSSI. 

1 dari 3 halaman

Sepak Bola Usia Muda

Amandemen statuta PSSI selanjutnya adalah terkait pengembangan sepak bola usia muda. PSSI tak ingin pengembangan sepak bola tak hanya berhenti di level Asprov dan klub, tapi juga di sekolah sepak bola (SSB). Ke depannya, PSSI akan menambahkan satu pasal lewat lembaga yang terafiliasi seperti SSB. Dan mereka harus teregristrasi meski statusnya bukan anggota.

Struktur voter juga menjadi salah satu topik dalam perubahan statuta. Untuk ke depannya, jumlah voter ditetapkan menjadi 18 klub dari Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, delapan klub Liga 4, dan ada rancangan 34 lembaga dari Asprov serta asosiasi futsal, sepak bola wanita, pelatih, dan wasit.

2 dari 3 halaman

APPI tidak termasuk voter PSSI.

Sekali lagi, PSSI kembali menegaskan bahwa Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) tidak termasuk voter PSSI. Hal ini sudah ditetapkan sejak KLB PSSI di Bandung, Januari 2017. PSSI mengikuti bagaimana hubungan yang dilakukan FIFA dan FIFpro. Jadi hubungan antara PSSI dan API hanya dalam plafon MoU.

"Dan yang terakhir adalah penetapan terkait perubahan dari 17 Komite Tetap menjadi 12 Komite Tetap. Sekadar informasi, Kongres hari ini juga mencatatkan sejarah karena dihadiri seluruh peserta yang hadir di Kongres Ancol dan Bandung," tutup Joko.

Kongres PSSI sendiri telah dibuka Edy Rahmayadi dengan prosesi pemulukan gong sebanyak lima kali pada pukul 12:00 WIB. Maksud dari jumlah lima kali tersebut adalah mengacu pada Pancasila sebagai dasar negara.

Artikel Selanjutnya
Test Event, Timnas Indonesia Siap Panggil 3 Pemain Senior
Artikel Selanjutnya
Menuju Test Event, Timnas Indonesia Masih Sibuk Cari Lawan