Sukses

Sikat Lazio, Napoli Akui Sempat Kewalahan

Liputan6.com, Naples - Posisi puncak klasemen Serie A kembali diambil oleh Napoli. Tim asuhan Maurizio Sarri itu menggilas tamunya, Lazio, 4-1 dalam laga yang digelar di San Paolo, Sabtu malam (10/2/2018).

Lazio sempat unggul lebih dulu melalui Stefan De Vrij saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Namun, Napoli masih terlalu perkasa bagi I Biancoceleste. Mereka membalas dengan empat gol, yang masing-masing diciptakan oleh Jose Callejon (‘43), bunuh diri Wallace (‘54), Mario Rui (‘56), dan Dries Mertens (‘73).

Hasil ini memaksa Juventus kembali turun ke peringkat kedua. Napoli kini bertengger di puncak dengan 63 poin.

“Kenyataannya adalah jika kami bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua, kami bakal bisa mengalahkan tim manapun. Tapi kalau kami bermain seperti di babak pertama, kami bakal menghadapi masalah,” ujar pelatih Napoli, Maurizio Sarri kepada Sky Sport Italia.

Sebelum pertandingan, Napoli sempat diprediksi bakal kesulitan menghadapi Lazio. Hal ini wajar mengingat kiprah anak-anak asuh Simone Inzaghi musim ini, yang tampil cukup agresif.

“Sudah jelas bahwa Lazio berada di posisi tiga di Serie A dan mereka tim yang sangat kuat. Apa yang terjadi dalam beberapa hari ini mempengaruhi kami, dan kami jadi bermain lebih secara fisik dari biasanya,” aku Sarri.

 

1 dari 3 halaman

Sarri Diusir

Jelang turun minum, Sarri diusir dari garis lapangan karena memprotes keputusan wasit terkait pelanggaran yang dilakukan gelandang Lazio, Sergej Milinkovic Savic. Akan tetapi, di babak kedua anak-anak asuhnya justru tampil lebih bagus.

“Menurut saya Sergei Milinkovic Savic seharusnya diberi kartu merah, bukan kuning, karena dia banyak melakukan pelanggaran dan menghantamkan sikutnya ke wajah Jose Callejon. Saya tidak bisa menerima itu. Itu seharusnya bisa dilihat dengan VAR (video asssistant referee),” keluh Sarri.

Sebelum kick off, para pemain Napoli sempat memberikan penghormatan kepada rekan mereka, Fauzi Ghoulam. Mereka semua memakai jersey milik Ghoulam sebagai bentuk prihatin karena bek kiri asal Aljazair itu kembali dihantam cedera dalam sesi latihan sebelum pertandingan. Tempurung lututnya retak. Padahal, ia baru saja pulih dari cedera lutut ACL (anterior cruciate ligament).

Selain Ghoulam, Napoli juga kehilangan bek Vlad Chiriches saat latihan. Bek asal Romania itu bakal absen selama tiga pekan.

“Ada tensi tinggi di babak pertama karena cedera Ghoulam membuat kami kelabakan. Itu insiden yang sangat memengaruhi moral kami,” Sarri menambahkan.

2 dari 3 halaman

Modal Lawan RB Leipzig

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Napoli jelang laga melawan Rassen Ballsport (RB) Leipzib dalam babak 32 besar Liga Eropa, hari Kamis (15/2/2018).

Napoli perlu membuktikan kualitasnya di kancah Eropa. Sebelumnya mereka tersisih dari babak penyisihan grup Liga Champions. Tergabung bersama Manchester City, Shaktar Donetsk, dan Feyenoord di Grup F, Marek Hamsik dan kawan-kawan hanya mampu finis di urutan ketiga.

Sama seperti Napoli, RB Leipzig juga merupakan tim yang tersisih dari Liga Champions. Wakil Bundesliga Jerman itu tersingkir oleh Besiktas dan FC Porto, namun mampu mengungguli AS Monaco. (Abul Muamar)

Artikel Selanjutnya
Debut Coutinho Buat Pelatih Barcelona Optimistis
Artikel Selanjutnya
Juventus Bakal Kehilangan Satu Gelandang di Akhir Musim