"Kembalinya Dominasi Juventus"
Juventus ME Gunawan05/02/2012 18:35 | Juventus
Pelatih Timnas Italia Marcello Lippi sebelum partai pemanasan kontra Meksiko jelang PD 2010 di Brussels, Belgia, 3 Juni 2010. Mexico menang 2-1. AFP PHOTO/JOHN THYS
Liputan6.com, Turin: Setelah sempat “dikucilkan”, didepak ke kompetisi Serie B, menyusul skandal Calciopoli menjelang putaran final Piala Dunia (PD) 2006, Juventus terus berbenah diri. Sempat menyiratkan optimistime tinggi bagi para pendukungnya setelah dua musim mampu meraih peringkat ketiga dan kedua (2006-2007 dan 2007-2008) di klasemen akhir, performa Bianconeri justru melorot di dua musim berikutnya, hanya mampu menempati posisi tujuh besar.
Kini, setelah musim 2011-2012 menghabislah lebih dari setengah perjalanan, Juve bertengger sendirian di puncak klasemen dengan keunggulan satu angka plus satu pertandingan dari rival terdekatnya AC Milan. Di mata mantan allenatore Juve dan juga arsitek Gli Azzurri, Marcello Lippi, inilah saatnya bagi klub yang dikenal dengan warna hitam-putihnya itu untuk kembali mendominasi percaturan sepakbola di Italia.
“Juventus bakal membuka sebuah siklus (dominasi) yang baru. Sebab, tim yang ada sekarang ini bakal menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dibangunnya stadion yang baru menambah rasa kebanggaan bagi para pemain. Di sisi lain, di bawah arahan (Antonio) Conte, organisasi dan rasa kepemilikan terhadap klub ini telah kembali,” puji Lippi.
Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Lippi sempat dua kali menjadi arsitek La Vecchia Signora, yaitu di musim 1994-1999 dan 2001-2004. Selama sewindu bertugas di bench, Lippi tercatat lima kali mengantarkan gelar scudetto Serie A dan satu gelar Liga Champions (1995-1996).(MEG/Goal)
Kini, setelah musim 2011-2012 menghabislah lebih dari setengah perjalanan, Juve bertengger sendirian di puncak klasemen dengan keunggulan satu angka plus satu pertandingan dari rival terdekatnya AC Milan. Di mata mantan allenatore Juve dan juga arsitek Gli Azzurri, Marcello Lippi, inilah saatnya bagi klub yang dikenal dengan warna hitam-putihnya itu untuk kembali mendominasi percaturan sepakbola di Italia.
“Juventus bakal membuka sebuah siklus (dominasi) yang baru. Sebab, tim yang ada sekarang ini bakal menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dibangunnya stadion yang baru menambah rasa kebanggaan bagi para pemain. Di sisi lain, di bawah arahan (Antonio) Conte, organisasi dan rasa kepemilikan terhadap klub ini telah kembali,” puji Lippi.
Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Lippi sempat dua kali menjadi arsitek La Vecchia Signora, yaitu di musim 1994-1999 dan 2001-2004. Selama sewindu bertugas di bench, Lippi tercatat lima kali mengantarkan gelar scudetto Serie A dan satu gelar Liga Champions (1995-1996).(MEG/Goal)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

