Bukti Barca Bergantung pada Messi
Barcelona ME Gunawan08/02/2012 17:15 | Barcelona
Ekspresi penyerang Barcelona Lionel Messi setelah penaltinya gagal ketika melawan Valencia pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Estadio Mestalla, Valencia, 1 Februari 2012. AFP PHOTO/JOSE JORDAN
Liputan6.com, Barcelona: Cerita ringan di balik persaingan antara Barcelona dan Real Madrid di panggung kompetisi La Liga musim ini. Publik berasumsi jika keberhasilan Los Blaugrana dan Los Blancos sangat ditentukan dari keberhasilan atau produktivitas pemain bintangnya masing-masing: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Benarkah?
Belum tentu juga. Marilah kita analisis catatan statistik yang ditoreh kedua pemain top tersebut. Sampai La Liga menyelesaikan 21 jornada atau pertandingan, Madrid mengumpulkan 55 poin atau unggul tujuh angka dari Barca yang baru mendulang 48 poin. Dari 21 laga tersebut, Ronaldo mengoleksi 24 gol. Messi? 23 gol.
Dengan mengurai kontribusi kedua pemain bagi kemenangan timnya masing-masing, dapat disimpulkan jika Barca sangat bergantung pada produktivitas gol yang ditoreh Messi. Sementara, tidak begitu halnya dengan Madrid dan Ronaldo. Artinya, mandulnya Ronaldo tidak akan ujug-ujug membuat Madrid terjungkal dari posisinya di puncak klasemen. Jauh berbeda andaikata Messi mandul. Barca bakal tertinggal 12 angka dari musuh bebuyutannya itu.
Mengapa bisa begitu? Begini ceritanya. Jika perolehan 24 gol Ronaldo dicoret, jumlah poin Madrid hanya akan berkurang dua angka menjadi 53 poin. Hal itu terjadi jika Ronaldo absen di Estadio Mestalla, kandangnya Valencia, 19 November 2011, yang membuat laga yang sejatinya berakhir dengan kemenangan 2-3 untuk Madrid berubah menjadi hasil imbang 2-2. Sementara, 23 gol lainnya yang dicetak Ronaldo tidak akan mempengaruhi kemenangan atau hasil akhir di laga Madrid
Nah, kontras halnya jika itu diterapkan pada Barca dan Messi. Andaikata jumlah kontribusi gol Messi dicoret, Barca bakal benar-benar terpukul. Jumlah poinnya dari 48 angka akan berkurang lima poin. Atau dengan kata lain, selisihnya dengan Madrid membengkak menjadi 12 poin! Kondisi yang sejatinya praktis membuat Barca akan kehilangan gelar.
Rinciannya, dari 23 gol yang dicetak Messi, tujuh gol di antaranya sangat menentukan perolehan poin pasukan Pep Guardiola. Ketujuh gol tersebut tercipta di empat pertandingan, yaitu ketika Barca unggul tipis 2-1 dari Real Sociedad (4/2), menang 4-1 di kandang Malaga (22/1), menang 4-2 dari Real Betis (15/1), dan bermain imbang 2-2 dengan Athletic Bilbao di San Mames, 6 November 2011.
Jika Messi absen, maka Barca bakal bermain imbang dengan Sociedad, Malaga, dan Betis, plus menuai kekalahan dari Bilbao. Artinya, Barca kehilangan tujuh poin. Ditambah minus poin Madrid—dengan asumsi kehilangan gol Ronaldo—maka jarak antara kedua klub raksasa Spanyol dan Eropa itu bertambah dari tujuh poin menjadi 12 angka! Jika itu terjadi, kemenangan Messi dkk di laga El Clasico, 22 April mendatang, baru akan berguna bagi Barca andaikata pasukan Jose Mourinho mengalami tiga kali kekalahan di partai lainnya.
Belum tentu juga. Marilah kita analisis catatan statistik yang ditoreh kedua pemain top tersebut. Sampai La Liga menyelesaikan 21 jornada atau pertandingan, Madrid mengumpulkan 55 poin atau unggul tujuh angka dari Barca yang baru mendulang 48 poin. Dari 21 laga tersebut, Ronaldo mengoleksi 24 gol. Messi? 23 gol.
Dengan mengurai kontribusi kedua pemain bagi kemenangan timnya masing-masing, dapat disimpulkan jika Barca sangat bergantung pada produktivitas gol yang ditoreh Messi. Sementara, tidak begitu halnya dengan Madrid dan Ronaldo. Artinya, mandulnya Ronaldo tidak akan ujug-ujug membuat Madrid terjungkal dari posisinya di puncak klasemen. Jauh berbeda andaikata Messi mandul. Barca bakal tertinggal 12 angka dari musuh bebuyutannya itu.
Mengapa bisa begitu? Begini ceritanya. Jika perolehan 24 gol Ronaldo dicoret, jumlah poin Madrid hanya akan berkurang dua angka menjadi 53 poin. Hal itu terjadi jika Ronaldo absen di Estadio Mestalla, kandangnya Valencia, 19 November 2011, yang membuat laga yang sejatinya berakhir dengan kemenangan 2-3 untuk Madrid berubah menjadi hasil imbang 2-2. Sementara, 23 gol lainnya yang dicetak Ronaldo tidak akan mempengaruhi kemenangan atau hasil akhir di laga Madrid
Nah, kontras halnya jika itu diterapkan pada Barca dan Messi. Andaikata jumlah kontribusi gol Messi dicoret, Barca bakal benar-benar terpukul. Jumlah poinnya dari 48 angka akan berkurang lima poin. Atau dengan kata lain, selisihnya dengan Madrid membengkak menjadi 12 poin! Kondisi yang sejatinya praktis membuat Barca akan kehilangan gelar.
Rinciannya, dari 23 gol yang dicetak Messi, tujuh gol di antaranya sangat menentukan perolehan poin pasukan Pep Guardiola. Ketujuh gol tersebut tercipta di empat pertandingan, yaitu ketika Barca unggul tipis 2-1 dari Real Sociedad (4/2), menang 4-1 di kandang Malaga (22/1), menang 4-2 dari Real Betis (15/1), dan bermain imbang 2-2 dengan Athletic Bilbao di San Mames, 6 November 2011.
Jika Messi absen, maka Barca bakal bermain imbang dengan Sociedad, Malaga, dan Betis, plus menuai kekalahan dari Bilbao. Artinya, Barca kehilangan tujuh poin. Ditambah minus poin Madrid—dengan asumsi kehilangan gol Ronaldo—maka jarak antara kedua klub raksasa Spanyol dan Eropa itu bertambah dari tujuh poin menjadi 12 angka! Jika itu terjadi, kemenangan Messi dkk di laga El Clasico, 22 April mendatang, baru akan berguna bagi Barca andaikata pasukan Jose Mourinho mengalami tiga kali kekalahan di partai lainnya.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andamexxx | rxxx@ymxxx.com| 2012-02-09 12:36:57
boxxx | adxxx@xxx.oas| 2012-02-09 01:12:44
Juventxxx | kusukakamupunyxxx@yaxxx.com| 2012-02-08 19:25:27
kampxxx | kampxxx@yaxxx.com| 2012-02-08 18:54:45
tabxxx | ambon_xxx@yaxxx.com| 2012-02-08 18:16:18
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

