Villas-Boas di Ujung Tanduk
Chelsea ME Gunawan12/02/2012 16:15 | Chelsea
Ekspresi manajer Chelsea Andre Villas-Boas di sesi latihan tim yang digelar di Stamford Bridge, 19 Desember 2011, menjelang laga derby London melawan Tottenham Hotspur, 22 Desemebr. AFP PHOTO / CARL COURT
Liputan6.com, London: Dua gol yang dicetak dua pemain pinjaman, gelandang serang Afrika Selatan, Steven Pienaar dan striker asal Argentina Denis Andres Stracqualursi mengantarkan kemenangan meyakinkan 2-0 yang dipetik Everton saat menjamu Chelsea di Goodison Park, Sabtu (11/2) kemarin. Hasil tersebut membuat posisi The Blues di empat besar klasemen digeser Arsenal yang memiliki produktivitas gol yang lebih baik.
Kekalahan untuk keenam kalinya di musim ini membuat posisi manajer Andre Villas-Boas dikabarkan berada di ujung tanduk. Sesaat setelah wasit Michael Jones meniup peluit akhir, sejumlah suporter Chelsea mencemooh manajer muda asal Portugal berusia 34 tahun itu. Villas-Boas pun mengakui jika kekalahan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawabnya. “Jika tim menelan kekalahan, seharusnya manajer yang bertanggung jawab. Inilah penampilan terburuk kami di musim ini,” aku Villas-Boas.
Kondisi tersebut tentunya bakal membuat posisi Villas-Boas kian tertekan. Bukan mustahil jika di akhir musim, Villas-Boas bakal mendapat "phk" dari owner klub Roman Abramovich. Taipan asal Rusia tersebut telah dikenal dengan karakter khasnya yang kejam dan bengis. Manajer sekaliber Jose Mourinho pun tak kuasa menghadapinya.
Meskipun telah merogoh dompetnya lebih tebal di musim panas lalu dengan memberikan dana sebesar 13 juta pound sebagai kompensasi “pembajakan” Villas-Boas dari FC Porto dan memberinya gaji senilai 4,4 juta pound per tahun, Abramovich disebut-sebut tengah menimbang dengan serius perubahan di staf kepelatihan tim. Bahkan, santer terdengar jika hal itu dapat terjadi sebelum laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Napoli di Stadion San Paolo, Naples, 21 Februari mendatang.(MEG/The People)
Kekalahan untuk keenam kalinya di musim ini membuat posisi manajer Andre Villas-Boas dikabarkan berada di ujung tanduk. Sesaat setelah wasit Michael Jones meniup peluit akhir, sejumlah suporter Chelsea mencemooh manajer muda asal Portugal berusia 34 tahun itu. Villas-Boas pun mengakui jika kekalahan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawabnya. “Jika tim menelan kekalahan, seharusnya manajer yang bertanggung jawab. Inilah penampilan terburuk kami di musim ini,” aku Villas-Boas.
Kondisi tersebut tentunya bakal membuat posisi Villas-Boas kian tertekan. Bukan mustahil jika di akhir musim, Villas-Boas bakal mendapat "phk" dari owner klub Roman Abramovich. Taipan asal Rusia tersebut telah dikenal dengan karakter khasnya yang kejam dan bengis. Manajer sekaliber Jose Mourinho pun tak kuasa menghadapinya.
Meskipun telah merogoh dompetnya lebih tebal di musim panas lalu dengan memberikan dana sebesar 13 juta pound sebagai kompensasi “pembajakan” Villas-Boas dari FC Porto dan memberinya gaji senilai 4,4 juta pound per tahun, Abramovich disebut-sebut tengah menimbang dengan serius perubahan di staf kepelatihan tim. Bahkan, santer terdengar jika hal itu dapat terjadi sebelum laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Napoli di Stadion San Paolo, Naples, 21 Februari mendatang.(MEG/The People)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Wawancara
Wayne Rooney
Mencoba Mengukir Sejarah
Tahun 2011 menjadi tahun gemilang bagi Wayne Rooney. Duetnya dengan Javier Hernandez menjadi salah satu kunci keberhasilan Manchester United meraih rekor 19 kali juara Liga Premier Inggris.
Polling Bola

